-------
Kalla : Orang Partai Jangan Takut Pada KPK
Selasa, 20 November 2007 | 22:35 WIB 

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Jusuf Kalla mengatakan bahwa peran 
orang-orang partai dalam upaya pencegahan korupsi sangat penting. "Komisi 
Pemberantasan Korupsi itu lahir dari tangan orang-orang partai seperti Golkar," 
kata Kalla pada Acara Diskusi dan Saresehan dengan Partai Gollkar di Hotel 
Bidakara, Selasa malam (20/11). 

Karena itulah Kalla berpesan bahwa tidak sepatutnya orang-orang partai justru 
ketakutan dengan apa yang sebelumnya mereka prakarsai. "Singkronisasi inilah 
yang harus dimunculkan partai, sehingga penegakan korupsi bisa konsisten 
dilakukan." 

Kalla meminta agar Dewan juga tidak merasa takut dengan setiap langkah yang 
dilakukan KPK, sejauh upaya-upaya itu untuk penegakan hukum 
positif."Orang-orang partai itu yang membuat undang-Undang tentang KPK, jadi 
jangan takut kalau penegakan hukumnya ketat," kata dia. 

Kalla juga mengingatkan agar partai meningkatkan perannya terhadap rakyat 
supaya kepercayaan rakyat tidak menurun."Jangan muncul anggapan hari ini partai 
dibutuhkan tetapi besok malah dicurigai rakyat," kata Kalla.

Dalam kesempatan itu Jusuf Kalla juga berpesan agar peran partai jangan sebatas 
untuk kepentingan pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah saja. "Jangan 
melihat peran partai itu saat dibutuhkan saja, yaitu saat untuk pemilihan 
Presiden atau kepala daerah." 

Hadir dalam kesempatan ini tokoh-tokoh senior Partai Golkar seperti Cosmas 
Batubara, Oetojo Oesman, Hartarto, dan Sukardi. Tampak pula jajaran pimpinan 
partai seperti Theo L Sambuaga, Andi Mattalatta, Muladi, Priyo Budi santoso, 
Soemarsono, dan Siswono Yudhohusodo. 

Salah seorang sesepuh Golkar, Sukardi, menyatakan Golkar jangan malu-malu untuk 
mengambil kekuasaan. Karena dibentuknya partai tujuannya untuk kekuasaan. 
"Tetapi jangan lupa, kalau sudah berkuasa ingat rakyat, disiplin harus 
ditegakkan, kalau mencalonkan cukup satu saja," kata dia. 

Ketua DPP Partai Golkar Syamsul Ma'arif menegaskan bahwa untuk pencalonan 
presiden, Partai Golkar harus menang dulu dalam Pemilu 2009. "Kalau menang, 
sangat layak ketua umum jadi calon presiden," kata dia. Anton Aprianto 

Kirim email ke