http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=42683&ik=6
Kapal Pakistan 'Dibom' Teroris di Pelabuhan Priok Senin 17 Desember 2007, Jam: 19:40:00 JAKARTA (Pos Kota) - Kapal berbendera Pakistan yang membawa bom ke area Pelabuhan Tanjung Priok membuat 200 petugas keamanan kalang kabut. Setidaknya ada 15 instansi keamanan terkait mengepung kapal tersebut guna mengatasi bom dan kawanan teroris di dalam kapal tersebut. Satu persatu orang yang ada di sekitar dermaga dievakuasi, mobil pemadam kebakaran, petugas kesehatan, mobil dan motor patroli Polres KP3, kapal TNI AL, Polisi Air, Yon Air, petugas JICT, MTI, TPK Koja, Pelindo II semuanya dikerahkan. Peristiwa itu hanya sekenario join exercise (latihan sungguhan) Drill & Exercis ISPS Code terpadu mengatasi teroris yang membawa bom di dalam sebuah kapal kargo yang dilaksanakan Adpel Tanjung Priok bersama 15 instansi keamanan serta BUMN pelabuhan. Direktur Latihan Drill & Exercis ISPS Code, Pandji Nirwana menjelaskan latihan gabungan tersebut diperlukan jika suatu saat terjadi ancaman teror. "Sejak Pelabuhan Utama Tanjung Priok menerapkan ISPS Code, baru pertama kali kami melakukan latihan bersama dengan instansi keamanan lainnya yang personilnya cukup banyak lebih 200 orang," ujar Pandji kepada wartawan. "Kita berharap latihan ini dilaksanakan tiga bulan sekali." Direktur KPLP, Jhoni Algamar, Adpel Tanjung Priok, Bobby Mamahit dan Kapolres KP3, AKBP AR Yoyol menambahkan sesuai sertifikasi ISPS Code latihan drill & exercise suatu kewajiban yang harus dilaksanakan setiap pelabuhan minimal satu kali setahun dan paling lama 18 bulan khususnya yang dinyatakan comply.
