Ahmadiiah - hanya oleh mereka yg ingin lebih suci dari suci [lebih arab dari
orang arab sendiri] dan terutama diantara yg berpendidikan minimal dianggap
sebagai ajaran agama sesat.
Tetapi sejarah didalam masa2 yg akan datang akan memberikan penerangan dan
bukti betapa sehatnya dan modernnya ajaran mereka. Mereka sekarang merupakan
umat yg paling berpendidikan diantara penganut agama islam diseluruh dunia.
Buktinya negara Pakistan sebagai negara islam - ilmu pengetahuan mereka jauh
lebih supreme dari negara Saudi yg kaya raya karena minyak.
Kekayaan alam akan pasti habis tetapi kekayaan ilmu akan dapat diwarisi
kepada generasi2 yg akan datang. Pakistan tidak mempunyai kekayaan alam, tetapi
sebagai negara sanggup berkembang dgn pesat didalam millenium ini - apakah ini
akan kita akan ketemukan diSaudi. Dua abad yg akan datang setelah minyak habis
- negara Saudi akan kembali menjadi negara pengembala dan akan tetap hidup dgn
kebudayaan 1500 yg lampau. ---- Kenapa ? oleh karena sampai kini pendidikan
modern tidak ada dinegara tsb.
Menurut berita yg saya terima dari warga Ahmadiah diVancouver Canada - Mereka
sekarang lagi membangun mesjid atau tempat ibadah mereka yg terbesar utk benua
America. Silahkan kalian berpikir - mereka tidak dapat keuangan dari Saudi
[dianggap sesat oleh arab] tetapi keuangan mereka dinegara immigrasi baru
mereka sudah demikian besarnya sehingga sudah sanggup membangun bangunan yg
berharga jutaan dollar hanya dgn donatie warga ahmadiya Canada.
Sewaktu Jong Java dan Jong Sumatera didalam permulaan abad ke20 mengirim
wakil2 mereka ke Pakistan utk mempelajari agama Ahmadiah tujuan utamanya adalah
mencari modernisasi dan inspirasi dari aliran ini - dan terus terang mereka yg
kembali berhasil.Modernisasi terjadi dan mereka dibandingkan dgn aliran lain
warganya cukupan.
Yang saya tidak begitu jelas posisinya dlm keributan agama diIndonesia ini
adalah Mohammadiyah yg didirikan oleh Ahmad Dahlan yg sebetulnya merupakan
aliran Sunni dari Mesir dari Mohammad Abduh yg juga melakukan modernisasi agama
islam. Apakah mereka juga tersangkut.
MUSTIKAWATI - apakah aliran Mohammadiyah [dari Mohammad Abduh] dan aliran
Ahmadiah [Ahmadiyya dari Mirza Ghulam Ahmad ] disamaratakan diindonesia oleh
aliran FPI/MUI - Sobri Lubis cs. atau tidak.
Dilihat dari oratorynya Sobri Lubis yg penuh kesesatan ---- apakah dia
pendidikannya cukup tinggi dan apakah pemerintah tidak bertindak terhadap dia
yg mempropagandakan pembunuhan warga ahmadiyah. Dinegara2 modern lain manusia
semacem begitu harus masuk penjara dan kemudian lemparkan kunci pintu penjara
tsb kekali. Ini aliran FPI adalah gerakan subversip uh mungkin sekali dibayar
oleh Saudi.
Mereka pernah mngirim wakil mereka ke Nederlands Antillen dan Suriname dan
mereka juga mempropagandakan ajaran pembunuhan tsb - dalam waktu bbp minggu
manusia tsb diusir dan dipersona non gratakan.
Andreas
Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bukan Ahmadiah Yang Harus Dilindungi Tetapi Umatnya !!!
Ajaran Islam Ahmadiah tidak perlu dilindungi karena ajaran ini berada
didalam kalbu atau dalam otak umat Ahmadiah yang tidak bisa diganggu
gugat oleh siapapun termasuk oleh MUI.
Yang diganggu itu justru umatnya bukan ajarannya. Umatnya itulah yang
kena dijarah, mesjidnya kena dibakar, dan selanjutnya nyawanya juga
ingin direbut.
Hal inilah yang oleh SKB nantinya harus dilindungi. Jadi SKB itu
bukan melindungi ajaran Islam Ahmadiah, melainkan melindungi umatnya
agar jangan dijadikan korban oleh mereka yang berbeda jenis Islamnya.
Urusan kepercayaan Islam Ahmadiah tentu tak bisa dilarang, tidak bisa
dibubarkan dan tidak mungkin dihancurkan. Yang bisa terjadi hanyalah
pelanggaran HAM dari umat Ahmadiah itu.
Kalo untuk urusan agamanya atau kepercayaannya, jelas tentunya
pemerintah tak mungkin bisa membubarkannya dan bahkan tidak bisa
menyentuhnya karena kepercayaannya itu tersimpan didalam angan2 otak
umatnya yang tidak bisa terjangkau oleh tangan2 manusia. Begitulah,
yang bisa terjangkau hanyalah mesjidnya dibakar dan umatnya dijarah
harta bendanya untuk kemudian menjadi korban pembunuhan yang biadab
dari sesama Islam yang biadab juga.
Ny. Muslim binti Muskitawati.