Thanks. 
  saya baca hasil penyelidikan dari Kerry Shieh [Caltech] dan perhitungannya - 
tetapi saya terus terang skeptish mengenai perhitungan dan prediksi dia. Dia 
mungkin sekali memperbesar angka2nya agar lebih effektip utk yg membaca tetapi 
theorynya masuk logica kita. Memang utk membikin Indonesia waspada report dia 
masuk akal [apalagi pemerintah yg sangat lalai]
   
  Memang didalam prediksinya dan menurut peta seismic yg dia berikan gempa Aceh 
[x-mas 2004] dia berikan angka 9.4 pada epicenternya - tetapi berita resmi yg 
kita terima dari Palo Alto gempa ini hanya kira2 8.9 Juga data2 dari lain2 
gempa didaerah yg dia selidiki yg menurut dia berada disekitar angka 0.5 lebih 
besar dipeta dia - dibandignkan dgn yg menurut berita yg resmi dari ahli2 
geology dilain tempat.  Yg saya ketemukan angka resmi dari gempa lain pd maret 
2005 sebesar 8.2  - Shieh memberitakan 8.6 Yg mana yg correct saya sebagai awam 
tidak dapat menentukan dan hanya logica saya menjadi skeptic.
  [Beda antara 8 dan 9 adalah 10x lebih besar, . Richter scale = logaritmus 
scale]
   
  Tetapi besides these facts - saya setuju dgn Kerry Shieh bahwa Sumatera Barat 
sangat labiel dan pressure dari movement of the plates sangat cepat dan strong. 
Jadi kita pasti akan mendapat lebih banyak gempa2 didaerah ini didalam waktu2 
yg akan datang. 
  Suatu pengetahuan yg pun harus diperhitungkan - epicenter gempa sangat dalam 
sekali - sampai belasan miles dibawah permukaan tanah dan ini,  akibatnya 
gempanya tidak akan terasa terlalu devastating. - Menurut saya memang Kerry 
Shieh 100% correct didalam perhitungannya tetapi effeknya untuk Indonesia dan 
disini terutama pulau Sumatera yg akan kita alami memang bisa devastating.  
Tetapi menurut saya personally gempa2 didalam waktu bbp decade yg akan datang 
dgn pasti ada tetapi tidak akan mencapai kapasitas gempa Aceh dari 2004.  
Tekanan pergerakan plate bumi sudah diperkecil dgn gempa2 yg baru2 ini terjadi.
   
  Andreas
  

Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          > ANDREAS MIHARDJA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Gempa dahsyat sebesar Richter 9 - tidak mungkin terjadi diIndonesia 
> atau dimanapun didunia Memang ini diprediksi oleh "ahli2" geologie 
> diIndonesia tetapi dari mana pengetahuan ini mereka dapat tidak 
> jelas - mungkin didalam impian mereka atau membual utk membikin 
> image mereka besar. Gempa yg terbesar yg dapat terjadi dan yg sudah 
> terjadi adalah sebesar 8.4 di daerah Alaska. Kemungkinan in terjadi 
> kembali adalah almost nihil. Gempa 9 jikalau dibandingkan dgn gempa 
> Aceh yg 8 adalah 10x lebih dahsyat dan kalau ada tsunami air lautnya 
> akan naik 1km dan bukan 100m seperti yg terjadi. 

Yang saya tulis tentang kemungkinannya bahwa Gempa dahsyat yang sedang
ditunggu di Indonesia bukanlah dari ahli2 di Indonesia melainkan hasil
wawancara CNN dengan seorang ahli gempa dari CalTech Instititute yang
khusus datang ke Indonesia hanya untuk meneliti.

Masalah mungkin atau tidak tentunya masih perlu waktu, namun gempa
yang baru saja terjadi menurut keterangan beliau telah menyebabkan
pelipatan kerak bumi menjadi overlap yang akan membal balik disertai
gempa bumi yang dahsyat. Beliau menyatakannya bahwa kekuatan gempa
itu besar sekali dan bisa mencapai 9 SR.

Didekat kampus USC ada museum ilmu pengetahuan dimana dipertunjukkan
simulasi gempa sebesar 11 SR. Jadi, gempa besar yang mungkin terjadi
dibumi kita ini diadopsi hingga 11 SR, artinya pemerintah Amerika
sudah mempersiapkan kemungkinan gempa hingga sebesar 11 SR bukan 9 SR.

UU mendirikan bangunan diseluruh Amerika ditetapkan harus tahan gempa
yang saat ini ditetapkan harus mampu menahan goncangan hingga 8.0 SR.
Ketentuan ini terutama sekali diawasi ketat di State of California.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



                         

Kirim email ke