http://batampos.co.id/content/view/33797/1/
Kekayaan Anggota KPK Rp9 M
Selasa, 13 November 2007
Harta Jaksa Antasari Naik Tiga Kali Lipat
JAKARTA (BP) - Sama-sama bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
harta kekayaan Deputi Pencegahan KPK Waluyo jauh melampaui kekayaan atasannya
Wakil Ketua KPK Amien Sunaryadi. Hal tersebut terungkap dalam paparan laporan
harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) 10 calon pimpinan KPK di Gedung KPK
Kuningan, kemarin (12/11).
Dengan jumlah sebesar Rp9,08 miliar dan 50.560 dolar AS, kekayaan Waluyo
juga melampaui sembilan calon lainnya. ''Saya bahkan paling kaya di KPK," bisik
Waluyo kepada JPNN, lantas tertawa.
Soal jumlah yang relatif besar, pria kelahiran Klaten tersebut
menjelaskan harta kekayaannya sebagian besar diperolehnya ketika bekerja
sebagai Vice President Bussiness Ethics and Assurance PT British Petroleum
Indonesia, sebuah perusahaan minyak multinasional. ''Saya bekerja di sana
sebelum di KPK sejak 1975, lebih dari 29 tahun," jelasnya.
Penambahan kekayaan Waluyo yang signifikan adalah dari sisi harta tak
bergerak dari Rp5,89 miliar pada pelaporan 28 Desember 2006 menjadi Rp6,27
miliar pada LHKPN per 31 Agustus 2007. Menurutnya, penambahan tersebut
dikarenakan naiknya harga NJOP tanah miliknya di Kawasan Pondok Indah. ''Itu
berdasarkan NJOP otentik yang saya lampirkan pada KPK. Sepertinya harga pasar
lebih tinggi dari itu," ujarnya sambil tersenyum.
Tak hanya tanah, kekayaan berupa surat berharga juga naik drastis dari
angka Rp584,182 juta menjadi 1,641 miliar dan 50 ribu dolar AS. ''Itu hasil
investasi termasuk ada saham ketika saya menjadi vice president (PT British
Petroleum, red) yang belum saya exercise," tambahnya. Bekerja selama empat
tahun di KPK, tak menambah banyak jumlah kekayaan lelaki berumur 51 tahun itu.
Lantas apa motivasinya jadi pimpinan KPK? ''Saya sudah merasa cukup
mengumpulkan uang.
Itu juga alasan kenapa saya masuk KPK empat tahun lalu," ujar Waluyo yang
mengaku dua anaknya yang beranjak dewasa sudah tak banyak memerlukan biaya
lagi.
Beda dengan Waluyo, harta kekayaan Amien Sunaryadi hanya sebesar Rp387,56
juta per 23 April 2007. Nilai itu tak berbeda jauh dengan nilai kekayaannya per
3 Oktober 2007 yakni sebesar Rp339,2 juta. Nilai itu bertambah dari sisi harta
bergerak dari sebesar Rp20 juta menjadi Rp72,5 juta. Utang miliknya pun
berkurang dari sebelumnya Rp140 juta menjadi Rp110 juta.
Tak percaya Amien yang pejabat negara punya harta sesedikit itu? "Saya
menyampaikan apa adanya. Silakan mengambil rincian LHKPN saya ke Direktur LHKPN
(untuk dicek, red). Saya izinkan," ujarnya kalem.
LHKPN paling mencolok adalah milik Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung
Muda Tindak Pidana Umum Antasari Azhar. Dari jumlah harta sebesar Rp926 juta
dan 35 ribu dolar AS pada 27 Juni 2001 naik menjadi Rp3,341 miliar per 26
Oktober 2007, atau meningkat tiga kali lipat. Penambahan harta signifikan
terjadi pada susu harta tidak bergerak dari Rp450juta menjadi Rp2,494 miliar.
''Tanah di Tangerang (senilai Rp1,925 miliar, red) diperoleh dari warisan
mertua pada tahun 2007," jelasnya. Tak hanya tanah yang didapat dari warisan,
pria berkumis itu juga menerima hibah mobil Toyota Camry dari mertuanya. "Mobil
itu lantas saya jual," ujarnya.
Pada acara yang dimulai pukul 10.00, Antasari memberikan klarifikasi isu
media massa soal kepemilkan rumah di kawasan Pondok Indah yang diduga didapat
saat dia menangani perkara yang melibatkan Tomy Soeharto. ''Saya tidak punya
rumah di Pondok Indah. Kalau ditemukan rumah, alamatnya di mana, nomor berapa
adalah rumah saya. Saya akan berikan pada yang menemukan," tantangnya.
Sementara itu, tujuh calon pimpinan lain kukuh mengatakan harta mereka
miliki adalah hasil keringat mereka, atau akumulasi dari hasil yang diperoleh
istri. ''Harta saya tak dinilai berdasarkan NJOP melainkan dari nilai yang saya
harapkan ada ketika saya jual," ujar calon pimpinan KPK dari unsur Polri Bibit
Samad Rianto.
Wakil Ketua KPK Sjahruddin Rasul mengungkapkan pihaknya meminta
masyarakat memberikan masukan kepada KPK jika harta kekayaan 10 calon yang
belum dilaporkan. (ein/jpnn)
--
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 46 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len
<<pdf_button.png>>
<<printButton.png>>
<<emailButton.png>>
