Refleksi: Suara Karya kemarin memberitakam 400.000 ha sawah kekeringan, 57.714 ha gagal panen.
http://jawapos.com:80/index.php?act=detail_c&id=313632 Rabu, 21 Nov 2007, Mulai Tahun Depan Tak Impor Beras JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah mulai 2008 tidak lagi mengimpor beras untuk memenuhi stok pangan nasional. Kalla yakin, produksi beras nasional meningkat berkat program nasional penyaluran benih bersubsidi. "Tahun depan tidak boleh ada impor beras lagi. Produksi beras nasional harus ditingkatkan dengan penyaluran bibit dan perluasan lahan pertanian," ujar Kalla ketika membuka Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (Kipnas) IX di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, kemarin. Kipnas yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Depdiknas diikuti 500 ilmuwan dalam dan luar negeri. Ilmuwan dunia yang hadir, antara lain, pakar teknologi nanofotonik untuk mengatasi pemanasan global dari Turki Profesor Hilmi Volkan Demir, pakar otomotif hemat energi dari Jepang Kenji Watane, dan pakar nuklir dari Korea Lee Myung Key. Hadir pula pakar keanekaragaman hayati Inggris Dr Michael Goodfellow, pakar kesehatan dari Malaysia Dr Mohd. Saleh Yasin, dan mantan Presiden India yang juga pakar roket balistik Abdul Kalam. Kalla mengatakan, kebijakan pemerintah pusat untuk membagikan benih padi bersubsidi dan memperluas lahan pertanian terbukti mampu meningkatkan produksi beras dari 1,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton per tahun. Padahal, menurut dia, pembagian benih padi gratis baru efektif dilakukan separo di antara daerah target penerima. Kalla mengecam pemerintah daerah yang terlambat membagikan benih gratis sehingga target peningkatan produksi beras dua juta ton tahun ini belum tercapai. Wapres menuding keterlambatan itu disebabkan ketakutan pemimpin daerah mengambil risiko dengan menunjuk langsung pengadaan benih dari BUMN yang ditunjuk pemerintah pusat dan memilih menggunakan mekanisme tender. Akibatnya, benih yang seharusnya mulai dapat ditanam pada musim tanam Maret 2007 mundur hingga musim tanam musim penghujan Oktober-November tahun ini. Kalla menegaskan, bila kebijakan pemerintah pusat dijalankan dengan konsekuen oleh pemerintah daerah, Wapres Jusuf Kalla yakin bahwa tahun depan produksi beras melebihi dua juta ton. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu lagi mengimpor beras. "Saat ini produksi beras nasional berangsur meningkat sekitar 1,8 juta ton. Diharapkan, pada tahun ini stok kita aman," katanya. Karena stok pangan nasional tahun ini aman, Wapres menjamin pemerintah tidak akan mengimpor beras untuk menambal defisit. Dia juga yakin, mulai tahun depan pemerintah tidak akan mengimpor beras lagi. "Syaratnya, seluruh kepala daerah menjalankan kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat, mulai penyaluran bibit unggul hingga perluasan lahan pertanian," tutur Kalla. Karena dinilai efektif, tahun depan pemerintah akan meneruskan program pemberian benih gratis dengan alokasi dana Rp 1 triliun. Pemerintah juga membentengi kepala daerah yang melakukan penunjukan langsung dari proses hukum dengan surat edaran menteri pertanian, jaksa agung, dan Kapolri. "Intinya, pemerintah mengizinkan pemerintah daerah menunjuk langsung penyedia benih tanpa proses tender sesuai Perpres 80 Tahun 2003. Asalkan, harganya tidak melebihi harga patokan yang ditetapkan pemerintah," paparnya. Pertengahan tahun ini Bulog mengimpor 1,5 juta ton beras dari Thailand dan Vietnam untuk menekan peningkatan harga beras dalam negeri. Berkaitan dengan perluasan lahan persawahan, Kalla menuturkan, kebijakan tersebut dapat digantikan dengan intensifikasi lahan persawahan saat ini sehingga mampu menghasilkan beras yang lebih banyak. "Tidak mungkin kita bilang mari kita perluas sawah kita. Kalau kita perluas lagi sawah kita, berarti kita harus menebang lagi hutan. Yang penting adalah bagaimana kita duduk bergotong royong untuk meningkatkan produktivitas," terangnya.(noe
