http://cetak.fajar.co.id/news.php?newsid=68396


16.050 Siswa SMP Tidak Lulus
(21 Jun 2008, 18 x , Komentar) 
Oleh: Amiruddin

Luwu Terbaik, Parepare Terburuk, Makassar Anjlok

MAKASSAR-Prestasi ujian nasional (UN) siswa SMP/Madrasah se Sulsel tahun ini 
menurun. Jika tahun ajaran lalu tingkat kelulusan mencapai 94 persen, tahun ini 
turun ke angka 85,57 persen. Tercatat 16.050 orang dari total 111.197 siswa SMP 
yang ikut UN, dinyatakan tak lulus.Dari 23 kabupaten/kota di Sulsel, persentase 
ketidaklulusan tertinggi diraih Kota Parepare, yakni 39,45 persen. Dari 2.162 
siswa di kota jasa dan niaga ini, 853 di antaranya tidak lulus. Hasil buruk ini 
membuat Parepare menggeser Bantaeng yang tahun lalu tidak meluluskan 1.402 
siswa, atau jika dipersentasekan mencapai angka 66 persen.

Posisi kedua terburuk tahun ini ditempati tetangga Parepare, Barru, dengan 
persentase ketidaklulusan 36,79 persen. Dari 2.520 peserta UN, tercatat 927 
orang tidak lulus. Posisi ketiga dipegang Gowa. Di daerah yang pernah dua 
periode dipimpin Syahrul Yasin Limpo itu, dari 6.911 siswa yang ikut UN, 2.182 
orang atau 31.57 persen di antaranya, juga gagal melewati UN. 

Posisi terburuk keempat "dipegang" ibukota Sulsel, Makassar dengan persentase 
kegagalan 30,10 persen. Dari 18.734 siswa yang ikut UN di Makassar, 5.639 di 
antaranya harus gigit jari. 
Prestasi Makassar tahun ini jelas anjlok. Maklum, persentase kegagalan UN SMP 
tahun lalu di Makassar hanya 1,52 persen atau 292 orang dari total siswa 19.271 
peserta.

Jika empat teratas paling hancur hasil UN tahun ini dipegang daerah bertetangga 
di wilayah Ajatappareng dan "jantung" Makassar, maka posisi teratas paling 
tinggi tingkat kelulusannya datang dari kawasan Luwu Raya. 

Sama seperti tahun lalu, tahun ini persentase kelulusan terbaik masih dipegang 
Kabupaten Luwu. Dari 5.821 peserta, hanya 17 di antaranya atau 0,29 persen saja 
yang gagal. Pencapaian SMP se-Luwu ini lebih baik dari tahun lalu. Kala itu, 
tingkat ketidaklulusan mencapai 0,44 persen, atau 26 siswa dari 5.866 total 
peserta UN.

Terbaik kedua dipegang tetangga Luwu, Tana Toraja dengan persentase 
ketidaklulusan hanya 0,65 persen, disusul Lutra 0,71 persen, dan Palopo di 
posisi keempat dengan 0,72 persen. 


Fenomena Nasional

Wakil Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, HM Saleh Gottang yang dihubungi Jumat, 20 
Juni mengakui menurunnya persentase kelulusan UN SMP di Sulsel tahun ini. Tapi, 
kata dia, kondisi ini tak hanya terjadi di Sulsel saja.

Seluruh daerah di Indonesia juga mengalami penurunan persentase kelulusan. 
"Penurunan tingkat kelulusan ini merata di seluruh provinsi. Semua daerah juga 
persentase kelulusannya menurun," kata Saleh.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, M Natsir Azis juga mengakui 
anjloknya tingkat kelulusan di Makassar. "Persentase kelulusan siswa kita 
menurun. Untuk SMPN dengan peserta UN 9.938 yang lulus hanya 6.605 atau hanya 
66,46 persen saja. Untuk SMP Terbuka dengan peserta 343 orang yang lulus hanya 
46 orang saja.

Khusus SMPN swasta dari jumlah peserta 7.208 yang lulus cuma 5.738 siswa. 
Sementara untuk MTsN hasilnya cukup bagus. Dari 547 peserta yang lulus 508 
orang. MTs swasta sendiri pesertanya 1.883 dan yang lulus 1.325 orang," 
jelasnya.

Natsir sendiri mengaku belum bisa memprediksi penyebab banyaknya siswa yang 
gagal UN kali ini. Namun katanya, pihak dinas pendidikan melalui sekolah, sudah 
berupaya maksimal. Untuk SMP negeri dengan jumlah siswa terbanyak yang tak 
lulus, menurut Natsir, dipegang SMPN 7 Makassar. Dari 371 siswa di sekolah yang 
terletak di Jl Cakalang ini, 297 di antaranya gagal UN. 

"Persentase ketidaklulusannya mencapai 80,05 persen. Untuk jumlah siswa tidak 
lulus terbanyak kedua kategori SMP negeri dipegang SMPN 34. Dari 244 siswa, 
hanya 177 yang lulus UN," katanya.
Bahkan menurut Natsir, ada beberapa sekolah yang seluruh siswanya tidak lulus 
UN tahun ini. 

Namun, itu didominasi sekolah swasta. Natsir lantas menyebut tiga sekolah; SMP 
Muhammadiyah 4, SMP Adven, serta SMP Ki Hajar Dewantara. Namun menurutnya, 
jumlah siswa mereka memang sangat sedikit. SMP Muhammadiyah 4 hanya sembilan 
peserta UN, SMP Adven 19 orang, dan SMP Ki Hajar Dewantara 18 peserta.

Untuk SMP yang meluluskan seluruh siswanya, Natsir menyebut salah satunya SMPN 
28 Baranglompo. Dari 29 siswa SMP pulau itu yang ikut UN tahun ini, seluruhnya 
lulus. "Untuk tingkat kelulusan terbaik diraih siswa SMP Nusantara Makassar 
dengan nilai 33,76 untuk empat mata pelajaran," kata Natsir lagi.

Hasil UN Ulang SMA Rayon XIV

Sementara itu, hasil UN enam SMA swasta se-Rayon XVI yang terbukti melakukan 
kecurangan pada ujian 22-23 April lalu, akhirnya tiba juga dari Jakarta. Dari 
724 pelajar yang mengikuti UN ulang, 364 di antaranya atau 50,27 persen tidak 
lulus. 

Jumlah itu lebih dari separuh peserta UN enam sekolah masing-masing; SMA 
Kartika Wirabuana, SMA Cokroaminoto Tamalanrea, SMA Cokroaminoto Latimojong, 
SMA Tut Wuri Handayani, SMA Tri Dharma MKGR, dan SMA Abdi Pembangunan.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah Ismunandar, untuk SMA Kartika, dari 
334 siswa, 36 di antaranya tidak lulus. Di SMA Tut Wuri Handayani, jumlah siswa 
yang tak lulus 44 orang dari total peserta UN 99 orang.

Khusus di SMA Cokroaminoto Latimojong, dari 99 siswa, yang tak lulus sebanyak 
77 orang. Bahkan di sekolah ini, jurusan IPS hanya meluluskan satu siswa dari 
keseluruhan siswa 46 orang. Di SMA Abdi Pembangunan, dibeberkan Natsir bahwa 86 
siswa juga gagal UN. Jumlah itu sangat besar mengingat siswa di sana hanya 90 
orang. 

"Persentase kelulusan hanya 4,92 persen saja. Kemungkinan dua orang saja yang 
lulus. Namun siswa di sana seluruhnya dari IPS," katanya. Untuk SMA Tridharma 
MKGR yang juga hanya mengasuh IPS, dijelaskan Ismunandar bahwa dari 53 siswa 
yang ikut UN ulang, 46 di antaranya tidak lulus.

Sedangkan di SMA Cokroaminoto Tamalanrea, 42 siswa IPA tidak lulus dari 
keseluruhan peserta UN ulang 45 orang. Jurusan IPS juga demikian. Dari 54 
siswa, 49 dinyatakan tidak lulus. "Untuk jurusan IPA yang lulus hanya 8,11 
persen sedangkan IPS sedikit lebih baik, yaitu 9,52 persen," terangnya. (l

Kirim email ke