Dengan kebangkitan Neo-Wahabi ini, kita bisa menebak arah perjalanan Islam Indonesia ke depan. Wajah Islam Indonesia mulai memunculkan ketidak-ramahan. Akankah semua ini dibiarkan?
Sumber: Duta Masyarakat hehehe,para Islamis,berpaham uler ijoh, dengen gampil menudingku,pembenci Islam atao propokator pembencih Islam. TAMPA SATU KEJUNGJURAN MENGLIAT UNSUR ULER IJOH DI DALEM ISLAMNYAH. nah,kerna ituh,daku wangjib memberiken masupan di kampung Cikeas inih.. AGAR JANGAN KETAWA KETIWI DENGEN PALSUH, melaenken..sadarlah..kasatuan nusantarah, emang sedeung di ancurken oleh para uler ijoh inih..silahken bacak potongan berita inih.sbb. Kini, sejak Muktamar Muhammadiyah ke-45 di Malang, 3-8 Juli 2005, para veteran itu sudah kembali menguasai Muhammadiyah. Tokoh-tokoh moderat tersingkir. MUI pun sepertinya sudah mulai direngkuhnya. Apa indikasinya? Fatwa-fatwa keluaran MUI baru-baru ini terlihat memiliki kesan terwarnai oleh tangan-tangan Neo-Wahabi tersebut. Mereka mengagungkan teks secara berlebihan dengan mengabaikan konteks Mereka mudah membid'ahkan dan mensesatkan segala bentuk perbedaan. Gampang menyerbu bukan kelompok sepaham, tanpa toleransi. Gampang mencibir kalangan Islam yang bukan pengikut mati generasi salaf al-shalih. Kata-kata "bid'ah", "kafir", "musuh Islam", "penghancur Islam dari dalam", dan seterusnya, mudah menjadi ungkapan harian. Dengan kebangkitan Neo-Wahabi ini, kita bisa menebak arah perjalanan Islam Indonesia ke depan. Wajah Islam Indonesia mulai memunculkan ketidak-ramahan. Akankah semua ini dibiarkan? Sumber: Duta Masyarakat
