Mengerikan sekali deh Sunny, apa keluarga si pembacok itu tidak tahu kalau anaknya itu berbahaya? kalau sudah tahu lalu menyembunyikan supaya tidak ditolak, jahat banget tuh keluarga. mesti dihukum secara moral oleh masyarakat. Bagaimana kalau bukan si pendeta itu saja yang dibacok tapi anggota keluarga yang lainnya? dimana tanggung jawab keluarga yang menitipkan orang gila itu?
salam prihatin, mj --- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > http://id.christianpost.com/dbase.php?cat=church&id=792 > > Pendeta Gereja Methodis Indonesia Kritis, Dibacok Saat Doakan Jemaat > > > Wednesday, Dec. 12, 2007 Posted: 9:23:35AM PST > > > > Pendeta Gereja Methodis Indonesia (GMI) di Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pdt Togap Siagian (40), dibacok seorang pria sampai kritis pada Rabu (5/12) di rumah korban. Korban tersungkur setelah 4 kali dibacok pelaku. > > Pada hari itu, tersangka SP (49) dititipkan keluarganya di rumah korban untuk dilayani atau didoakan oleh korban atas penyakit yang diderita tersangka, menurut Harian SIB. Namun tiba-tiba, sorenya SP membacok tangan dan kepala Togap. > > Tetangga dan jemaat korban setelah mendengar peristiwa itu, segera berkerumun ke rumah korban dan melarikan Pdt Togap ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan pertolongan. Sedang tersangka diamankan para warga dan menyerahkannya ke polisi. > > Kapolres Labuhanbatu AKBP Tagam Sinaga mengatakan, tersangka SP diduga menderita sakit ayan atau keterbelakangan mental. > > Salah satu adik korban, Siagian, mengatakan, Pdt Togap iklas menerima tersangka dirumahnya setelah keluarga tersangka datang memohon agar korban didoakan supaya segara sembuh dari sakit yang dideritanya. Korban semula tidak mengira akan dibacok tersangka. > > ¡°Dia tidak menyangka akan terjadi seperti ini," ujar Siagian. "Keluarga berharap agar Tuhan memberi kekuatan kepada korban segera siuman dan sembuh dari luka bacok tersebut," ujarnya. >
