Salam,

Setelah pernah berdebat dan saya putuskan untuk tidak lagi meladeni madam
ini, karena rasionalisasinya tidak ajeg dan sangan menyederhanakan
permasalahan sesuai dengan pemikiranya yang memang kurang mendapatkan
informasi yang utuh, kali ini saya hanya ingin mengomentari bukan untuk si
madam, tetapi untuk rekan-rekan sekalian.

Untuk pemaparan Ny Muslim yang sangat sederhana berkaitan dengan kemelut
September 1965. sebaiknya kita abaikan argumen yang dangkal ini, karena hal
itu akan sangat mengganggu upaya kita untuk mengurai substansi kejadian yang
sebenarnya.

Cara-cara madam ini yang mencampuradukan antara fakta, isu dan pemikiranya
sendiri untuk membenarkan argumenya yang dangkal, menjadikan penjelasanya
sangat ngawur. Mungkin untuk masalah agama yang memang tidak bisa
diverifikasi ia mudah untuk mengecoh, tetapi untuk sejarah yang bisa
diverifikasi hal demikian jadi menggelikan.

saya hanya berharap kepada kawan-kawan yang masih waras untuk tidak terlelu
menggubris argumenya khusus tentang tragedi 65, percuma saja kita berdebat
dengan orang yang tidak memiliki tanggungjawab moral atas spekulasi
tulisanya yang sebagian bohong bahkan berbau fitnah.

Wassalam

On 9/30/07, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Banyak Sekali Orang Indonesia Menjadi Pasukan Khusus Amerika
>
> > "pandu ganesa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Sedang yang "pasukan tidak dikenal" itu, itu juga tidak tepat,
> > karena semuanya "dikenal" (walau belakangan), karena itu pasukan
> > RPKAD di bawah Kemal Idris.
>
> Kalo ada pasukan Amerika masuk dengan memakai seragam Batalyon
> Brawijaya ataupun Diponegoro, apakah termasuk pasukan yang dikenal
> atau tidak dikenal ??? Pasukan itu tdd orang2 semuanya orang jawa,
> bisa bahasa jawa, dan memang orang Indonesia yang jadi warganegara
> Amerika yang kemudian dilatih jadi tentara khusus Amerika.
>
> Dua anak gadis saya, adalah pilot pesawat tempur US Air Force !!!
> Masih ada puluhan anak2 teman2 saya yang juga orang Indonesia menjadi
> US Marine yang sekarang sedang bertugas ke Iraq.
>
> Anda harusnya tahu, bahwa Amerika memiliki tentara yang berasal dari
> bangsa2 yang ada diseluruh dunia. Semua pasukan Amerika yang
> menyerang dan menduduki Amerika Latin adalah orang2 lokal yang diberi
> greencard untuk kemudian dilatih jadi tentara.
>
> Yang aneh, ke 7 jenderal yang dibunuh dilubang buaya itu ternyata juga
> ditempat yang sama Bung Karno bersembunyi menyelamatkan diri.
>
> Dari hasil wawancara maupun pemeriksaan mahmilub, tidak ada satupun
> tentara, jenderal, kolonel, bahkan LetKol Untung sendiri yang memahami
> apa yang sebenarnya yang terjadi. Bahkan Bung Karno sendiri dengan
> jelas sudah tahu ada aktivitas CIA yang lagi mendongkel dirinya.
> Kenapa tidak usir saja dubes Amerika itu ???? Cobalah, bisa enggak
> anda jelaskan, kenapa Bung Karno konfrontasi dengan Amerika secara
> terbuka begitu tetapi kedubes Amerika tetap tidak diusir, dubes-nya
> tidak dipersona grata-kan. Sukarno sangat tahu kalo Ali Murtopo itu
> agen CIA, tapi kenapa dia malah diangkat jadi orang penting dekat Bung
> Karno ???
>
> Perlu juga anda ketahui, kekuatan pasukan Amerika cukup satu kompi
> bisa menduduki Indonesia, bisa kudeta tanpa pertumpahan darah.
> Persenjataan tentara Indonesia sangatlah parah, memang senjata modern
> ada dimiliki, tetapi supply pelor, dan maintenance-nya sama sekali
> 100% bergantung kepada luar negeri, sekali di embargo tidak mampu
> perang, dan korban tentara TNI yang mati di Aceh jadi menumpuk gara2
> di embargo. Pindad yang merupakan pabrik senjata Indonesia tidak bisa
> produksi peluru karena memang semua bahannya di import dari luar negeri.
>
> Sebaiknya janganlah terlalu muluk2 membayangkan kejadian G30S itu
> sebagai konspirasi besar, kejadian itu hanyalah sandiwara yang
> ditayangkan oleh Dubes Amerika di Indonesia. Suharto diperintah
> begini dan begitu, dan pasukan Amerika bergentayangan di jakarta
> menculiki jenderal2.
>
> Jenderal apaan yang bisa diculik cuma oleh beberapa orang tentara????
> Masalahnya tentara yang nyulik jenderal2 itu bukanlah tentara biasa,
> dilengkapi dengan alat2 modern yang belum dikenal oleh ahli2
> Indonesia, apalagi oleh tentara Indonesia. Cukup satu malam, 7
> Jenderal diculik, gampang banget ya ??? Setelah jenderal itu diculik,
> tak ada satupun yang tahu siapa penculiknya, kalo memang LetKol Untung
> yang menculik, apa susahnya untuk menggagalkan penculikan itu karena
> ilmu nya sama.
>
> Sekali lagi, Amerika sudah lama mengeluarkan dana kepada jenderal2
> Indonesia untuk melakukan kudeta, kenyataannya, uangnya habis dimakan
> para jenderal2 itu, tapi Sukarno masih tetap saja berkuasa. Masyumi
> diberi dana, Omar Dhani juga diberi dana untuk gulingkan Sukarno,
> (jangan salah, Omar Dhani juga pernah ditawari oleh CIA dengan
> terang2an agar gulingkan Bung Karno. Sukarno menggunakan Dewi untuk
> meredam kemarahan CIA. Perselisihan Bung Karno dengan Amerika
> sebenarnya sederhana bukan urusan ideologi, melainkan urusan suksesi
> sehubungan dia tidak membibit penggantinya melainkan mengangkat
> dirinya sebagai presiden seumur hidup. Amerika menganggap Indonesia
> adalah partnernya, sehingga kalo Indonesia ambruk maka kegiatan
> operasi intelnya ke china dan vietnam akan terganggu.
>
> Saya sama sekali enggak bohong kalo menyatakan bahwa Bung Karno memang
> pernah merupakan agen CIA yang paling penting sehubungan dengan
> kegiatan Amerika di Asia Tenggara. Besar kemungkinan, terjerumusnya
> Amerika dalam perang VietNam gara2 dikacaukan urusannya oleh Sukarno.
>
> Juga perlu anda tahu, CIA itu adalah badan intelejens Amerika yang
> terbesar didunia, kegiatannya adalah menyusupkan mata2 kepihak musuh.
> Jadi kalo ada orang yang menyatakan "mendukung Amerika", maka dia itu
> bukanlah CIA, karena agen CIA selalu menyamar menjadi musuh Amerika
> dimanapun didunia ini. Contohnya, Ahmad Dineyad, Khadafi, Fidel
> Castro, Presiden Bolivia, perhatikanlah gaya mereka semua itu, setiap
> saat sengaja ditonjolkan ucapan2nya keseluruh dunia agar jelas bahwa
> dia adalah musuhnya Amerika. Kalo di Indonesia, yang perlu anda
> curigai dibiayai CIA adalah FPI, dan organisasi2 Islam ekstreem lainnya.
>
> Di tempat saya mengajar, banyak student2 dari negara2 Timur Tengah
> mendaftarkan diri jadi tentara Amerika atau juga menjadi agen CIA.
> Karena kalo saja bisa diterima, maka mereka bisa dapat greencard, dan
> selesai tugas bisa jadi warganegara Amerika dan kerjaan baik selalu
> tersedia. Angan2 setiap student Arab selalu ingin menjadi pilot US
> Airforce, CIA, atau menjadi US Navy. Dengan titel bachelor bidang
> engineering, atau master dibidang lainnya, bahkan gelar doctor
> dibidang yang dibutuhkan dalam kemiliteran, maka kerjaannya bergaji
> tinggi sekali, tentunya bukan jadi tentara yang pangkatnya rendahan.
> Demikianlah, Amerika memiliki tabungan tentara yang sangat lengkap
> dari semua bangsa yang ada didunia ini yang mampu berbahasa apapun
> yang ada didunia ini. Enggak usah heran kalo Amerika mampu meng-aduk2
> semua negara diseluruh dunia, namun memang hal itu tidak dilakukannya,
> kekuatan Amerika hanyalah bertujuan memelihara perdamaian dan
> melindungi semua kepentingan Amerika diseluruh dunia.
>
> Presiden Sadam Hussein berhasil ditangkap oleh seorang tentara US Army
> yang adalah anak muda Irak juga yang dulunya pernah dipenjarakan oleh
> Sadam Hussein dan bapaknya anak muda ini dibunuh oleh Sadam Hussein.
> Padahal Sadam Hussein itu adalah jenderal yang hebat tak pernah kalah
> berperang, ahli dibidang intelejens. Tapi begitu cepat dan gampang
> ditangkap oleh anak muda Irak yang jadi tentara Amerika. Sebabnya
> sederhana saja, anak muda Irak itu khan udah dilatih dulu sebelumnya.
> Jadi kalo Sadam Hussein saja bisa ditangkap, apakah anda pikir ke 7
> jenderal Indonesia yang diculik pada G30S itu lebih susah culiknya
> katimbang dibandingkan dengan menangkap Sadam Hussein.
>
> Sadam Hussein juga ditawan hanya dengan 5 orang tentara Amerika yang
> berhasil mendapatkan informasi dari intelnya tentang persembunyian
> Sadam Hussein, langsung saja disergap. Enggak beda seperti halnya
> menyergap jenderal2 Indonesia pada G30S itu.
>
> Saya pikir, bukan cuma 7 jenderal itu saja yang berhasil diculik,
> melainkan juga Bung Karno juga berhasil diculik dan bersama ke 7
> jenderal itu kemudian digiring ke Lubang Buaya. Kemungkinan besar ke
> 7 Jenderal itu dibunuh dimuka Bung Karno, itulah sebabnya Bung Karno
> shock. Akhirnya Suharto menjemputnya dari Lubang Buaya. jadi sejak
> matinya ke 7 jenderal itu, Bung Karno sudah didikte saja kayak boneka
> dari kedubes Amerika sampai akhirnya Suharto dipaksa untuk membuat SP
> 11 Maret dan langsung ambil alih kedudukan Sukarno. Semuanya hampir
> sama persis kayak kejadian di VietNam, bedanya, di VietNam kasusnya
> lebih jelimet.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
>  
>

Kirim email ke