Hargailah Hak Azasi Setiap Manusia Bukan Hanya Muslim !!!

Semua manusia memiliki kecendrungan yang sama untuk melakukan
pelanggaran, baik itu pelanggaran hukum, pelanggaran moral ataupun
pelanggaran etika.  Dalam hal ini kecendrungan pelanggaran itu tidak
berbeda dan tidak dibedakan oleh agama yang dipeluk oleh pelakunya.

Tapi kita juga tidak bisa memungkiri bahwa kecendrungan pelanggaran
satu kelompok agama kepada kelompok agama lainnya bisa merubah setiap
manusia yang melakukan pelanggaran tadi, mereka selain memiliki
kecendrungan melakukan pelanggaran dengan identitasnya sendiri2,
ditambah lagi kecendrungan pelanggaran yang dilakukannya atas
kewajiban menjunjung identitas kelompoknya yang bukan lagi sendirian.
 Disinilah agama berperan dalam penciptaan malapetaka yang bukan lagi
cuma satu dua orang melainkan menjadi malapetaka massal yang menimpa
satu kelompok oleh serangan kelompok lainnya.  Hal inilah yang juga
menjadi latar belakang "pemerkosaan massal amoy2" di Indonesia yang
dikutuk diseluruh dunia.


> "banaspati_banaspati" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> He..he Seks dan pelacuran seolah sdh menjadi santapan sehari-hari
> orang2 kristen. Seks bebas, Film bokep yg main ya orang2 kristen...
> Pertanyaannya: Apa orang2 kristen tdk diajar tata krama?
> Tata krama menurut bibel ya...pergilah sono kentotin pelacur...
> 


Dorongan sex itu sama ditemukan pada semua orang apapun agamanya
karena dorongan sex itu berasal dari dorongan yang sama seperti
dorongan nafsu makan, dorongan kepingin berak, dorongan kepingin kaya,
semuanya itu merupakan dorongan dalam memuaskan nafsu setiap manusia
bahkan juga setiap mahluk.

Yang membuat tidak sama adalah bagaimana kita masing2 mengatasi
dorongan2 tsb dengan cara yang dibenarkan oleh etika dan moral agar
tidak merugikan orang lainnya.  

Oleh karena itu, berzinah selama bukan melalui paksaan tetapi karena
keinginan masing2 untuk saling memberi kepuasan tanpa ancaman, tanpa
pamrih, dan penuh keikhlasan, maka zinah itu halal dan dibenarkan.

Sama halnya anda makan, selama makanan yang anda makan itu bukan
didapat dari merampas makanan orang lain, bukan merampok, bukan
mengancam, dan juga bukan memaksa orang lain, maka halal anda memakannya.

Kemudian kalo kemudian dua orang yang berzinah anda hukum dengan
merajamnya, maka yang tidak benar itu adalah anda yang menghukumnya
bukan mereka yang berzinah.

Kalo masalah agamanya sih, itu hanyalah label saja, karena setiap
orang bisa berganti agama sesuka hatinya.  Seorang perampok beragama
Kristen bisa berganti agama Menjadi Islam setelah melakukan
perampokan, apakah itu menjadi berarti semua umat beragama Islam harus
menjadi perampok ????  Tentu saja tidak begitu khan???

Tidaklah berbeda halnya dengan nabi Muhammad, anda mau percaya dia
nabi tentu tidak bisa disalahkan, tetapi kalo anda juga mencontoh
perbuatannya dalam merampok dan menjagal orang2 Yahudi, maka perbuatan
anda itu tidak bisa dibenarkan meskipun halal dalam agama Islam.

Pada prinsipnya sangatlah sederhana, janganlah menyusahkan orang lain,
jangan melakukan hal2 yang merugikan orang lain, dan jangan sekali2
menyerang siapapun juga.  apapun agama anda, prinsip ini selalu harus
anda pegang teguh.  Jangan sekalipun anda melanggar prinsip ini dengan
alasan karena dihalalkan agama kepercayaan anda.  Sekali anda
melanggarnya, maka celakalah diri anda apapun agama anda.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke