http://www.indomedia.com/poskup/2007/11/15/edisi15/opini.htm
Mengenang para bapak (Satu tahun deklarasi Hari Bapak) Oleh Inosentius Mansur Para perlu juga menyadari diri dan kemudian benar-benar bertindak dan melindungi keluarga dan rakyat. Figur pengayom dari seorang bapak merupakan hal yang sangat perlu demi terciptanya keluarga yang sejahtera, masyarakat yang adil dan makmur. TANGGAL 12 November tahun 2006 yang telah lewat terjadi sebuah peristiwa yang yang diadakan secara khusus untuk mengenang para bapak. Peristiwa itu adalah deklarasi Hari Bapak Nasional yang serentak dilakukan di dua tempat berbeda, Solo dan Maumere. PIP Solo menjadi promotor untuk wilayah Indonesia bagian barat dan Maumere di wilayah Indonesia bagian timurnya. Setahun sudah peristiwa ini sudah lewat, namun bukan berarti bahwa hal itu berhenti di situ saja. Panitia peringatan deklarasi Hari Bapak di Maumere merasa perlu untuk membuat peringatan peristiwa tersebut dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah dengan mengadakan seminar tentang bapak ditinjau dari beberapa aspek yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Bagi panitia, memperingati setahun deklarasi hari bapak itu bukan hanya sebuah rutinitas yang hanya bertujuan agar orang selalu ingat bahwa sudah ada Hari Bapak, tetapi ada maksud yang lebih mendalam dan lebih mulia di balik semuanya itu. Salah satu tujuan dari panitia dengan diadakannya peringatan itu adalah mendendangkan tradisi baru dalam rangka membangunkesadaran akan keluhuran figur dan peran seorang bapak dalam wilayah nusantara maupun dalam kacamata kemanusiaan universal. Peringatan ini dirasakan sangat perlu, mengingat bahwa kita semua tidak mungkin menyangkal akan pentingnya posisi dan peran dari figur seorang bapak dalam hidup manusia. Bapak memainkan fungsi yang unik dan memiliki kekhasannya tersendiri. Ia berada pada posisi yang cukup strategis dan dengan caranya sendiri telah menjadi nafas kehidupan keluarga. Oleh sebagian orang, peran dari para bapak itu dilukiskan ibarat 'detak dalam nadinya' keluarga. Apa artinya sebuah kehidupan tanpa kehadiran seorang bapak? Banyak orang melukiskan dengan beragam cara akan pentingnya peran seorang bapak dalam sebuah lingkungan keluarga. Semuanya itu menghantar orang kepada suatu pengakuan akan betapa strategisnya peran yang diemban oleh seorang bapak. Berkaitan dengan salah satu tujuan diadakannya peringatan hari bapak seperti yang tertera di atas, apa yang hendak kita lakukan? Sonora Louise Smart Dodd adalah penggagas utama Hari Bapak di Amerika Serikat. Sonora merasa terkesan dan kagum karena ayahnya memelihara dia dan beberapa orang saudaranya tanpa seorang ibu. Cara yang dipakai oleh Sonora waktu itu adalah dengan menganjurkan agar para bapak dihormati dengan mengadakan kebaktian khusus, perjamuan khusus, pemberian kado dengan memakai bunga mawar : mawar merah untuk para bapak yang masih hidup dan mawar putih untuk para bapak yang telah berpulang (Bdk. Tulisan Alo Liliweri "Analisis Sosio-Komunikasi Ke Arah Pembentukan Bapak Harapan" dalam Figur Bapak Harapan, Editor: Rm. Richard M. Buku Pr. Penerbit : Ledalero). Untuk wilayah nusantara dan lebih khusus lagi NTT, tentunyakita juga berharap agar apa yang telah dibuat oleh Sonora itu dilakukan juga di wilayah kita ini walaupun dengan cara yang mungkin agak lain. Mengapa? Karena kita dapat mengenang para bapak berangkat dari situasi kita. Mendendangkan tradisi untuk menghormati para bapak seperti yang menjadi salah satu tujuan panitia peringatan deklarasi Hari Bapak tadi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar para bapak diberi waktu dan tempat yang khusus sebagai wujud rasa cinta kita terhadap mereka. Kita memberi apresiasi terhadap peringatan Hari Bapak ini sebagai sesuatu yang bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan juga merupakan momen yang paling tampan agar kita bisa menyadari pentingnya peran bapak dalam kebersamaannya dengan ibu. Kesatuan peran antara keduanya adalah landas pijak yang tidak bisa dilepaspisahkan dari adanya waktu khusus untuk menghormati para bapak. Selain itu, peran dari seorang bapak juga dapat kita lihat dari berbagai perspektif dan tidak semestinya hanya dilihat dari perannya dalam keluarga. Alasannya karena bapak itu merupakan faktor penentu di berbagai sisi kehidupan manusia. Penulis mengajak kita sekalian untuk melihat peran bapak dalam keseluruhan aspek yang tidak bisa dilepaspisahkan dari hidup harian kita, termasuk dari aspek sosio-politis. Berbicara tentang bapak dan lalu dikaitkan dengan aspek politis hendaknya terlebih dahulu dibandingkan dengan peran bapak dalam keluarga. Peran bapak seyogianya menjadi pengayom bagi anak-anaknya, pencari nafkah dan lain-lain. Dengan ibu, bapak menjadi promotor kesejahteraan keluarga dan bertanggung jawab penuh terhadap kelangsungan hidup keluarga. Figur bapak seperti itu juga dirindukan dalam kaitannya dengan aspek politis. Sifat dan keutamaan yangdiemban oleh bapak dalam keluarga mesti juga menjadi sifat dan keutamaan yang diemban oleh bapak-bapak yang berperan di dalam dunia politis terutama yang berkaitan dengan pengambilan kebijakan umum. Sifatnya adalah melindungi masyarakat dari ketidakadilan dan keutamaannya adalah menciptakan situasi yang sekondusif mungkin agar rakyat tidak terpenjara dalam ketidaktentuan. Faktanya bahwa di bidang politik, terkadang para bapak itu bertindak sangat bapakisme dan mengabaikan kepentingan umum yang semestinya menjadi keutamaannya. Seringkali kebenaran diporak-porandakan oleh berbagai argumen logis yang pada intinya adalah menghakimi hukum. Dengan demikian, kebenaran itu acapkali sarat dengan praktek yang berbau konspirasi. Bapak dalam bidang politik juga sering menjadi orang yang sangat pandai beretorika. Menjelang pemilihan 'orang nomor satu' di NTT, yang tidak lama lagi akan dilaksanakan, hal ini sangat mungkin terjadi. Retorika mereka adalah bagaimana mengelabui rakyat dengan janji, toh untuk merealisasikannya akan cukup sulit. Mengapa? Karena apa yang menjadi keutamaan mereka terkadang bukan lagi rakyat melainkan diri sendiri. Banyak wacana yang berbicara dan membahas praktek korupsi, misalnya, tetapi itu tidak serta merta membuat praktek itu akan hilang. Malah kalau kita jujur praktek semacam itu sepertinya sudah menjadi tradisi walaupun orang tidak melakukanya secara terang-terangan. Atas alasan yang telah dipaparkan di atas, peringatan terhadap deklarasi hari bapak itu merupakan sebuah momen yang niscaya mengakui eksistensi bapak serta peran vital yang telah mereka lakoni selama ini. Munculnya ide untuk diadakannya peringatan itu bukanlah tanpa alasan yang masuk akal. Ya, itu tadi bahwa bapak memang pantas untuk dikenang sebagai orang yang telahberjasa terhadap kehidupan keluarga dan masyarakat. Kendatipun demikian, hal ini bukanlah bermaksud untuk meligitimasi budaya yang terkesan patriakhat. Memang, sewaktu ide untuk mengadakan deklarasi Hari Bapak disampaikan, banyak orang yang merasa heran karena mereka memiliki ketakutan bahwa jangan-jangan hal itu akan menjadi peristiwa yang dapat mengkultuskan para bapak. Keadaan psiko-sosial masyarakat kitalah yang menjadi alasan mengapa ide untuk mengadakan satu hari khusus untuk para bapak itu menjadi tanda tanya besar dan sekaligus mendatangkan kecemasan dari pihak-pihak yang sedang gencarnya memperjuangkan kesetaraan hak antara pria dan wanita. Tetapi sesungguhnya, satu hari khusus untuk bapak itu merupakan peristiwa yang dapat digunakan sebagai momen bagi para bapak untuk kembali ke dalam diri sendiri dan bertanya, apa yang telah mereka lakukan selama hidupnya? Apakah ia telah memperkuat budaya patriarkhat ataukah ia telah berperan untuk memainkan kemitraan parentalnya dengan ibu? Ada banyak hal lain lagi yang bisa dibahas sebagai sesuatu yang dapat menjadi titik pijak bagi kita dalam melihat dan memahami peran para bapak, tetapi satu hal yang sangat diharapkan agar dari semuanya itu, para bapak juga dapat menyadari diri dan kemudian benar-benar bertindak dan melindungi keluarga dan rakyat. Figur pengayom dari seorang bapak merupakan hal yang sangat perlu demi terciptanya keluarga yang sejahtera, masyarakat yang adil dan makmur. Hari Bapak merupakan momen yang terbaik agar para bapak yang selama telah berkecimpung dalam berbagai aspek kehidupan manusia merefleksi diri dan agar mereka terus memberikan yang terbaik demi kejayaan hidup keluarga, rakyat berbangsa dan bernegara.Bapak yang selama ini menjadi tokoh utama dalam berbagai sendi kehidupan, entah politik, pembangunan dan terutama keluarga dapat mengambil hikmah dari Hari Bapak dengan terus membenah diri, apakah mereka telah mempersembahkan apa yang terbaik ataukah terkadang menjadi tirani dalam berbagai sendi kehidupan. Bagi anak-anak, Hari Bapak juga dapat digunakan sebagai saat yang tepat untuk merekonsiliasi hubungan dengan bapak bila selama ini terjadi sedikit salah pengertian yang menyebabkan retaknya hubungan dengan bapak. Anak-anak juga dapat menggunakan hari bapak sebagai saat untuk mengenang para bapak yang telah berjasa atas hidup mereka. Bagi para ibu, Hari Bapak ini adalah waktu terindah untuk tetap berkomitmen dengan bapak dalam mempertahankan keutuhan hidup berkeluarga. Karena hal itulah yang sangat mempengaruhi kehidupan anak dalam kebersamaannya dengan orang lain.
