Bangsa Pembunuh Akhirnya Akan Termusnahkan !!! Allahu..akbaaaar United Nation hanya menerima anggauta negara yang bisa diakui apabila landasan berdirinya negara itu untuk menegakkan perdamaian dunia, menegakkan persahabatan, dan menegakkan kerja sama Internasional saling membantu dengan semangat menghargai tegaknya HAM dan Demokrasi.
Celakanya, Arab Palestina yang dulu dibawah Yasser Arafat telah membuat dasar2 yang penting diatas agar bisa diterima masyarakat bangsa2 didunia sebagai calon anggauta United Nation, ternyata telah dikhianati oleh generasi penerusnya yang mengubah landasan semangat perdamaian dengan landasan yang absolut memusnahkan negara dan bangsa Israel. Wajar kalo seluruh dunia terkejut setelah memahami akan tujuan terror berdirinya negara Palestina ini. Seluruh negara2 didunia menarik dukungan mereka terhadap berdirinya negara Palestina, bahkan negara2 Islam dan Arab menghentikan semua bantuannya. Akibatnya, bibit negara baru Palestina hancur sendirinya sebelum bisa berkembang. Rakyatnya panik, tidak ada makanan, tidak ada minuman, listrik dan bbm tidak ada, obat2an apalagi. Chaos terjadi, dan rakyat ber-bondong2 membobol perbatasan meluruk ke Mesir sekedar untuk mencari kehidupan. Dipihak Mesir juga terjadi kepanikan, rakyat yang bagaikan gila meluruh tanpa takut lagi terhadap tembakan2 senjata yang dilepaskan tanpa mengenal kasihan. Korban jatuh tertembak dalam jumlah besar tidak diumumkan, ditambah lagi korban2 yang mati ter-injak2 oleh sesamanya. Allahu Akbaaaaaar....... dan Allah sudah tuli tidak mendengar lagi...... teriakan ini terdengan di-mana2 sekedar sebagai pelepas kekecewaan dan frustasi. Kita belajar dari kejadian ini. Ajaran Alquran yang mewajibkan untuk memusnahkan bangsa Yahudi menjadi penyebab kemusnahan umatnya sendiri. Ajaran AlQuran bukanlah kebetulan, bukan juga disalah gunakan sehingga menyembabkan kejadian yang menyedihkan ini. Karena memang ajaran AlQuran ini dulunya diciptakan oleh Vatican dengan tujuan menghancurkan penganut Islam maupun orang2 Arab yang dinilainya biadab. Vatican mempersiapkan semua isi kitab suci ini, dan Napoleon Bonaparte mensosialisasikannya disemua negara2 yang mayoritas Islam yang dijajahnya. Kalo anda meneliti bagaimana cara design isi AlQuran maupun penomoran ayat2nya, akan makin jelas kesamaan design Bible yang diterbitkan oleh Vatican. Padahal, mana mungkin dizaman Muhammad ada designer pembuatan buku yang bisa menyamakan Bible??? Karena Bible sendiri dizaman Muhammad juga belum pernah ada dan belum pernah dilihat nabi Muhammad. Sekarang, kita tak perlu berdebat kusir tentang benar tidaknya AlQuran diciptakan Vatican untuk menghancurkan Islam, cukup kita lihat bukti2 keberhasilan AlQuran menghancurkan umatnya sendiri. Haruskah Israel disalahkan??? Padahal Israel sendiri pusing kepala menghadapi sebuah bangsa yang diracuni agamanya yang bertekad memusnahkan bangsa yahudi atas perintah halal dari Allahnya. Mereka hancur musnah karena ingin menghancurkan dan memusnahkan yang tidak ada dasar rasionalisnya se-mata2 akibat keimanan kepada AlQuran yang memang diciptakan untuk memusnahkan umat yang mempercayainya. Saya ingin mengajak diskusi terbuka kepada saudara2 muslim dan muslimah yang seagama dengan saya, marilah kita bicara dengan penuh kejujuran bukan kedengkian dan prejudice atas nama Islam yang tidak pernah memiliki credential dalam sejarah manapun juga. Ny. Muslim binti Muskitawati.
