Janganlah Membela Terorist Karena Anda Beragama Islam ! Membela pelaku terorist atas dasar agamanya Islam dan dilakukannya karena kewajiban2 dalam Islam, wajar kalo AGAMA ISLAM DIANGGAP SEBAGAI AGAMA TEROR. Dengan membela terorist Islam anda menodai agama Islam itu sendiri. Sebagai umat Islam, saya tidak merasa bersalah untuk mengutuk pelaku teror ini meskipun dia melakukannya atas dasar kewajibannya dalam mengejar pahala. Dan bukan hal yang salah kalo saya menyalahkan ayat2 AlQuran ini karena memang ayat2 inilah yang mendorong umatnya melakukan hal2 yang tidak berperi kemanusiaan.
Seharusnya nilai2 kemanusiaan dinilai dari pengabdian seseorang kepada kemanusiaan bukan dinilai dari pengabdian seseorang kepada agamanya. Agama seharusnya disadari sebagai cara2 yang mengajari bagaimana kita mengabdikan diri kepada kemanusiaan bukan kepada agama itu sendiri. Allah, Tuhan, Setan, Dewa-dewi, dan roh2 kesemuanya ini hanyalah icon2 yang mewakili karakter dalam membawa umatnya kepada pengertian tentang jahat dan baik, jelek dan bagus, boleh dan tidak, dan kesemuanya ini sama sekali tidak menyangkut kewajiban untuk menyembahnya. Menyembah icon2 ini tidak lebih daripada pengertian orientasi daripada diri kita saja. Misalnya kita menyembah Tuhan yang baik maha pengasih dan penyayang, janganlah diartikan seperti kita menyembah manusia, melainkan harus diartikan bahwa kita berorientasi dalam aktivitas hidup kita hanya untuk kebaikan dan kasih sayang bukan berarti menyembah figure khayalan adanya Tuhan, apalagi harus membelanya. > "M. Irwan Hrp" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Amerika Serikat (melalui salah satu corong-nya yaitu CNN), paling > senang menuduh negara lain yang tidak sepaham dgn mereka sebagai > teroris. Namun, pada saat PBB hendak mendefinisikan apa itu > terorisme, Amerika Serikat menggunakan hak veto-nya untuk > membatalkan definisi tersebut. > Rupanya anda itu pembela terorist bukan karena orangnya tetapi karena agamanya. Anda merasa berkewajiban membela teror Islam karena merasa beragama Islam. Anda tidak bisa menuduh Amerika se-wenang2 menuduh, karena semua tuduhan itu berdasarkan kenyataan bukan khayalan seperti anda mengkhayalkan adanya Allah yang maha kuasa yang memberi firman wahyu kedalam AlQuran. Amerika tidak menuduh negara lain berdasarkan wahyu setan ataupun wahyu Allah melainkan berdasarkan apa yang terjadi dalam negara ybs dan apa yang dilakukan oleh pemerintahnya. Amerika tidak pernah memveto pendapat yang tidak sepaham karena hak veto itu hanya berlaku untuk tindakan yang akan diberlakukan bukan untuk pendapat. Termasuk dalam mendefinisikan HAM, maupun mendefinisikan istilah terorisme sudah ada sejak UN itu berdiri, bahwa semua gerakan yang bukan berasal dari dukungan negara anggauta UN tentunya tidak akan dianggap sebagai legal melainkan ilegal. Silahkan anda renungkan sendiri apabila agama lain yang bukan Islam melakukan hal2 yang sama yang dilakukan oleh terorist Dujana yang tertangkap ini. Apakah kalo Dujana bilang dia ingin mendirikan negara berdasarkan Bible sehingga melakukan gerakan2 biadab ini akan tetap anda bela???? Anda itu bukan membela kebenaran, anda itu bukan membela semua manusia, melainkan anda membela agama Islam dan ajaran2nya yang biadab yang menteror manusia lain yang menolak menyembah Allah. Ketahuilah, setiap orang dalam HAM berhak memilih kepercayaannya seperti juga umat Islam, tapi dilarang untuk mengganggu kepercayaan orang lainnya. HAM melarang membedakan siapapun dengan mem-beda2kan agamanya, tak bisa anda memberlakukan ajaran Islam yang menyatakan hanya Muslimin saja yang merupakan manusia yang tinggi derajatnya sedangkan yang lainnya lebih rendah daripada binatang. Islam secara biadab menyatakan bahwa harkat dan derajat manusia diukur dari ketakwaannya dan keimanannya dalam menyembah Allahnya. HAM sebalinya menyatakan bahwa harkat dan derajat semua manusia adalah sama dan pengabdiannya diukur dari amalnya kepada seluruh masyarakat dunia ini tanpa mem-beda2kan agamanya. HAM melindungi semua manusia termasuk umat Islam, sebalinya Islam hanya melindungi umat Islam dan menghalalkan pembantaian penyembah berhala, pembunuhan orang2 murtad, kafir, Yahudi dll. HAM tidak mengenal orang murtad karena dalam HAM semua umat manusia dilindungi hak2nya untuk pindah agama, dengan kata lain HAM melindungi orang murtad sama seperti orang yang bertakwa. Janganlah anda memutar balik arti dalam artikel2 HAM untuk melindungi, membela atau membebaskan terorist Jihad Islam yang maha biadab ini. Bandingkanlah betapa banyaknya pengabdian bangsa Amerika ini kepada dunia keseluruhannya termasuk kepada umat Islamnya. Hampir tidak ada satupun dalam semua kegiatan hidup anda yang tidak melibatkan hasil produksi teknologi Amerika. Untuk itulah perlu saya tulis diatas bahwa HAM mengukur pengabdian seseorang dari amalnya kepada seluruh masyarakat didunia ini bukan dari ukuran ketakwaan atau keimanan yang cuma bersarang dalam angan2 umat yang diracuni oleh ajaran2 yang sesat seperti halnya ajaran Islam ini. Sebagai umat Islam, bukanlah seharusnya anda menentang dan membantah realitas ini, justru tugas anda sebagai umat untuk memperbaikinya karena semua ajaran maupun semua agama tidak seharusnya menimbulkan bencana dan kalopun menimbulkan bencana seharusnya bisa diperbaiki. Tetapi kalo anda sebagai umat menganggapnya bahwa ajaran biadab ini tidak bisa diubah, maka orang lain lah yang akan mengubahnya dan hal itu justru akan menimbulkan bencana bagi umat Islam itu sendiri. Ny. Muslim binti Muskitawati.
