http://id.christianpost.com/dbase.php?cat=missions&id=293

Forum Mesjid di Bandung Demo, Tuduh Gereja Lakukan Pemurtadan


Saturday, Dec. 1, 2007 Posted: 9:29:07PM PST



Tidak suka sebuah gereja menggunakan gedung serba guna setempat untuk tempat 
ibadah Kristiani dan menuding telah dilakukan pemurtadan, Forum Mesjid setempat 
mendatangi dan berdemo di depan Gedung serba guna Kawaluyaan yang terletak di 
Jalan Kawaluyaan 10, depan MTC Soekarno Hatta, Bandung, Minggu (25/11) lalu.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Dewan Kemakmuran Masjid (FK-DKM) Kawaluyaan, 
Amin Safari, gedung serba guna tersebut sudah lama berubah menjadi tempat 
ibadah sebuah gereja. "Setiap hari minggu, gedung serba guna tersebut menjadi 
tempat ibadah kaum Batak Karo Protestan," katanya disela demo kepada yang 
dikutip Obor Indonesia.

Menurut Amin, pihaknya kesal lantaran menduga piha gereja belum mendapat izin 
untuk beribadah. Selain itu, Amin menambahkan, bahwa selain beribadah disekitar 
Kawaluyaan, mereka juga diindikasikan melakukan pemurtadan. "Makanya, kita 
bersama Ormas se-Kota Bandung memintanya untuk ditutup," katanya.

Masih dalam hari yang sama, Forum itu juga mendatangi tiga titik di daerah 
Kawaluyaan lainnya yang mereka perkirakan menjadi tempat ibadah. "Satu toko 
beserta dua dua rumah juga kita datangi," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan dari pihak Gereja Batak Karo Protestan 
(GBKP), Sembiring, menyatakan, bahwa pihaknya sudah melapor terkait pelaksanaan 
pembinaan iman tersebut. "Kita sudah lapor ke Kanwil Depag Jabar, makanya kita 
berani menggelar pembinaan iman seminggu sekali," ujarnya.

Masih menurut Sembiring, pihaknya menepis pernyataan FK-DKM yang mengatakan 
pihaknya tengah melakukan pemurtadan. "Kita hanya menggelar pembinaan iman 
terhadap Batak Karo Protestan saja, tidak terhadap lainnya," ungkapnya.

Sembiring menambahkan, pihaknya telah melakukan dialog dengan FK-DKM, seusai 
acara pembinaan iman. "Kesimpulannya, kita akan meninggalkan gedung serba guna 
tersebut, dan kita akan pindah, tapi belum tahu pindah kemana," ujarnya.



Sandra N.N Pasaribu

++++

http://id.christianpost.com/dbase.php?cat=missions&id=292



Belasan gereja akan dirusak dalam dua minggu ke depan, kata Ketua FKKI Jabar

Wednesday, Nov. 28, 2007 Posted: 1:57:14PM PST



Pengrusakan gereja kembali terjadi baru-baru ini. Minggu lalu, ratusan 
ekstrimis Muslim menyerbu dan merusak sebuah gereja Protestan di Jawa Barat di 
tengah situasi beragama yang cukup tegang di propinsi itu, lapor sebuah 
organisasi Belanda kemarin.

Open Doors Belanda mengatakan bahwa sekitar "250 Muslim radikal" dari Aliansi 
Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP) memaksa masuk ke Gereja Kristen Pasundan (GKP) 
di sebelah selatan Bandung pada 18 November lalu, dan "merusak kunci pintu 
gereja."

Gereja sedang kosong pada saat itu dan pimpinan gereja Pdt Christine Yohanes 
sedang pergi, namun suami dan anak-anaknya ada dan terpaksa bersembunyi, kata 
Open Doors, mengutip sumber mereka disana.

Setelah mengadakan "ibadah Islam dan mengucapkan doa-doa" di gereja, mereka 
mulai "merusak bagian dalam (interior) gereja dengan tongkat dan pisau," kata 
Pdt Simon Timorason, ketua FKKI (Forum Komunikasi Kristiani Indonesia) Jabar.

Serangan 

Mereka merusak instalasi suara, kaca dan bangku-bangku, yang kemudian dibawa 
keluar, kata Simon. Ini bukan pertama kalinya aktivis AGAP menyerang gereja 
itu, yang mempunyai 300 jemaat dan telah berdiri lebih dari setengah abad.

Pada tahun 2005 ada laporan serupa dimana jemaat dipaksa menutup gereja mereka 
oleh pemerintah setempat yang menuduh mereka kekurangan dokumen-dokumen yang 
dibutuhkan.

Timorason mengatakan bahwa polisi ragu untuk turut campur, meskipun dilaporkan 
dua tersangka telah ditahan. "Kami mendesak pemerintah untuk menganggap kasus 
ini sangat serius karena kami mendengar bahwa duabelas gereja lainnya 
direncanakan akan diserang [ekstrimis] dalam beberapa minggu mendatang."

Dalam beberapa tahun ini lebih dari 100 gereja ditutup di Jawa Barat, ditengah 
keprihatinan yang mendalam dari umat Kristiani Indonesia. Selama tahun 2007, 
setidaknya 25 tempat ibadah Kristiani telah dipaksa tutup, atau diserang dan 
dirusak oleh ekstrimis, tambah Open Doors. Namun, pelakunya tetap bebas. 




Sandra N.N Pasaribu

<<1pixelcfdod5.gif>>

Kirim email ke