Hammas Mengemis Gencatan Senjata Kepada Israel !!! Pada mulanya kita sama2 tahu, Hammas-lah yang memulai perang, mereka juga yang membuka serangan, mereka menolak perdamaian, tekadnya berjihad sampai mati atau Yahudi enyah dari muka bumi.
Hammas berusaha menghubungi delegasi2 Arab di PBB untuk meminta dukungan, tapi apa daya, dunia Arab sudah mengakui pemerintahan Abbas saja yang mewakili Palestina. Tidak mungkin ada dua Palestina, kursi di PBB hanya untuk satu Palestina yaitu pemerintahan Abbas bukan Hammas. Gaza Strip benar2 terkepung rapat, Hammas kehabisan amunisi, kehabisan bahan makanan, masyarakat saling menipu, saling membunuh, kesemuanya dalam memperpanjang kehidupan. Kalo beberapa bulan yang lalu mereka bilang tak takut mati, namun sekarang semuanya saling mematikan untuk mempertahankan kehidupan, mati jadi barang yang sangat menakutkan karena mati dibunuh sesama Islam yang tidak memberi pahala. Israel tidak membutuhkan gencatan senjata karena memang tidak merasa perlu menyerang Hammas, cukup membalasnya sekali2 apabila diserang. Tanpa diserang, tak perlu Israel menyerang. Tempat penyimpanan roket2 Hammas tidak memenuhi syarat, waktu yang berjalan akan merusak roket2 Hammas. Bantuan luar negeri terputus, kommunikasi luar negeri juga terputus, bahkan dunia luar tidak berminat menolong, bahkan tidak berminat tahu keadaan disana. U.N. Secretary-General Ban Ki-moon yang baru saja bangsanya dihina dan dibunuh bagaikan binatang oleh mahluk2 teror jihad Islam Taliban di Afghanistant tidak merasa perlu untuk berkomentar, apalagi memberi reaksi terhadap tindakan2 Israel dinegerinya sendiri. SekJen Ban Ki-Moon benar2 menegakkan peraturan yang berlaku. Negara Palestina hanya bisa berdiri berdasarkan persyaratan yang telah berlaku, yaitu kesediaan Palestina untuk hidup damai berdampingan bersama tetangganya Israel. Tanah untuk negara Palestina sekarang ini tetap merupakan wilayah Syah Israel karena belum resmi diberikan kepada negara Palestina. Bagi Israel, adanya Hammas bisa dijadikan alasan yang tidak bisa disangkal oleh siapapun juga untuk menunda berdirinya negara Palestina selama mungkin. Wajar kalo Israel tidak berniat memusnahkan Hammas karena kalo Israel memusnahkan Hammas, maka sesuai dengan perjanjian yang berlaku, maka gaza strip harus diberikan kepada Abbas dan negara Palestina resmi mendapatkan pengakuan dunia. Disatu pihak, Abbas tidak mampu mengalahkan Hammas yang lebih banyak pasukannya. Tetapi dilain pihak Israel tidak mau menghancurkan Hammas agar ada alasan untuk menunda berdirinya negara Palestina. Pengepungan ketat terhadap Hammas akan secara bertahap mengurangi populasi mereka melalui kelaparan, penyakit, dan saling membantai sesama mereka. Makanan, obat2an, dan bantuan kemanusiaan tidak memungkinkan untuk masuk kewilayah yang terkepung tentara Israel ini sementara pihak Abbas sangat mengharapkan agar Israel bisa secepatnya menghancurkan Hammas sehingga pasukan Abbas bisa menguasai wilayah tsb sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mungkinkah menurut anda Israel mau keluar biaya untuk menghancurkan Hammas agar mempermudah Abbas untuk kembali berkuasa penuh dengan pengakuan Internasional ??? Hammas sekarang ini jadi tumbal bagi Israel untuk mencegah berdirinya negara Palestina. Kalo memang Abbas berniat agar negara Palestina berdiri secepatnya, maka silahkan saja memerangi Hammas sendiri bukan dengan cara meminjam kekuatan dan biaya dari Israel !!! Israel sama sekali tidak berkepentingan lagi dengan berdirinya negara Palestina dengan berjalannya waktu. Israel tetap memelihara hubungan baiknya dengan Abbas, dan Israel juga tetap memerangi Hammas tapi bukan untuk mengalahkannya cukup membuat status quo dengan membuang waktu. Lalu bagaimana nasib negara Palestina dimasa depan?? SekJen Ban Ki-moon dari Korea Selatan tidak merasa berkewajiban memikirkannya, apalagi setelah menyadari bahwa terorist Islam memang lebih berbahaya bagi bangsa Korea katimbang orang Yahudi. Ban Ki-Moon sangat beda dari SekJen sebelumnya yang gampang disogok yang sangat korup, apalagi Korea negara kaya, sulit orang seperti Ban Ki-Moon bisa disogok oleh orang2 Arab yang kaya seperti Sadam Hussein. Harga dirinya pun tinggi tak mungkin mau memalukan harga diri bangsanya. Demikianlah, tak banyak berita media yang melaporkan situasi Gaza Strip pasca pergantian SekJen. Hammas makin terjepit bukan berita penting. Sementara Abbas makin tergantung kepada Israel juga bukan berita penting. Berita yang penting justru pembunuhan atau penjagalan missionaris Korea Selatan oleh Taliban secara biadab. Secara politis, pembunuhan missionaris KorSel oleh Taliban menguntungkan posisi Israel karena bangsa KorSel menjadi lebih bersimpati kepada bangsa Israel daripada sebelumnya, bangsa KorSel bisa disadarkan kenyataan2 bahwa Islam memang agama yang maha biadab yang tidak mungkin bisa satu atap hidup dengan manusia2 beradab lainnya. Apakah Taliban yang membunuh missionaris KorSel itu juga anggauta Mossad yang disusupkan oleh Israel agar membuat bangsa KorSel makin benci kepada Islam daripada kepada Yahudi ??? Tanyakanlah jawabannya kepada Allah karena hanya Allah yang serba mengetahui. Kalo anda beriman kepada Allah, tentu Allah akan memberitahunya, dan anda bisa mengadu kepada Ban Ki-Moon bahwa pembunuh missionaris KorSel itu bukanlah umat Islam melainkan anggauta Mossad Yahudi yang berniat men-jelek2an muslim. Sama halnya, pemerkosaan massal amoy2 oleh umat Islam Indonesia juga merupakan kerjaan orang2 Kristen yang menyamar se-olah2 orang Islam untuk men-jelek2an umat Islam. Tentu laporan2 seperti ini cuma dipercaya Allah tak mungkin dipercaya manusia. Hammas menembakkan roketnya ke Israel, cukup dibalas dengan memutuskan semua hubungan listrik. Gaza gelap gelita, yang lapar berkesempatan mencuri makanan, yang dendam berkesempatan balas dendam, tidak mungkin kegelapan yang terjadi digunakan untuk kesempatan2 berbuat hal2 yang baik. Sekali2 pesawat2 Israel membomb menghancurkan beberapa pertahanan maupun tempat2 perbekalan Hammas. Waktu terus berjalan maju, detik per detik waktu yang berjalan adalah untuk Israel, setiap hari ada yang mati meskipun tidak banyak tapi pasti bukan karena serangan Israel tetapi hasil saling menyerang sesama Hammas. Abbas mengharapkan Israel berhasil memusnahkan Hammas, tapi Israel tentunya tidak merasa berkewajiban memusnahkan Hammas. Tidak ada aturan UN agar Israel memusnahkan Hammas. Silahkan baca World News dibawah ini dalam laporan aseli dari wartawannya: Israel dismiss Hamas call for ceasefire Hamas called today for a temporary ceasefire with Israel, a possible indication of the growing pressure the Islamic group faces after months of isolation in the Gaza Strip. Gaza's Hamas government "is ready to offer a truce at this time," Mohammed Awad, a senior Hamas official, told a Gaza website affiliated...
