Kalau mau denger uneg uneg saya..thank you....kalau nggak tolong MP3nya di turn on.. Begini mas,..saya ninggalin Bali tahun 85 ke Melbourne , isteri saya orang Australia (mertua perempuan) campur Mesir /Cyprus (mertua laki) tapi cool cool aja, tidak practice Islam lagi, walaupun namanya Mustafa Ibrahim. Isteri saya juga ada darah Oboriginal.Sekarang kami di Gold Coast, Queensland. Bali waktu saya tinggalin 85an ok ok aja, tapi setelah beberapa kali pulang mBali suatu pagi2 buta saya bangun kaget..dibangunin suara azan! Nah ..semenjak itu sang "RATU TIDAK ADIL" mulai bertahata dipojok kecil kepala saya, saya pulang kampung untuk R n R ,saya pikir saya tidak perlu lagi dibangunin alarm,lho.. koq malah... Masak sih Islam itu zero tolerance sama sekali terhadap pemeluk agama yang lain? Kalau punya tolerance sedikit, kenapa harus menterror tidurnya pemeluk agama lain? Saya tidak anti agama Islam atau anti agama apapun , hanya beberapa cara practicenya yang saya tidak agree karena bertentangan dengan HAMI ( Hak Asasi Manusia untuk Istirahat atau Tidur). Payahnya lagi setelah pulang kampung berikutnya kali ini malah dua speaker , pagi pagi kayak stereo murahan nyetelnya nggak bersamaan. Yang lebih payah lagi pulang terakhir tahun lalu, pagi pagi ada 4 speaker dari arah yang berbeda dalam interval sampai 1 menit berbeda, jadi kayak home theatre yang termurah. Sebenarnya saya pulang kampung untuk spend time dengan ibu yang makin tua dan relative yang lain,tapi akhirnya saya harus nyingkir ke hotel yang jauh dari masjidnya, karena anak anak saya complain. Anak saya bangun kaget and tanya : what's that Aji... ? Dengan merasa malu disini saya memaparkan kejelekan Islam kepada anak anak saya ( i know its absoulutly a wrong things to teach a kids)tapi choice saya daripada saya atau Bali yang diantipathy sama anak saya lebih baik Islam ( maksud saya azannya). Saya pikir kalau umatIslam mau sembahyang Isa, Subuh,Lohor, azar atau Magrib masak harus dipanggil pakai speaker..ya set aja mobile phonenya kan beres,technology speaker sudah dipakai, mobil phone atau alarm kan technology juga. Mudah2an saudara Islam yang lebih bijaksana maklum dengan uneg uneg saya ..sebab kalau tidak, kita bisa bayangkan apa yang akan terjadi, in all fairness..misalnya: kalau speaker azan jam 4-5 pagi,speaker misa jam 2-4 pagi, speaker hare krsna jam 12-2 pagi terus speaker trisandya 10-12 malam tiap hari 24/7 WHAT HAPPEND THEN?? Persaingan state of the arts sound system , the latest technology.. sementara semua makhluk yang beragama dan tidak beragama kelihatan kayak ZOMBIE..karena kurang tidur. Jadi Konsep: AGAMAKU ADALAH AGAMAKU,AGAMAMU ADALAH AGAMAMU harus dirubah menjadi : AGAMAKU AGAMAKU ,KAMU HARUS BANGUN WAKTU AKU MENGHADAP TUHANKU. Di Gold Coast, 5 km dari rumah saya juga ada mesjid, tapi tidak pakai speaker...alleluyah ... Untuk di Australia (mungkin sama seperi tempat anda di Amerika)saya lebih pro dengan Hinduism karena ada Karma yang sering disebut disini walaupun mereka tidak paham artinya, juga Yoga yang centernya tumbuh kayak jamur dan yang paling penting KAMASUTRA yang mengakui wanita posisinya sama dengan laki, malah wanita kadang kadang lebih diatas hmmm........ . udah habis.. sekarang MP3 nya udah bisa dimatiin.Makasih, shanti shanti shanti.
