http://www.banjarmasinpost.co.id/content/view/8048/1/
Siksaan Polisi Lebih Mengerikan
Sabtu, 24-11-2007 | 01:36:00
JAKARTA, BPOST - Setengah bulan lamanya Manfred Nowak mengunjungi
Indonesia. Petugas pelapor khusus PBB mengenai penyiksaan ini menemukan kasus
penyiksaan di kantor polisi lebih kejam ketimbang penjara.
"Tahanan lebih rentan terhadap penganiayaan saat mereka berada dalam
tahanan polisi daripada di penjara," kata Nowak dalam jumpa pers di Kantor PBB,
Menara Thamrin, Jakarta, Jumat (23/11).
Masalah penyiksaan oleh polisi, lanjut dia, telah menyebar cukup luas,
sehingga memerlukan perhatian secepatnya dari pemerintah.
Dalam beberapa contoh, Nowak tiba di kantor polisi ketika pemukulan
sedang berlangsung. Dia mengaku prihatin tentang adanya beberapa bentuk
intimidasi yang terjadi di tempat penahanan.
Beberapa jenis penganiayaan yang dilaporkan kepada Nowak dan dikuatkan
analisa dari ahli medis pun variatif. Antara lain pemukulan dengan tangan
kosong, tongkat rotan atau tongkat kayu, kabel, batang besi dan palu.
"Pada beberapa kasus, polisi menembak tahanan di kaki mereka dalam jarak
dekat, atau menyengat mereka dengan arus listrik.
Pada banyak contoh, tujuan dari kekerasan ini adalah untuk mendapatkan
pengakuan bersalah dari tersangka," kata Nowak.
Namun Nowak tidak menyebutkan secara rinci di mana saja kejadian
tersebut. Dia hanya menyebutkan lokasi yang dikunjunginya.
Antara lain di Jakarta, Papua, Sulawesi, Jawa Tengah, dan Jogjakarta. Di
setiap kota, selain mengunjungi kantor polisi, juga menyambangi panti-panti
rehabilitasi, penjara dan lain-lain. ant/dtc