win..yang baek..

INIHLAH SUNGSAHNYAH BANGSA INDON,

di kasih super mih,di kasih 10.000,

pastilah orang macem Si Bang Doel dipilih jadi bupati,

khan karuwan hajah..PETRUK JADI RAJAH?

betul enggak?

jadi ampe kapanpun, jingkalao rakyat Indon,

yang rangkus dan bermental malayuh kampungan,

Yah..jangan heranlah pilihannyah ituh

cuman okem okem bertitel yang asalnyah endeso jugak.

JADI MENTAL KULINYAH KUWAT SAKKALIH.

dan photomu ituh baek sakkalih..

MEMPERMALUKEN..WANGKIL MAKSIAT YANG BERMUKAK BADAK.

lebih baek memang di tembak di tempat hajah!!

DAN KUTANGGUNG,JINGKALAO WANGKIL MAKSIAT ITUH

PUNYAK KEMALUAN..begituh diah tauk dirinyah

di potrek lagih molor!!

KONTANLAH DIAH MENGUNDURKEN DIRI,SAKBELOM DIPECAT..

dasar manungsa bejad..yang jadi wangkil maksiat!!

VIVA LAS PEGAS WIN!!


--- In [email protected], "Erwin Arianto" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Masihkan DPR Mewakili
> Rakyat..?<http://erwin-informasi.blogspot.com/2008/06/masihkan-dpr-
mewakili-rakyat.html>
> 
> <http://bp3.blogger.com/_YQYm-
M7Kc0s/SEN7fnrAaDI/AAAAAAAAAXo/vu522V80J-8/s1600-h/untitled.bmp>
> Membahas tentang anggota DPR memang tidak akan selesai, terlalu 
banyak kasus
> buruk yang ada pada anggota parlemen kita. sampai saat ini 
banyaknya anggota
> DPR dan DPRD yang tidak bermutu dan tidak memiliki moral yang 
seharusnya
> menjadi syarat utama sebagai anggota DPR. banyak kasus yang 
seharusnya tidak
> terjadi.
> 
> Seperti Hilangnya Moral Anggota DPR dengan terbongkarnya pelecehan 
sex
> anggota DPR Max moein dari frasi PDI perjuangan terhadap Sekretaris
> pribadinya, dan foto syur max dapat kita lihat di internet begitu
> bertebaran. ada juga anggota yang di tangkap basah KPK karena di 
duga kuat
> menerima suap dalam bentuk uang tunai dan yang lebih menghebohkan 
lagi plus
> bonus wanita cantik yang aduhai bin semlohai. atau kasus Yahya 
Zaini yang
> heboh beradegan panas dengan artis maria Eva. Sungguh Masih 
pantaskan DPR
> menyandang Sebagai Dewan terhormat, bila ternyata akhlak mereka 
sangat
> bejat...?
> 
> DPR tidak hanya kasus seks, tapi ada beberapa hal yang mencedrai 
keadilan
> dari rakyat, DPR selama ini sangat "getol" melaksanakan studi 
banding,Sudah
> bukan rahasia umum lagi jika agenda studi banding ke luar negeri 
yang
> dilakukan oleh anggota DPR sesungguhnya cuma merupakan akal-akalan 
para
> anggota terhormat untuk bisa melancong gratis ke luar negeri, 
mereka Studi
> banding pakai uang rakyat, yang sekarang banyak yang bunuh diri 
gara-gara
> himpitan kemiskinan dan kemelaratan hidup yang kian hari kian sulit
> dibayarkan oleh rakyat.
> 
> Situs Kompas (16/5) berjudul "Anggota DPR Bawa Keluarga Plesir ke 
Argentina"
> menulis, "Anggota DPR melakukan kunjungan kerja dengan uang saku 
500 dollar
> AS atau Rp 4, 6 juta per hari per orang. Ada 12 anggota DPR yang 
mendapat
> uang saku sebesar 500 dollar AS per hari per orang atau setara 
dengan Rp 4,
> 6 juta. Total menghabiskan uang negara 6.000 dollar per hari atau 
48.000
> dollar atau senilai Rp 441 juta dalam delapan hari. Tidak termasuk 
biaya
> untuk 10 staf."
> 
> inilah ke 13 anggota yang ikut pelesiran ke argentina Sedangkan 
daftar
> nama-nama anggota dPR yang plesir ke Argentina adalah:Yasonna 
Hamonangan
> Laoly (PDIP),Andi Yuliani Paris (PAN), Tumbu Saraswati 
(PDIP),Jacobus
> Mayongpadang (PDIP),Emmy Rerung Rante (isteri Jacobus 
Mayongpadang),Hasril
> Azwar (PPP),nani Muliani (isteri Hasril Azwar),Patrialis Akbar 
(PAN),Putra
> Jaya (PAN),Saifullah Mas'hum (PKB),Badriyah Fayumi (PKB),Abu Bakar 
(suami
> Badriyah),Jazuli Juwaini (PKS),Saut Marasal Hasibuan (PDS),Rahmat 
Budiaji
> (staf),Andie Widianto (staf),Novianto Murti Hartono 
(staf),Sudarsono
> (staf),Evi Adiningrum (isteri Sudarsono),Jajang Abdullah 
(staf),Karim
> Mustari (staf),Robert Simbolon (staf),Suwarno Putra Raharjo 
(staf),Gunawan
> Suswantoro (staf), Agung Mulyana Saleh (staf),Desmalili Mariati 
(staf). (
> http://www.eramuslim.com/berita/tha/8519070109-inilah-jadwal-dan-
nama-anggota-dpr-ke-argentina.htm
> )
> 
> itu baru satu kali studi banding yang dilakukan anggota DPR, Belum 
kelakuan
> DPR/DPRD yang melakukan kunjungan-kunjungan ke daerah atau instasi 
dalam
> negeri mereka hanya bertujuan untuk menghamburkan anggaran, Ujung-
ujungnya
> tandatangan dari sPJ (surat perjalanan dinas), yang anehnya setiap 
studi
> banding tidak pernah ada laporan hasil studi banding, kecuali 
mungkin
> oleh-oleh yang dibawa buat keluarganya.
> 
> DPR kita sangat bermental calo, karena disana banyak "Kompas - 
Praktik
> percaloan di Dewan Perwakilan Rakyat secara sadar telah merekayasa 
dan
> merampas bantuan yang menjadi hak masyarakat yang menjadi korban 
bencana
> alam. Karena itu, tidak ada kata lebih pantas untuk dinyatakan 
perampasan
> kolektif semacam ini merupakan kejahatan kemanusiaan." sungguh 
ironi DPR
> kita ini
> 
> DPR kerjanya hanya mengurus yang tidak penting, ketika Slank 
mendendangkan
> Lagu gosip jalanan mereka seperti kebakaran jenggot, padahal hal 
ini
> seharusnya ditanggapi wajar oleh anggota DPR. ketika sampai saat 
ini banyak
> warga yang menjerit tentang kenaikan BBM, tetapi apa yang terjadi 
DPR
> seperti Bisu, tak bernyali, tak bersuara untuk mengajukan hak 
interpelasi
> kepada pemerintah, lalu kemana anggota DPR tersebut?, apakah 
mereka sibuk
> mengumpat di ketiak para gundiknya?, atau sibuk pelesiran dengan 
dalih Studi
> banding?
> 
> DPR adaalh Sentra Kejahatan Korupsi di Indonesia, Korupsi yang 
dilakukan
> oknum-oknum anggota DPR dan DPRD umumnya terjadi saat membahas 
anggaran
> untuk departemen/instansi dan unit kerja hingga
> pengesahannya dalam APBN atau APBD, anggaran departemen/instansi 
yang
> dibahas di lembaga wakil rakyat tidak akan disahkan jika tidak 
menyiapkan
> dana untuk oknum-oknum anggota DPRD pada komisi yang menangani 
anggaran itu.
> Jadi, mereka anggota DPR/DPRD yang memulai dan mengajak pejabat 
instansi
> melakukan perbuatan tercela seperti itu hanya untuk kepentingan 
pribadi
> sementara rakyat miskin bertambah dan tidak diperhatikan lagi.
> 
> Dan Kebobrokan moral anggota DPR dapat kita lihat dari beberapa 
anggota DPR
> yang ditahan KPK,KPK telah menahan empat orang anggota DPR, yaitu 
Hamka
> Yandhu, Saleh Djasit, Al Amin Nur Nasution, dan Sarjan Taher. Hal 
ini juga
> terjadi pada kasus BLBI yang menjadikan Gubernur Bank Indonesia, 
juga
> mengindikasikan adanya kordinasi dengan oknum DPR. dan hal ini 
tidak menutup
> kemungkinan bertambahnya anggota DPR yang korupsi.
> 
> Hal ini diperburuk dengan adanya rencana anggota DPR untuk 
membubarkan KPK,
> "Kalau perlu dibubarkan saja," kata Ahmad Fauzi (anggota DPR). 
lembaga yang
> dipimpin Antasari Azhar,dengan alasan KPK telah menjadi lembaga 
yang terlalu
> kuat ("superbody") karena berhak memeriksa semua pihak termasuk 
anggota DPR.
> seharusnya seluruh wakil rakyat di DPR menunjukkan bahwa mereka 
mendukung
> pemberantasan korupsi, bukan melakukan korupsi. kenapa pak takut 
ya, atau
> memang anda sedang korupsi ya?
> 
> Saat pemilu yang katanya adalah pesta demokrasi rakyat, walau 
sebenarnya
> rakyat hanya mendapat rempah-rempah dari pesta yang diadakan 
tersebut,
> rakyat hanya mendapat uang receh, dan baju butut, untuk memilih 
calon
> anggota Dewan yang akan menjadi anggota DPR. "Rakyat ku sayang 
saat ku butuh
> dukungan, Rakyat ku tendang saat aku jadi Anggota dewan" itulah 
prinsip yang
> dipakai anggota DPR saat ini. mereka saat pemilu rela merogoh kocek
> dalam-dalam untuk menjadikan diri mereka menjadi anggota DPR, 
dan "Akan
> balas dendam " saat menjabat, mereka bermuka manis saat kampanye, 
dan mereka
> bermuka garang saat mereka menjabat.
> 
> Saya termaksud orang yang mempertanyakan legalitas anggota 
DPR/DPRD saat
> ini.. mengapa, saat pemilu saya hanya diberi pilihan untuk memilih 
partai,
> dan tidak diberi penjelasan yang jelas tentang siapa calon yang 
dipilihkan
> jika partai yang saya pilihkan menang. saat ini pemilihan anggota 
DPR tidak
> melalui Fit and proper test, yang terjadi adalah siapa yang berani
> menyumbang dana ke partai paling besar dialah yang akan menjadi 
wakil
> rakyat, dan mengenai pengaturan wilayah yang diwakilkan, 
ditentukan secara
> tertutup oleh partai tersebut. hal ini dapat kita lihat dari 
anggota DPR
> yang merupakakan ikatan satu keluarga.
> 
> Mengenai keterwakilan dalam DPR, saya mempertanyakan mengapa 
anggota DPR itu
> selalu orang yang sama, apakah bangsa ini telah kehabisan stok 
orang yang
> kompeten? maksud dari kompeten bukan seorang yang mampu dan 
pintar, tetapi
> orang yang mau dan peduli kepada Rakyat, mau dalam arti kata mau 
membela
> rakyat, mau merasakan kesengsaraan rakyat. Tidak seperti sekarang, 
cukup
> banyak anggota DPR dan DPRD yang sama sekali tidak mengerti dengan
> tugas-tugas yang diembannya. Tidak hanya itu, tidak sedikit wakil 
rakyat
> yang hanya memperhatikan kepentingan sendiri atau kelompoknya 
saja. sungguh
> ironi, dan menyedihkan sekali.
> 
> Setiap lembaga negara, termaksud presiden setiap akhir periode 
menjabat
> selalu memberi laporan pertanggung jawaban, termaksud Presiden 
yang memberi
> laporan pertanggung jawaban, entah hasilnya di tolak atau 
diterima, Saya pun
> bertanya, kepada siapa DPR memberi pertanggung jawaban? kepada 
rakyat kah..
> atau kepada parpol..? mungkin jawaban yang diberiakan adalah 
kepada rakyat..
> lalu apa bentuk pertanggung jawaban DPR Kepada Rakyat? jawabanya 
adalah DPR
> tidak pernah memberi petanggung jawaban kepada rakayt. Jadi masih 
kah saya
> harus memilih pada saat pemilu untuk memilih wakil rakyat? kalau 
hanya saya
> melegalkan kejahatan yang dilakukan oleh wakil yang saya tunjuk, 
serta tidak
> tahu apa hasil yang dari keterwakilan saya pada wakil saya yang 
duduk di
> Kursi DPR? mungkin lebih baik saya menjadi partisan partai GOLPUT, 
karena
> saya tidak harus bertanggung jawab terhadap pilihan yang saya 
lakukan,
> karena telah beberapa kali mengharap perubahan pada setiap pemilu 
dengan
> memilih beberpa partai yang berbeda, entah itu partai yang mengaku 
mengemban
> amanat nasional, atau partai yang bisa memberi kebangkitan bangsa, 
atau
> partai yang berjuang untuk wong cilik, atau partai yang memberi 
keadilan dan
> kesejahteraan, atau partai orang-orang yang berkarya, atau partai 
lainya..
> pada akhirnya hasilnya akan tetap sama. kami rakyat kecil tidak 
pernah
> benar-benar terwakilkan oleh DPR yang katanya Elit dan Terhormat, 
walau
> kelakuan meraka adalah Bejat.
> 
> Masihkah ada partai yang dapat dipercaya? Masihkah DPR diperlukan 
atau
> sebaiknya dibubarkan saja ya? Karena kami tidak perlu janji-janji, 
kami
> butuh tindakan untuk hidup kami yang memang sangat berat, tidak 
seperti yang
> katanya wakil kami yang hidup bergelimangan Harta, dan wanita.
> 
> Seorang Rakyat Indonesia
> 2 juni 2008
> http://erwin-informasi.blogspot.com/2008/06/masihkan-dpr-mewakili-
rakyat.html
> 
> -- 
> Best Regard
> Erwin Arianto,SE
> ¥¨¥ë¥¤¥ó ¥¢¥ê¥¢¥ó¥È ¡ÊÆâÉô´Æºº»ö̳¶É¡Ë
> -------------------------------------
> SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY
>


Kirim email ke