http://www.gatra.com/artikel.php?id=106708


Warga Tolitoli Antri Minyak Tanah Hingga Tengah Malam


Tolitoli, 7 Agustus 2007 11:08
Antrian panjang warga di Kecamatan Baolan, Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng) 
berlangsung hingga Senin tengah malam, untuk memperoleh 10 liter minyak tanah.

Di Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, warga mengaku sudah sudah menunggu 
sejak pukul 16.00 Wita untuk memperoleh minyak tanah. Namun baru dapat dilayani 
pukul 22.00 hingga 24.00 Wita.

Umumnya antrian tersebut dipadati ibu-ibu rumah tangga. Bahkan di antara mereka 
ada yang membawa balita.

Lantaran tidak sabar menunggu, beberapa warga nyaris memukul petugas kelurahan 
setempat karena dianggap tidak menepati janji untuk mendatangkan mobil tangki 
milik agen. Untungnya, saat emosi warga mulai memuncak, sebuah mobil tangki 
berkapasitas 5000 liter langsung melayani masyarakat setempat.

"Agar petugas kelurahan itu tidak dipukul warga, kami langsung mengamankannya," 
kata Ning, seorang ibu yang sedang menunggu jatah antrian.

Setelah berjam-jam menunggu, jatah yang diberikan pun terbatas hanya 5-10 
liter/kepala keluarga. Menurut pengakuan mereka, jatah tersebut hanya bisa 
memenuhi kebutuhan lima sampai 10 hari. Sementara untuk memperoleh minyak tanah 
sangat susah.

"Kalaupun ada harganya sudah mahal," keluh seorang warga.

Meski di lapangan masyarakat kesulitan memperoleh minyak tanah, namun Pemkab 
Tolitoli melalui Bagian Ekonomi Setdakab, mengatakan, tidak terjadi kelangkaan 
minyak tanah karena suplai dari Depot Pertamina Tolitoli tidak berkurang dari 
jatah biasanya.

"Jatah kita tetap 20 kiloliter perhari, sehingga tidak ada kelangkaan minyak 
tanah," kata Musriadi, petugas dari Bagian Ekonomi Pemkab Tolitoli.

Namun fakta di lapangan justru masyarakat kesulitan memperoleh minyak tanah. 
Beberapa pedagang pengecer menuturkan, sudah dua pekan terakhir mereka tidak 
lagi menjual karena tidak dilayani lagi oleh pangkalan.

"Jangankan untuk dijual, dipakai sendiri saja susah," kata Cule (33), salah 
satu pedagang eceran.

Berdasarkan pemantauan, konsumen umumnya langsung membeli ke pangkalan sehingga 
pengecer kesulitan memperoleh minyak tanah. [TMA, Ant

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke