Tentara Jember Jadi Pemburu Nyamuk Minggu, 30 Mar 2008 | 19:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Markas Komando Militer 0824 Jember dan kini punya kesibukan lain disamping berlatih tempur. Mereka dikerahkan untuk memburu nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) yang akhir-akhir ini semakin menggila di kota tembakau itu. Infomasi yang dihimpun TEMPO, para tentara itu dilibatkan dalam Gerakan Jum'at Bersih (GJB) bersama ratusan petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) nyamuk demam berdarah. Sedikitnya saat inin, ada 60 anggota TNI dikerahkan untuk menjadi jumantik. Mereka berpakaian dinas yakni baju loreng namun tidak memegang senjata, tetapi bersenjatakan lampu senter di tangan. Lampu tersebut gunanya untuk diarahkan pada bak mandi di rumah-rumah warga. Seperti yang terlihat dalam Jumat bersih PSN, Minggu (30/03) di perumahan Bangka Kecamatan Sumbersari. Beberapa anggota TNI dan seorang kader posyandu berkeliling permukiman warga dan blusukan ke rumah-rumah untuk memantau jentik nyamuk Aedes Aegepty, nyamuk penyebab demam berdarah. "Khusus untuk anggota TNI, memang saya suruh memakai seragam agar pemilik rumah bersedia diperiksa, terutama rumah-rumah elit," kata Komantan Kodim 0824 Jember, Letkol Inf Mulyo Aji, Minggu (30/3). Keterlibatan anggota TNI dalam PSN, diakui oleh Mulyo cukup efektif, meskipun hanya 60 personil di setiap kelurahan. Mulyo mencotohkan PSN di Kecamatan Balung yang dilakukan tahun 2007 lalu. "Saat itu status DBD di Kecamatan Balung paling tinggi. Setelah kita masuk dan terlibat status DB turun drastis bahkan paling rendah," tambah Mulyo. Kepala Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis, mengatakan saat ini jumlah kader posyandu yang menjadi jumantik mencapai 4.000 orang. "Itu belum ditambah dengan TNI dan POlri. Saya harap memang semua pihak terlibat agar kasus DB terus turun," katanya.
