> "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Refleksi: Agaknya tak bisa diragukan bahwa pencita Taliban di negeri > bencana silih berganti juga mempunyai agenda istimewa terhadap > candi Prambanan, Borobudur dan tentunya Pulau Dewata. > http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/6991058.stm >
Anda benar sekali, saya baru saja menerima berita dari seorang kawan di UN tentang pencabutan Borobudur sebagai satu dari 7 keajaiban dunia. Latar belakangnya adalah terjadinya perusakan yang sangat parah terhadap candi Borobudur, padahal setiap tahunnya pihak UN telah memberikan dana sebesar sekitar $2 juta untuk pemeliharaan candi Borobudur ini. Perusakan candi2 di Indonesia telah berlangsung berulangkali, dan pelaku2nya sangat jelas mereka yang duduk dalam pemda yang mendukung syariah Islam. Hal inilah yang mengecewakan UN yang akhirnya memutuskan untuk mencabut semua status Candi di Indonesia yang otomatis juga mencabut dana untuk pemeliharaannya. Hampir seperempat bagian bangunan candi borobudur sekarang ini sudah bobol, batu2nya di-jual belikan untuk bahan bangunan. Pihak Internasional sudah tidak lagi mau memberi dana untuk pemugaran karena sudah puluhan kali dana pemugaran diberikan namun kerusakannya juga kembali berulang. IBM Internasional pernah memberi sumbangan $20 juta untuk pemugaran candi yang dianggapnya ajaib ini karena situsnya memiliki perhitungan matematik yang sangat komplex. Beberapa pejabat pendukung ditegakkannya Syariah Islam telah mengusulkan agar wilayah candi Borobudur digunakan sebagai pusat perbelanjaan swalayan atau Supermarket. Seluruh candi2 di Indonesia mengalami ancaman pemusnahan massal karena Islam mengharamkan candi2 ini. Ny. Muslim binti Muskitawati.
