Hemat BBM, Mesin Otomatis Mati di Traffic Light
http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/06/16/09564343/hemat.bbm.mesin.otomatis.mati.di.traffic.light
KOMPAS.COM/ GLORI K WADRIANTO
Pemandangan kemacetan di salah satu sudut Ibu Kota Rusia, Moskwa.
/
Senin, 16 Juni 2008 | 09:56 WIB
Harga minyak dunia yang terus melambung pasti menjadi bagian yang
melatarbelakangi para praktisi otomotif untuk menciptakan teknologi yang lebih
hemat pada kendaraan ciptaan mereka. Satu alternatif teknologi saat ini tengah
dipersiapkan. Dengan teknologi mesin hemat energi ini, mesin akan mati secara
otomatis saat kendaraan berhenti di lampu lalu lintas.
Kepala Bagian Riset dan Pengembangan Mercedes-Benz Thomas Weber mengungkapkan,
sesunguhnya ide ini bukan barang baru. Fitur ini pertama kali dipakai pada
Volkswagen Lupo 1.2 L tahun 1999. Sekarang ide ini akan kembali digunakan pada
Audi, Mercedes-Benz, dan BMW yang menaruh minat mendalam pada pengembangan
fitur tersebut. "Dalam waktu lima tahun ke depan, diharapkan fitur ini akan
menjadi standar setiap mobil baru," ungkap Weber.
Mercedes-Benz sendiri baru saja memperkenalkan varian A-class yang
disempurnakan dengan fitur ini di Eropa, dan diyakini sejumlah produsen Jerman
akan menguntit pergerakan ini. "Dalam pandangan saya, teknologi start-stop ini
dapat menjadi basis teknologi seluruh kendaraan. Memang kondisi masing-masing
tempat akan berbeda, katakanlah Eropa berbeda dengan Arab Saudi, tapi tetap ini
menjadi teknoogi yang paling mudah dan cepat dalam menghemat bahan bakar," kata
Weber..
Teknologi ini bekerja dengan menggunakan belt-driven starter generator untuk
menggantikan alternator dan starter motor standar. Pada smart micro hybrid
drive, Oktober 2008, sistem ini diklaim mampu menghemat penggunaan bahan bakar
hingga 19 persen untuk penggunaan di dalam kota.
Dengan sistem yang digunakanMercedes ini, pengendara hanya harus memindahkan
posisi persneling ke posisi netral dan menarik rem tangan. Setelah itu, mesin
akan padam dengan halus, sementara pada saat yang sama peranti lain, seperti
pendingin udara dan perlengkapan entertainment seperti tape dan televisi, akan
dialihkan pengoperasiannya dengan baterai.
Mesin akan kembali menyala secara otomatis begitu persneling dimasukkan dan rem
tangan dilepas. Sayangnya, teknologi ini belum dapat diterapkan pada kendaraan
dengan mesin otomatis.
GLO
Sumber : LEFTLANENEWS