Orang Yang Dikagumi Dunia Selalu Seagama Seiman Dengan Kita !!! Banyak umat Islam yang menganggap Einstein beragama Islam meskipun kenyataannya dia beragama Yahudi. Banyak juga umat Kristen yang menganggap Einstein beragama Kristen. Semua ini se-mata2 karena mengagumi orang yang dipercayanya beragama sama dengan dirinya.
Hal yang sangat absurd adalah MUI yang mengeluarkan fatwa haramnya agama Islam Ahmadiah dan mengutuk nya sebagai bukan Islam, ternyata ketua MUI yang menciptakan fatwanya itu memuja muji Prof.Dr. Abdus Salam pemenang Nobel untuk fisika Nuklir yang beragama Islam Ahmadiah yang justru diharamkannya ini. Seorang wanita cantik ada kalanya kalo dipuja puji akan memberi response basa basi atau pura2 se-olah2 tidak tahu kalo dia cantik, atau mengaku pura2 kalo dia merasa jelek. Semua ini se-mata2 untuk menghormati mereka yang memuji, juga untuk menunjukkan rendah hati dalam arti "Tidak Sombong". Bahkan kalo perlu sipemuja atau si pemuji itu balik dipujinya sebagai lebih cantik dari dirinya. Naaah.... pura2 disini merupakan bagian peradaban yang menyangkut sopan santun dalam budaya manusia, namun kalo sudah menyangkut agama kepercayaannya, maka ke-pura2an ini berubah menjadi kesombongan, seorang umat Islam selalu menyombongkan agamanya bahkan kalo bisa memaksakan agar orang lain juga mengakuinya. Tidak beda dengan umat Kristen, Hindu/Buddha, dlsb meskipun bisa saja satu lebih menyolok sedangkan yang minoritas dengan cara2 lebih tersembunyi. > Gabriella Rantau <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > PAK NIZAMI, perbandingan agama boleh dikata selalu > tidak adil. Setiap pembanding biasanya dimotivasi > untuk menunjukkan bhw agama dia-lah yg baik, yg > benar sedang agama2 lainnya tentunya tidak baik dan > salah. > Kalo mau membaca pendapat yang adil tidak berpihak dan hanya berpihak kepada fakta yang bebas dari pengaruh kepercayaan apapun juga, maka bacalah semua tulisan2 saya. Biarpun pada dasarnya saya beragama Islam, tak perlu saya berpihak kepada Islam, karena agama Islam hanyalah kepercayaan, dan juga ajaran, oleh karena itu sebagai kepercayaan dan sebagai ajaran, saya menganggapnya hanya sebagai alat bantu bagi manusia untuk mempertimbangkannya bukan merupakan kewajiban untuk dilaksanakan sebagai alat pengambil keputusan. PANDANGAN, KEPERCAYAAN, DAN ANGGAPAN YANG PALING MENYESATKAN ADALAH BAHWA UMAT ISLAM HARUS PERCAYA ISLAM DAN HARUS MELAKSANAKAN KEWAJIBAN2 AGAMA ISLAM PANDANGAN, KEPERCAYAAN, DAN ANGGAPAN YANG PALING MENYESATKAN ADALAH BAHWA UMAT KRISTEN HARUS PERCAYA KRISTEN DAN HARUS MELAKSANAKAN KEWAJIBAN2 AGAMA KRISTEN PANDANGAN, KEPERCAYAAN, DAN ANGGAPAN YANG PALING MENYESATKAN ADALAH BAHWA UMAT HINDU/BUDDHA HARUS PERCAYA HINDU/BUDDHA DAN HARUS MELAKSANAKAN KEWAJIBAN2 AGAMA HINDU/BUDHA !!!! Ada kalanya sebagai umat Islam saya harus ber-pura2 mengaku percaya kristen, pura2 beragama kristen, dan hal2 ber-pura2 seperti ini bertujuan se-mata2 membahagiakan umat kristen yang mengagumi diri saya sehingga sangat mengharapkan orang yang dikaguminya itu juga seagama seiman dengan dirinya. Ada kalanya sebagai umat Islam yang tidak percaya Islam saya harus ber-pura2 mengaku percaya Islam, meskipun saya tidak pura2 beragama Islam, dan hal2 ber-pura2 seperti ini bertujuan se-mata2 membahagiakan umat Islam yang mengagumi diri saya sehingga sangat mengharapkan orang yang dikaguminya itu juga seagama seiman dengan dirinya. Ada kalanya sebagai umat Islam saya harus ber-pura2 mengaku percaya Buddha, pura2 beragama Buddha, dan hal2 ber-pura2 seperti ini bertujuan se-mata2 membahagiakan umat Buddha yang mengagumi diri saya sehingga sangat mengharapkan orang yang dikaguminya itu juga seagama seiman dengan dirinya. Mungkin bagi anda aneh pandangan saya ini, namun orang yang berbudaya dan menghargai setiap manusia tanpa membedakan agamanya pasti mampu ber-pura2 yang dalam se-hari2 kita namakan ber basa basi sebagai bentuk budaya sopan santun. Artinya umat beragama yang tidak mau atau tidak mampu ber-pura2, sama artinya tidak mampu ber-basa basi dan tidak mampu bersopan santun. Mereka inilah yang dizaman sekarang kita namakan bangsa yang masih biadab. Ny. Muslim binti Muskitawati.
