Refleksi: Apakah tidak ada berita tentang korupsi yang dituduhkan kepada Pak 
Harto oleh StAR telah berubah menjadi korupsi little fish atau la corruption 
d'un poisson tres petit?

http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=9790

Rabu, 02 Jan 2008,



KPK Prioritaskan Korupsi Big Fish 


JAKARTA - Pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji 
memprioritaskan penanganan kasus-kasus korupsi kakap. Prioritas itu tertuang 
dalam rencana strategis KPK periode 2007-2011 yang akan dipaparkan kepada pers 
Kamis (3/1) besok. 

"Sesuai tuntutan undang-undang, kami akan prioritaskan yang big fish. Yang 
kecil-kecil biar KPK melakukan supervisi," ujar Wakil Ketua KPK Haryono kepada 
Jawa Pos kemarin (2/1). 

Lalu, apa kasus yang dibidik KPK? Mantan anggota Badan Pengawasan Keuangan dan 
Pembangunan (BPKP) itu tak mau menyebutkan secara spesifik. Menurut dia, 
sebelum pergantian tahun lalu, lima pimpinan KPK bertemu para deputi. Mereka 
menganalisis kondisi yang ada, termasuk kasus-kasus warisan kepemimpinan lama. 

Seperti janji mereka kepada DPR saat seleksi, para pimpinan KPK akan melakukan 
rapat dengar pendapat (RDP) tiap semester untuk memaparkan kasus-kasus yang 
mereka tangani. Soal rencana strategis, tambahnya, pihaknya menetapkan target 
per tahun. Salah satunya mengacu pada kebijakan jangka panjang KPK sampai 2012 
yang disusun pimpinan lama. 

Meski mengincar kasus-kasus besar, KPK tetap melakukan tindak pencegahan secara 
simultan. "Biar nggak bocor," ujarnya. Namun, berbeda dengan pimpinan lama, 
pencegahan tak hanya dengan mengadakan pendidikan antikorupsi bagi masyarakat, 
tapi lebih menciptakan platform antikorupsi.

Menurut Haryono, korupsi di birokrasi terjadi mulai tingkat bawah sampai atas. 
Kegiatan perencanaan dan penganggaran jadi titik kritis korupsi. "Kita 
prioritaskan bagaimana membuat pencegahan sistemik. Tapi, capek juga kalau 
hanya menekankan agar sistem diterapkan," tuturnya. 

Para penyelenggara negara, tambahnya, harus diberi penyadaran bahwa kekuasaan 
yang mereka miliki tidak dari langit, tapi amanah yang harus 
dipertanggungjawabkan. Bukan hanya itu. Masyarakat harus disadarkan agar tak 
menganggap praktik korupsi sebagai hal yang wajar. "Harus disadarkan dari sisi 
supply yakni para birokrat dengan demand yakni masyarakat," ujarnya. 

Selain soal renstra, KPK akan memaparkan pembagian tugas bagi para pimpinan. 
Minus Antasari Azhar yang jelas didaulat sebagai ketua, posisi Haryono, Chandra 
M. Hamzah, M. Jassin, dan Bibit Samad Riyanto masih belum jelas. Pada 
kepemimpinan sebelumnya, bidang penindakan dipegang Tumpak Hatorangan 
Panggabean, Bidang Pencegahan oleh Sjahruddin Rasul, bidang pengawasan internal 
dan pengaduan masyarakat oleh Erry Riyana Hardjapamekas. Selain itu, bidang 
informasi dan data dipegang Amin Sunaryadi. (ein

Kirim email ke