Kadang kita lupa, seolah-olah kita hidup seorang diri di dunia
Tanpa keluarga, orang tua, anak, sahabat dan teman sepermainan kita
Lebih-lebih kita sudah lupa akan islam yg selalu kita bawa
Kesuciannya selalu dinodai oleh tingkah laku kita
Walau islam tetap suci dan tidak ada hilang kesuciannya
Begitupun keluarga, orang tua, anak, sahabat dan teman2 kita
Mereka tetap bersih walau kita sudah berlumur dosa
Namun rasa kecewa tak mungkin dapat dihindarkan
Karena perangai kita yg jauh dari agama
Namun mengatas namakan sesuatu yg suci pada sikap kita yg bernoda
Kita yg melakukan kesalahan, namun yg berada disekitar kita menjadi kambing
hitam
Sialnya penilaian umum lah yang menciptakan kambing hitam bermunculan
Seorang muslim melakukan kesalahan, namun musuh menisbatkan kesalahan pada
islam
Yg anehnya..pencemooh atas kesalahan muslim dan kambing hitamkan islam adalah
yg mengaku muslim pula..
Hmm..kadang aku berfikir, tidak sadarkah dia..bahwa pelaku dan pencemooh
tidak ada beda dalam keburukannya, namun malang..yg semestinya tetap suci,
harus dilumuri dengan sikap pelaku dan pencemooh
Seperti kasus penculikan seorang bocah oleh seorang guru ngaji atau kasus
seorang ibu aktivis dakwah yg tega membunuh anak2nya. jelas perbuatan mereka
adalah salah dan tidak ada satupun ajaran yg baik mendukung perbuatan mereka.
Namun..apa yg salah pada islam? Lalu mengapa orang yg mengaku muslim itu pula
yg sengaja menisbatkan dan menjadikan islam sebagai kambing hitam?
Hmm..jelas perbuatan 2 orang pelaku penculikan dan pembunuhan sangat tidak
terpuji, namun, pribadi yg mengaku muslim dan menisbatkan perbuatan para oknum
tersebut kepada islam lebih sangat tidak terpujinya. Apa yg salah dengan islam?
Lalu kenapa islam yg harus disalahkan? Apakah layak dia mengaku seorang muslim,
namun tega menisbatkan dan menimpakan kesalahan para oknum pada islam??
Hati2lah terhadap orang2 yg mempunyai pemikiran spt ini, karena si penculik dan
pembunuh sudah melanggar sebatas hak manusia lainya, sedangkan si penisbat
sudah membuat fitnah terhadap Allah dan RasulNya, yg katanya diakui sebagai
Tuhan dan tauladannya.
Seharusnya kita mulai menjaga diri, bahwa kita hidup dengan membawa kehidupan
yg lainnya. Ada label agama, keluarga, orang tua, anak, istri, suami, saudara,
sahabat dan teman2 kita, yg menjadi taruhan atas segala sikap kita yg tidak
baik.
Salah apa agama yg harus bertanggung jawab atas perbuatan sesat mereka?
Salah apa mereka yg harus menanggung malu atas sikap buruk kita?
Salah apa mereka yg harus di cemooh karena perbuatan bejat kita?
Salah apa mereka yg harus dihujat dan dicaci maki karena kesewenangan kita?
Aahh..masih wajar rasa malu yg mungkin terimbas pada mereka yg merasa malu
atas perbuatan salah satu kerabat dan orang yg dikenalnya, karena begitulah
sifat manusia yg tidak bisa menghindarkan rasa malu itu bersarang di dirinya.
Aahh..masih mungkin orang2 yg merasa dirugikan oleh salah satu keluarga dan
teman kita untuk mencemooh diri kita, karena begitulah sifat manusia yg kadang
tidak bisa menempatkan sasaran tembak untuk menyalahkan walau bukan kepada
pelakunya.
Aahh..masih mungkin orang2 menghujat dan mencaci maki kita, oleh karena
perbuatan satu keluarga kita yg melakukan keburukan dan merugikan mereka,
karena begitulah sifat manusia yg tidak bisa membedakan mana yg baik dan yg
buruk
Aahhhh
tapi dimana rasa adil dan hak mereka yg menghujat islam karena
perbuatan tidak baik orang2 yg mengaku muslim?? Aaahh..dimana pikiran dan hati
mereka yg menyalahkan islam, karena kebodohan seseorang yg mengaku muslim??
Aahhh.. sesungguhnya si pencaci maki, si pencemooh, si penghujat keluarga,
anak, istri, suami, sahabat dan teman karena perbuatan buruk kita, masih bisa
di maklumi dengan mengatasnamakan fitrah seorang manusia yg penuh khilaf dan
lupa. Namun si penghujat dan pencemooh yg menisbatkan sesuatu yg suci pada
perbuatan mahluk yg buruk, tidak layak dikatakan sebagai muslim, karena
sejahat2nya seorang muslim yg awam, tidak akan pernah berani menisbatkan islam
sebagai kambing hitam semua kesalahan seorang muslim. Dan sebodoh2nya orang
muslim, tidak akan pernah rela Allah dan RasulNya dihujat, apalagi mengaku
muslim namun secara tersirat menghujat Allah dan RasulNya.
Kepada semua diri yg seharusnya sadar, bahwa kita mengikutsertakan nama baik
yg lain disamping nama kita, agar bersikap hati2 bahwa perbuatan buruk kita
secara tidak langsung menyakiti orang2 yg kebetulan kerabat dan teman dekat
kita.
Kepada semua diri yg seharusnya menyadari, bahwa kita mengikutsertakan
keyakinan kita yg suci, pada sikap kita yg buruk, hingga secara tidak sadar
sesuatu yg suci itu menjadi sasaran tembak para musuh yg sebenarnya.
Mulai berfikirlah saat ini bila ingin bertindak, bahwa ada nama agama,
keluarga, orang tua, anak, istri, suami, sahabat dan teman kita yg selalu
menyertai dan membayangi kemanapun kita pergi dan bagaimanapun kita bersikap
serta menentukan pilihan. Tidak adil rasanya, harus menimpakan cemoohan pada
semua yg kita akui sebagai sesuatu yg yg kita hormati dan yakini.
26 Agustus 07
by
hana
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.