"Creationisme" Kristen dijajakan Harun Yahya ke Umat Islam Ulama2 Islam dunia sudah lama menentang ajaran Harun Yahya yang dianggapnya sebagai ajaran ANTI-ISLAM. Dia dianggap sebagai musuh Islam, dan anda bisa langsung mendengarkan khotbah seorang ulama di Youtube dibawah ini:
http://www.youtube.com/watch?v=ubFyJI1XlAU Creationisme bukanlah teori juga bukanlah -isme tetapi theology. -isme dan theology adalah sama2 ideology, bedanya kalo -isme merupakan ideology yang bersifat seculer, maka theology adalah ideology yang religious. Kenapa saya banyak menulis mengenai Harun Yahya?? Tidak lain sebabnya dia berhasil menghancurkan dan merusak dunia pendidikan di Indonesia. Tentu PDK, MUI, Dep Agama, bahkan kepala negara bertanggung jawab atas kejadian yang sangat memalukan ini. Salah satu website yang menjelaskan bahwa Harun Yahya sebenarnya menjalankan dakwah2 Missionaris Kristen dari Amerika yang dinamakan BAV untuk membrainwash umat Islam diwilayah Balkan bisa anda baca beritanya dari website dibawah ini: http://www.ncseweb.org/resources/news/2008/XX/172_harun_yahya_sentenced_to_pri_5_9_2008.asp Untuk lebih memahaminya hubungan antara Christianity dengan Creationisme saya persilahkan anda menyusuri website dibawah ini: http://www.creationism.org/ Dari website tsb diatas akan jelas bahwa landasan dari Creationisme adalah bagian dari keimanan Christianity yang bersumber pada Bible, Genesis 1:1 dan John 1:1 tentang penciptaan. Propaganda tentang Creationisme dibawa masuk ke Indonesia oleh Harun Yahya bukan sebagai agama tetapi sebagai Science, dan celakanya, Harun Yahya yang belum pernah duduk dibangku akedemi menggunakan gelar Professor Doktor didepan namanya dan diterima dengan penuh kekaguman oleh menteri PDK, menteri Agama, Cendikiawan Muslim Indonesia, dan berbagai pejabat2 LIPI. Buku2nya diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan dijadikan buku referensi maupun penuntun bidang science menggantikan semua buku yang masih menggunakan teori evolusi Darwin. Akhirnya teori Evolusi Darwin dilarang sama sekali di Indonesia. Harun Yahya sendiri hanyalah lulusan sekolah agama Islam dan sering berkhotbah dibeberapa mesjid yang kemudian mendadak menjadi seorang scientist Muslim yang terkenal yang berhasil menjajakan buku2 dan pikiran2nya kepada banyak negara2 yang mayoritas Islam. Semua buku2 dan pokok pikirannya hanyalah berkisar mempromosikan "Creationisme" yang dibungkusnya dengan ayat2 AlQuran tanpa sama sekali menyebutkan referensi2 Christianity sebagai asal mula dari kepercayaan ini. Untuk lebih jelasnya latar pendidikan Harun Yahya hanyalah sebatas SMA yang kemudian dia mempelajari "interior design" dan kemudian masuk club kebatinan yang menghubungkan hal2 mystique dengan science, maka lengkaplah dia menganggap dirinya sebagai seorang scientist Muslim untuk mulai menjajakan pikiran2nya tentang creationisme yang dijiplaknya dari buku2 kristen fundamentalist di Amerika yang diterjemahkannya kemudian kedalam bahasa Arab dan mencantumkan namanya sebagai Professor Doktor. http://en.wikipedia.org/wiki/Harun_Yahya Bahkan pengetahuannya tentang agama Islam sekalipun sangatlah rendahnya. Sehingga banyak ulama2 local yang mengecam khotbah2 dan pemikiran2nya yang dianggap sebagai bertentangan dengan ajaran2 Islam yang sesungguhnya. Keluhan dan komplain2 atas perbuatan penipuan, pemerasan, dan pelanggaran2 sexual yang dilakukan bukan tidak ada, tetapi karena dia kuat dananya, banyak backingnya, kaya raya, maka kesemuanya itu bisa disingkirkannya sementara, salah satu yang bisa anda baca dalam kaitannya ini adalah website dibawah ini: http://www.mukto-mona.com/debunk/harun_yahya/index.htm Umat Islam memang umat yang selalu malang, malu tertipu, menyangkal tidak bisa, akhirnya cuma mencaci maki mereka yang tidak menipu dan tetap melindungi dan berpihak kepada penipunya. Mungkin website diatas ini perlu saya copy paste-kan dibawah ini sehingga anda semua bisa sama2 menikmati bagaimana sebenarnya dan siapa sebenarnya Prof.Dr. Harun Yahya yang begitu berhasil menghancurkan pendidikan bangsa dan negara kita Indonesia: --ooOoo-- Who is Harun Yahya? Harun Yahaya is charlatan and a dangerous man. Here's some background of this great impostor: Adnan Oktar (pen name: Harun Yahya) is claimed on his web page to be a 'world renown and respected scholar' who has devoted himself to writing about scientific and faith-related subjects such as the theory of evolution and miracles of God. He is further described by supporters as a respected 'scientist' who has publications in incredibly diverse areas of interest (actually he is not a university graduate). The fact is that, his publications and his foundation (Science Research Foundation) have recently been banned in Turkey, and most members of his "sect" have been sent to court. This was not due to their Islamic and scientific activities, but due to crimes such as blackmail, extortion, possession of unlicensed weapons and sexual intercourse with minors. About three years ago, upon complaints of victims and many years of suspicion, Turkish police raided residences of this group. The discoveries at the houses and testimony of the group members were shocking. Under the mask of promoting Islam and scientific facts, the group members had been found to engage in extensive criminal activity. These crimes included blackmail, possession of unlicensed weapons and sexual intercourse with individuals under age 18. The head of the group, Adnan Oktar (recorded by police cameras, leaked and shown on Turkish TV channels such as Kanal D, ATV, Star) confessed to blackmailing people who they regarded as an obstacle to their enterprises. These people included the reporters for the newspaper Hurriyet, Emin Colasan, and Fatih Altayli, after they questioned some of Harun Yahya's activities such as bribing the municipality of Ankara. Also politicians such as Celal Adan (Member of the Parliament) and Mesut Yilmaz (former Prime Minister of Turkey) have been victims of this group. Oktar's group arranged fake (photomontage) photos of Mesut Yilmaz in Freemason clothes and ceremonies, and forged a fake certificate of Freemasonary for him. This fake was taken seriously and published in several pro-Islamic newspapers (without knowing it was a fraud). The PM was seriously damaged politically as a result during the remainder of his government. Also coming forth, a fashion model named Ebru Simsek was blackmailed, and then slandered as a "prostitute" in fax messages sent to hundreds of different newspapers, TV channels, major business companies, foreign consulates, government offices etc. The reason for the slander? She refused to have sex with Adnan Oktar. But the most shocking activities of Oktar's and his followers were not the above. In the sudden raid, 20 women and 2 other men were found at his residence. Most of the females (girls really) were under the age 18, (Oktar is his middle 40's) and they claimed that they had been having sexual intercourse with Oktar and members of his sect. In his testimony, Oktar claimed that he had committed no crime as the intercourse was consensual, allowed under Turkish law. Further, Oktar insisted that this intercourse was also religiously permissible under Islam because he and his followers did not have a 'real sexual intercourse with these girls'. He and his followers claimed that they had only engaged in 'anal and oral' sex. They preferred this kinds of sexual intercourse since according to Koran, he claimed, these acts are not impermissible outside of marriage. According to their interpretation 'vaginal' intercourse was 'haram' but 'anal and oral intercourse' was 'halal' when not married. So you wonder what happened in the end? Science Research Foundation was closed. Adnan Oktar (aka Harun Yahya), and about 40 of his sect members were taken to the court and judged. Once there, they denied the truth of their original confessions, claiming that they were extracted under torture. The judicial process lasted over 2 years, during which most of the complainants' retracted their claims because of threats or bribes from sect members. As a result most of the cases against these people were dismissed, with only two of them jail for 1 year each. That said, coverage of the arrests and trials were so extensive in Turkey that the reputation (and money making opportunities) of the group were permanently destroyed. It is now taken seriously only in foreign countries where their legal troubles received little or no press coverage. Ny. Muslim binti Muskitawati.
