======================================
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER
[ Seri : "Membangun Ekonomi Rakyat Indonesia" ]
=======================================
[Ec_Q]
BANK KAUM MISKIN
Oleh : Muhammad Yunus
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006
Bersama Alan Jolis
Belajar dari :
Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam
Memerangi Kemiskinan
52. Merevolusi Praktik Perbankan
Menjelang akhir 1981, saat dua tahun masa uji coba di Tangail akan berakhir,
Bank Sentral meminta para direktur utama bank-bank komersial peserta program
untuk memberi penilaian terhadap hasil kerja Grameen. Saya bingung oleh reaksi
mereka yang mencatat keberhasilan Grameen karena satu faktor, yakni karena
kepatuhan pada saya dan staf saya. Mereka tetap yakin bahwa konsep Grameen
tidak bisa diperluas.
“Grameen sesungguhnya bukan bank,” ucap seorang manajer. “Staf Grameen tidak
duduk di kantornya sesuai jam perbankan. Mereka bekerja sampai tengah malam
setiap harinya dan pergi dari pintu ke pintu seperti pramuka. ini bukan model
yang bisa kita replikasi. Grameen terlalu bergantung pada sosok Profesor Yunus.
Kita tidak bisa memiliki seorang Yunus di setiap cabang.” lanjutnya.
Saya marah. Mengapa kami harus dihukum atas kerja keras kami? Bukannya mengakui
bahwa Grameen telah membawa struktur perbankan baru, konsep ekonomi baru yang
bisa merevolusj praktik perbankan, para eksekutif ini terus memulangkan
keberhasilan kami pada kualitas pribadi saya dan staf saya. Ini reaksi yang
sama yang pernah saya dengar dua tahun lalu ketika kami memaparkan uji coba
skala kecil kami di desa Jobra.
Tetapi dalih ini menutupi sebuah kepentingan yang lebih besar. Para bankir
komersial ini lebih senang memberi pinjaman dalam jumlah besar ke sejumlah
kecil nasabah. Sebaliknya, kami membanggakan besarnya jumlah nasabah kami.
Laporan tahunan kami memuat daftar ratusan kredit mikro yang ditawarkan ke
bermacam-macam usaha baru, mulai dari menumbuk padi sampai pembuatan stik es
krim, perdagangan kuningan, perbaikan radio, pengolahan minyak mostar, dan
budidaya nangka.
Saya pandangi orang-orang penting di sekeliing meja itu. “Baiklah,” jawab saya
menerima tantangan mereka. “Mengapa Anda tidak melebarkan uji coba ini ke
kawasan yang tersebar dan terbentang luas. Pilihlah tempat-tempat paling miskin
dan paling terpencil yang bisa Anda temukan. Pastikan bahwa tempatnya
terpencar-pencar begitu berjauhan sehingga saya tidak mungkin bisa berada di
semua daerah itu sekaligus.”
Saya ambil selembar kertas dan dengan pensil saya gambarkan rencana perluasan
eksperimen Grameen ini selama 5 tahun ke depan. Saya juga menjanjikan Bank
Sentral bahwa perluasan ini tidak akan membebani mereka sesenpun. Saya akan
memobilisir dana yang diperlukan untuk melaksanakan rencana ini di tempat lain.
[ bersambung ]
_________
"Jika Anda ingin berbahagia,
maka berbahagialah"
[ Leo Nikolaevich Tolstoy -1828-1910- Filsuf, Novelis Rusia ]
_________
The Flag
Air minum COLDA - Higienis n Fresh !
ERDBEBEN Alarm
=================================================
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER
[ Seri : "Membangun Demokrasi dan Kebangsasan Indonesia" ]
=================================================
[Democration and Nationalism Quotient – Dem_&_Nat_Q]
DALAM RANGKA :
MEMPERINGATI 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL
INDONESIA BISA - SATU ABAD
“Kebangkitan Nasional 1908 adalah awal kesadaran bangsa untuk bertindak
terhadap keterpurukan akibat system marjinalisasi penjajah. Harga diri
[dignity] menjadi target yang harus diperjuangkan dan pendidikan kunci utama
meraih cita-cita ini. Sutomo dengan STOVIA-nya bertindak. Tanggal 28 Oktober
1928 menjadi bukti, dignity mampu mengantar pada identitas dasar bangsa, yaitu
persatuan. Persatuan inilah senjata ampuh mewujudkan eksistensi bangsa ke dunia
lewat kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Maka, kemudian Indonesia berdiri dan berkiprah. Tahap demi tahap berbagai
kualitas bangsa bermunculan. Peran penting dalam pasca kolonialisme bagi
Asia-Afrika menempatkan Indonesia sebagai salah satu “negara besar”. Bahkan
Indonesia menjadi incaran dua kubu dunia yang bersitegang, kapitalis dan
komunis. Perjalanan Indonesia terus “membubung” hingga muncul julukan “Macan
Asia”.
Sayang, badai krisis mengubah wajah identitas bangsa Indonesia sehingga sejak
awal abad ke-21 Indonesia harus “mereposisi” identitasnya. Peringatan 100 Tahun
kebangkitan Nasional menjadi momentum nasional saat Presiden SBY menegaskan
cita-cita nyata yang hendak dan sedang dilaksanakan bangsa Indonesia :
kemandirian, daya saing, dan peradaban bangsa. Dua kata kunci yang coba
didengungkan: “Indonesia Bisa”.
Jika 1908 mencoba membangun identitas bangsa lewat dignity [yakni pendidikan],
persatuan dan kemerdekaan, maka 100 tahun kemudian 2008 Indonesia berupaya
mereposisi identitas bangsa lewat kemandirian, daya saing, dan peradaban.”
[GF. SASMITA AJI, Dosen “Cultural Studies” Universitas Sanata Dharma,
Yogyakarta]
_____
SEJARAH OBAMA
Dalam kampanye sebagai kandidat presiden AS di awal Januari 2008 yll,
ia mengatakan : “Mulai besok kita akan menciptakan sejarah. Kita akan
memperbaiki negara ini dan kita akan memperbaiki dunia.” ujar Obama.
Saat ini, enam bulan kemudian, benar2 ia membuat sejarah, dan “sejarah mencatat
prestasi Obama”. Barack Obama [46] telah mencatat sejarah, menjadi calon
presiden AS kulit hitam prtama dari Partai Demokrat. Ini terjadi di negara yang
selama ratusan tahun telah menjadikan kulit hitam sebagai budak dan melahirkan
perlawanan.
Ayahnya Barack Hussein Obama asal Kenya beristri tiga orang, ibu kandungnya
Stanly Ann Dunham pun menikah dengan Lolo Soetoro. – Masa kanak-kanak yang
pahit telah dilewatinya, ia berprestasi di sekolah, kecerdasannya menurun dari
ibunya dan kini berhasil mendobrak kebuntuan politik AS.
SD Asisi Jakarta
Ia bukan menemukan jati diri sebagai kulit hitam, tetapi mencoba membuat
kehidupan Amerika Serikat tidak dipecah oleh ras.
Awalnya ia tak terpikir menjadi presiden, walau ketika sekolah di SD Asisi
Jakarta, dalam pelajaran mengarang ia menuliskan ingin menjadi presiden.
Sebagai seorang aktivis sosial di Chicago, ia melihat kemiskinan dan
ketertinggalan warga kulit hitam. Sistem adalah penyebbab semua itu. Untuk
mengubahnya, Obama sadar hal itu harus dilakukan melalui gerakan politik.
Pada tahun 2004 ia menang, menjadi Senat AS, setelah menang konvensi Partai
Demokrat 2004, mengantar John F. Kerry sebagai nomine presiden Demokrat.
Dengan pidato memuja kebesaran AS, tetapi mengingatkan kehilangan reputasi
global, kekacauan dalam negeri, karena bayak kelompok terpinggirkan, Obama
mendadak menjadi selibriti. Banyak pihak mengundang sebagai pembicara. Dari
seorang calon kulit hitam yang tidak dikenal, Obama menjadi Senator AS dengan
kesediaan bekerjasama dengan siapa pun, termasuk Senator Republik.
Toni Morrison, sastrawan AS peraih Hadiah Nobel Sastra 1993, menulis: “ Saya
mendukung Anda bukan karena kulit Anda”. Morrison, kulit hitam, melihat Obama
sebagai figur yang merangkul, jujur, pintar, dan ingin mengubah peta politik
AS. Itulah inti kemenagan Obama, ditambah tenaga lapangan yang ditebar membujuk
warga AS.
Obama telah mengubah sejarah. Ia tercatat sebagai satu-satunya calon presiden
AS berkulit hitam – setelah ratusan tahun hal itu tidak mungkin dan tidak akan.
Ini adalah pencapaian yang layak menjadi inspirasi bagi banyak orang yang
merasa terpinggirkan dan tak berdaya.” [SIMON SARAGIH, Wartawan
Kompas]
_____
Apakah ia ingin meminang Hillary untuk mendampingi atau memasukan di
kabinetnya, biarlah ia membuat keputusan sejarah yang terbaik bagi rakyat
Amerika Serikat, Partai Demokrat dan dirinya saat ini dan kedepan. Sekarang
biarlah menikmati “relaks time” seminggu dua minggu ini setelah marathon – Toh
masih ada waktu hingga paling lambat Agustus 2008. Walau tentu lebih cepat akan
semakin baik.
Akankah orang berkulit hitam eks SD Asisi Jakarta ini bisa menjadi Presiden
Amerika Serikat saat ini?
Silahkan Anda semua bermimpi… tapi musti dengan sabar dan kerja keras…!
Karena Obama saat ini sedang dan akan membuktikan pada dunia !
Selamat berjuang...Oom Bama!
Semoga, ya semoga mimpi ini nanti berubah menjadi kenyataan..!!
Memang dunia ini diciptakan untuk sesuatu yang terus berubah dan indaaaah…
Dan sungguh betapa semaraknya dunia ini....
Best Regard,
Retno Kintoko
WDN_Center Moderator
SONETA INDONESIA <www.soneta.org>
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3