http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007112701121532

      Selasa, 27 November 2007 
     

      NASIONAL 
     
     
     

Kekerasan:TKW Cianjur Disetrika Majikan 


      CIANJUR (Lampost): Daftar tenaga kerja wanita (TKW) korban kekerasan 
majikan di Arab Saudi bagai tak pernah putus. Tina Fatimah binti Ujang (23), 
warga Kampung Pamokol RT 02/RW 05, Desa Sukamanah, Karangtengah, Cianjur, Jawa 
Barat, kembali ke desanya dalam keadaan luka parah akibat disetrika sang 
majikan.

      Kini Fatimah tergolek lemah di rumah mungilnya. Luka bakar menghitam di 
paha, punggung, dan tangan, ditutupinya dengan kain. "Jika dianggap salah, saya 
langsung disetrika," kata wanita berkulit putih itu lirih, Senin (26-11).

      Fatimah berangkat ke Arab Saudi tanggal 20 Maret 2007 melalui sebuah 
PJTKI di Jatinegara, Jakarta Timur. Fatimah ditempatkan di Tabuk, Saudi, dengan 
majikan pasangan Abdur Rahman Syakir Alsyarif--Samaan Abdullah. Semula, Fatimah 
bekerja di rumah pasutri.

      Siksaan baru muncul pada bulan kelima. Dia jelas tidak kerasan dan 
berusaha kabur. Tapi istri majikannya selalu mengawasi sehingga dia 
mengurungkan niatnya. Untunglah ada seorang kerabat majikan Fatimah 
membantunya. Dengan bantuan itulah dia bisa berhubungan dengan KBRI di Arab 
Saudi dan akhirnya pulang ke Indonesia dengan uang seadanya.

      Fatimah berada di Tabuk selama sembilan bulan. Dan selama itu pula 
gajinya belum dibayar sepeser. Dia tiba di Cianjur, Kamis (22-10), pukul 21.00. 
Keluarganya menyambut dengan prihatin karena selama ini Fatimah tak pernah 
mengadukan penderitaannya selama di negeri Petrodolar itu.

      Yayang (29), suami Fatimah, menyatakan pihaknya akan menuntut PJTKI 
bernama PT Marcoria Putra yang memberangkatkan istrinya ke Arab Saudi.

      "Kami akan menuntut hak-hak istri saya yang belum diterima. Hari ini saya 
akan ke Jakarta menemui PJTKI tersebut," kata Yayang yang bekerja sebagai buruh 
ini.

      Fatimah dan Yayang telah dikaruniai seorang anak yang masih balita. 
Kemiskinanlah yang mendorong Fatimah merantau ke negeri orang.

      Sebelum bekerja di Tabuk, Fatimah juga telah bekerja di Arab Saudi. 
Periode pertama bekerja di tanah orang dilewatinya dengan manis. Karena itulah 
dia berangkat ke Arab Saudi lagi Maret lalu. Namun justru duka yang didapatnya. 
n R-
     

<<bening.gif>>

Kirim email ke