Pernik-Pernik Cinta

Disaat malam tiba, kami berbincang. Ternyata banyak hal terkadang
sepele namun sering menimbulkan salah pengertian antara saya dan
istri. Misalnya pemberian susu kotak saya yang menyebabkan Hana
menjadi sakit diare. Istri saya mengatakan itu bukan sayang ama anak
tapi beracuni.

Melihat dari sudut pandang istri saya tentunya memang saya patut
disalahkan dan saya harus mengakui apa yang telah saya lakukan adalah
hal yang salah dan itulah yang disebut dengan pernik-pernik cinta.
 
Mengarungi kehidupan tak ubahnya mengarungi samudera, terkadang lautan
tenang dan angin sumilir, tetapi terkadang tanpa diduga datang ombak
besar.  Bagi orang yang faham sunnatullah laut, maka ia bisa berhitung
kapan musim ombak dan kapan musim tenang. Tetapi kehidupan juga sering
diungkapkan sebagai "tersandung di jalan rata", terpeleset oleh
"kerikil" kehidupan, dan sebagainya. Sudah banyak makan asam dan garam
kehidupan. Meski begitu tetap saja anda masih dihadang oleh banyak
problem.

Pernik adalah benda kecil tetapi menarik perhatian. Pernik-pernik
hidup adalah sesuatu yang sebenarnya tidak prinsipil, tetapi karena
menarik perhatian, maka ia bisa menyita perhatian suami dan isteri
sehingga mendistorsi proporsionalitas masalah.

Manusia sebagai individu adalah unik. Rumah tangga adalah
mempersatukan dua keunikan, keunikan suami dan keunikan isteri. Jika
keunikan suami dan keunikan isteri menjadi sinergi maka rumah tangga
itu mampu mempersepsi stimulus secara proporsional. Tetapi jika dua
keunikan itu bertolak belakang, maka segala yang pernik-pernik
dipersepsi menjadi prinsipil, dan meresponya juga dengan sikap
prinsipil berpijak pada keunikan masing-masing. Jika keadaan sudah
demikian maka sakinah akan menjauh dari rumah tangga, dan sebagai
gantinya adalah kesalahfahaman yang berkesinambungan. Rumah tangga
tidak lagi menjadi "surga" tetapi menjadi "neraka".


Salam Cinta,
Agussyafii

=======
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye "Keluargaku, Surgaku"
silahkan kirimkan dukungan dan komentar anda di
http://agussyafii.blogspot.com atau sms 0888 176 48 72



Kirim email ke