======================================
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER
[ Seri : "Membangun Ekonomi Rakyat Indonesia" ]
=======================================
[Ec_Q]
BANK KAUM MISKIN
Oleh : Muhammad Yunus
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006
Bersama Alan Jolis
Belajar dari :
Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam
Memerangi Kemiskinan
BAB DELAPAN
59. Pertumbuhan dan Tantangan 1984-1990
BANGLI telah lama menarik perhatian para ahli yang mempelajari
masalah-masalah populasi. Mereka bilang kami miskin karena populasinya
terlampau banyak untuk wilayah yang terlalu kecil. Dengan luas kira-kira
sebesar Florida, AS, Bangladesh memiliki populasi sekitar 120 juta. Jika
setengah penduduk AS pindah ke Florida, maka mereka akan mengalami tingkat
kepadatan yang kini kami alami di Bangladesh. Apa makna semua ini bagi
Bangladesh? Haruskah kami membatasi tingkat kelahiran?
Saya yakin ada banyak unsur menakut-nakuti dalam kebijakan kependudukan yang
digencarkan oleh badan-badan pembangunan internasional. Kita di negara-negara
Dunia Ketiga dengan menutup mata sering ikut membesar-besarkan pandangan ini
yang justru semakin meningkatkan ketakutan di dalam negeri. Sejak Bangladesh
merdeka, penduduknya meningkat hampir dua kali lipat. Tapi kemiskinan kami
jelas tidak menjadi dua kali lipat lebih buruk. Sesungguhnya, saat ini kami
lebih baik ketimbang 27 tahun lalu. Kami sudah jarang mengalami kelangkaan
pangan dan meskipun populasi melipat dua, ketersediaan pangan kami jauh lebih
mencukupi.
Saya curiga pemerintah dan badan-badan internasional memilih menakut-nakuti
masyarakat guna mengalihkan perhatian dan ketidakcakapan mereka sendiri.
Alih-alih membatasi pertumbuhan penduduk, pemerintah seharusnya memusatkan
perhatian pada perbaikan kondisi umum ekonomi masyarakat, terutama paruh
terbawah masyarakat miskin. Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dan
badan-badan kependudukan untuk mengubah kualitas hidup kaum miskin tidak
sepadan besarnya dengan upaya yang mereka lakukan lewat taktik menakut-nakuti,
seperti memaksa orang laki-laki maupun perempuan buta huruf untuk meniadakan
secara fisik kemampuan reproduksi mereka.
Studi-studi yang diselenggarakan PBB di lebih 40 negara berkembang menunjukkan
bahwa tingkat kelahiran menurun saat perempuan mendapatkan kesetaraan. Ada
banyak alasannya. Pendidikan memperlambat usia perkawinan dan kehamilan;
perempuan yang lebih tinggi tingkat pendidikannya lebih mungkin menggunakan
kontrasepsi dan lebih condong untuk bekerja mencari penghasilan. Saya yakin
bahwa peluang memperoleh pendapatan yang bisa memberdayakan kaum perempuan
miskin dan membuat mereka lebih terorganisir akan lebih berdampak dalam menahan
laju pertumbuhan penduduk ketimbang sistem “penggiatan” Keluarga Berencana (KB)
saat ini yang memakai cara-cara intimidasi. “Keluarga” Berencana semestinya
diserahkan pada keputusan keluarga.
Grameen Bank sering disitir dalam diskusi-diskusi kependudukan karena penerapan
KB di antara keluarga peminjam Grameen dua kali lebih tinggi dan tingkat
nasional Bangladesh. Selama Konferensi Kependudukan di Kairo, September 1994,
tercatat juga bahwa tingkat kelahiran di antara keluarga peminjam Grameen jauh
lebih rendah dibanding rerata nasional. Saat pendapatannya meningkat melalui
wirausaha, para peminjam Grameen menunjukkan tekad yang luar biasa untuk
memiliki lebih sedikit anak, menyekolahkan anak-anak yang sudah dimilikinya,
dan berperan aktif dalam demokrasi. Jika kredit mikro bisa meningkatkan
kesadaran eluarga mengenai KB, mengapa pemerintah dan badan-badan internasional
yang sangat berkepentingan dengan pertumbuhan penduduk tidak lebih giat
mempromosikan kredit mikro? Apakah karena kredit mikro dijalankan sebagai usaha
berorientasi laba? Adakah kepentingan tersembunyi tertentu dalam program
kependudukan saat ini? Saya yakin penekanan yang
diberikan pada upaya menahan laju pertumbuhan penduduk sesungguhnya
mengalihkan perhatian dan isu yang lebih vital, yakni penerapan kebijakan yang
memungkinkan penduduk mengurus diri mereka sendiri.
Semakin cepat kita menata ulang prioritas-prioritas kita, akan semakin baik
bagi seluruh penduduk di muka bumi sekarang dan di masa datang.
______
Saat pendapatannya meningkat melalui wirausaha,
para peminjam Grameen menunjukkan tekad yang luar biasa
untuk memiliki lebih sedikit anak,
menyekolahkan anak-anak yang sudah dimilikinya,
dan berperan aktif dalam demokrasi.
______
[ bersambung ]
______
“Kawan sejati melihat kebaikan dalam segala hal
dan memberi yang terbaik di kala hal terburuk terjadi.”
[Sasha Azevedo, aktris AS]
______
The Flag
Air minum COLDA - Higienis n Fresh !
ERDBEBEN Alarm
SONETA INDONESIA <www.soneta.org>
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3