Soal Anggota DPR komisi I sbg Calo Proyek dan Jabatan bukan informasi baru 
lagi.  Dubes RI untuk Afrika Selatan-Pretoria Slamet Rahadjo malah lebih berani 
mengatakan hal soal tabiat anggota DPR Komisi I itu tdk hanya ke orang2 
Indonesia saja malah mengatakan hal itu ke orang asing rekan2nya sesama dubes 
di AFSEl bagaimana  Slamet Rahardjo memanfaatkan Oknum Anggota Komisi I DPR 
mencaloi dirinya (tentu ada uangnya dehh..) sehingga bisa menjadi DUBES RI Di 
Pretoria padahal dirinya tidak lulus Fit & Proper Test.
Katanya  anggota kimisi I yang bisa dipake untuk calo adalah teman-teman  dari 
partai2 kecil kaya Partai Demokrat dan  PAN....


  Anggota DPR Disebut Jadi ''Calo'' --
Agung Minta Tunjukkan Bukti
   
  Jakarta (Bali Post) - 
Sebutan calo kepada anggota DPR kembali terdengar. Sebutan tak sedap itu datang 
dari Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Ia mengaku anggaran yang dikeluarkan 
Departemen Pertahanan (Dephan) dalam pembelian alat utama sistem pertahanan 
(alutsista) TNI membengkak karena adanya intervensi dari sejumlah anggota DPR.
  Terhadap tuduhan itu, Ketua DPR Agung Laksono meminta Menhan untuk 
menyertakan bukti dan data keterlibatan anggota Komisi I DPR yang membidangi 
masalah pertahanan dan hubungan luar negeri. ''Saya belum tahu masalah 
tersebut, itu masih merupakan pernyataan sepihak dari Menhan. Sebaiknya jangan 
asal menuduh saja,'' tegas Agung pada pers di Gedung MPR/DPR Jakarta, Kamis 
(25/10) kemarin. 
  Terhadap persoalan ini, Agung berjanji akan meminta keterangan dua orang 
angggota Komisi I DPR yang disebut-sebut terlibat percaloan alutsista sekaligus 
meminta penjelasan dari Menhan sendiri. 
  Perihal tudingan ini, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa 
(F-KB) Effendi Choirie mengaku belum mendengar adanya tudingan Menhan tersebut. 
''Saya tidak tahu soal itu dan terkejut, apalagi selama ini kerja sama di 
Komisi I DPR yang membidangi masalah pertahanan berjalan dengan sangat baik dan 
terbuka,'' ujarnya.
  Untuk itu, ia meminta Komisi I melakukan klarifikasi atas kabar tak sedap 
tersebut. Dalam masa sidang mendatang khususnya dalam rapat internal Komisi I 
masalah itu harus dibuka. ''Jika dalam rapat internal Komisi I ternyata tidak 
ditemukan adanya percaloan di Komisi I maka Menhan telah memberikan pernyataan 
yang ngawur.  Jika tidak benar maka Komisi I akan 'mengadili' Menhan dalam 
rapat kerja karena telah menyebarkan fitnah,'' kata Effendi balik mengancam.
  Ketua F-KB di DPR ini juga mengingatkan kepada para anggota Komisi I DPR agar 
tidak bermain-main dengan anggaran demi kepentingan dirinya atau parpolnya. 
''Jangan menjual nama Komisi I DPR untuk mendapatkan kepentingan pribadi,'' 
sarannya.

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke