--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Refleksi: Ada yang ingat bagaimana keadaan rakyat  waktu Megawati 
menjabat wakil dan kemudian presiden NKRI?
> 

GODAM NGOMENTARIN,BUNG AMBON

hehehe..mbon..emang..inih ledih,enggak tauk dirih.

apah di jamannyah..enggak lebih jorokan dari

jamannyah si Jendral peragu inih?

Daku punyak ipar yang berbisnis,malahan bilang..

wah..di jaman Sus megih ituh..PERBANGSATANNYAH LEBIH

LAGIH...? hehhehehe..

jadi mosok iyah sih..PDIP tak punyak calon yang

genah,beneran? apah banteng ketaton cuman

punyak sapi perempuan inih sajah?

lalu yang kaduah, apah rahayat Indon,inih...

emang dogol2...bisak nyalonin lagih..kebo bunting,

yang cepet ambekan..yang bisak ngeloyor pegih begituh hajah?

kutika dikalahken sama jendral peraguh ituh?

weleh weleh..bener2 bangsa Indon...udah ketaton???
> 
> Megawati Tuding Pemerintah Gagal Sejahterakan Masyarakat
> Sabtu, 08 September 2007 | 12:39 WIB 
> 
> 
> 
> TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia 
Perjuangan (PDIP) menilai pemerintah saat ini gagal meningkatkan 
kesejahteraan masyarakat. "Pemerintahan sekarang sulit diharapkan 
bisa mengurangi kemiskinan," katanya saat membuka Rapat Kerja 
Nasional II PDIP di arena Pekan Raya Jakarta, Sabtu. 
> 
> Pemerintah, dia melanjutkan, seharusnya bisa menekan angka 
kemiskinan karena alokasi anggaran dari APBN untuk pemberantasan 
kemiskinan sudah dinaikkan sebesar 70 persen sejak 2005. "Anggaran 
meningkat tapi kemiskinan juga justru meningkat," katanya. 
> 
> Megawati, yang hadir bersama suaminya Taufik Kiemas pukul 09.45 
wib pagi tadi, menilai duet Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla 
gagal menepati janji mengurangi kemiskinan hingga 50 persen pada 
2009. "Jangan janji setinggi langit kalau pencapaian hanya sekaki 
bukit," katanya. 
> 
> Kegagalan pemerintah menekan angka kemiskinan, menurutnya, 
disebabkan karena pemerintah hanya memandang kemiskinan sebagai 
masalah tehnis. "Pemberantasan kemiskinan bukan sekedar membagi-
bagikan uang, itu sinterklaus," katanya. Dwi Riyanto Agustiar
>


Kirim email ke