Refleksi: Partai-partai politik besar pada umumnya adalah organisasi tukang 
copet, lihat saja bagaimana keadaan masyarakat selama ini. Keadaan masyarakat 
adalah cermin dari politik yang dijalankan oleh partai-partai politik berkuasa. 
 

http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=341644

Kamis, 15 Mei 2008



Caden Cermin Buruknya Kepercayaan ke Parpol


JAKARTA - Kepercayaan masyarakat kepada parpol diperkirakan akan terus anjlok. 
Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menyatakan, turunnya kepercayaan itu dibuktikan 
dari sejumlah indikator yang dimiliki KPU.

"Salah satu buktinya ialah desakan masyarakat agar calon independen segera 
diperbolehkan ikut pilkada," kata Hafiz dalam diskusi bersama dengan Kemitraan 
di Hotel Nikko, Jakarta, kemarin (14/5).

Hafiz mengatakan, hampir setiap hari KPU didatangi perwakilan warga yang 
meminta agar daerahnya bisa mengakomodasi calon independen (canden). 

Selain itu, tambah dia, KPU kerap didemo sejumlah LSM. Mereka mendesak agar 
canden segera diakomodasi. "Ini juga bukti bahwa publik mulai jenuh terhadap 
parpol," kata Hafiz.

Kecenderungan lain yang juga merupakan fakta, kata Hafiz, adalah kekalahan 
parpol-parpol besar di beberapa pilkada tingkat provinsi. Parpol yang memiliki 
suara besar di DPR ternyata tidak mampu berbuat banyak dengan koalisi parpol 
yang lebih kecil dengan mengedepankan seorang figur pemimpin baru. "Padahal, 
mekanisme mereka sama," katanya.

Selain itu, dari proses verifikasi parpol saja, KPU mendapati sejumlah parpol 
yang berkonflik dengan kepengurusan ganda. Namun, meski berkonflik, mereka 
tidak mau disebut dengan kepengurusan ganda. "Itu dilakukan karena mereka 
khawatir publik semakin tidak percaya," kata Hafiz.

Direktur Eksekutif Kemitraan Mohamad Sobary membenarkan pernyataan Hafiz. 
Hilangnya kepercayaan masyarakat diperkuat dengan semakin banyaknya bukti bahwa 
sejumlah parpol cenderung berkonflik secara internal. "Parpol masih sibuk 
berkonsolidasi internal, namun melupakan apa yang harus dilakukan kepada 
publik," kata Sobary.

Terlepas dari melemahnya kepercayaan itu, Sobary mengatakan, kecenderungan yang 
dibutuhkan publik saat ini bukanlah ideologi maupun figur parpol. Namun, 
bagaimana parpol bisa menjadi badan yang well organized, lebih terstruktur, dan 
memiliki visi yang tidak muluk-muluk dibandingkan dengan parpol yang lain. 

"Rendah terhadap konflik internal dan mampu berkembang secara lembaga," 
katanya. "Kalau berdasar figur, tidak akan bertahan lama," tambah Sobary. 
(bay/mk)

Kirim email ke