hehehe,Win,Andah bener sakkalih,

Kritikan ituh kudu liat,apah tungjuannyah,

sakmodel daku yang kecimpungan di keidupan

bangsa Indon,

yang lagaknyah hajah..berugamak..

TATAPI BEJAD KALAKUAWANNYAH LUHAR BIASAK.

ambil conto ajah..menteri ugamak ituh,

bertitel haji bukan? tatapi bangsatnyah enggak

ketulungan bukan? mangka dana calon haji

yang kere kere ituhpun di embatnyah!

inih khan satu tabiat bangsat yang enggak

pantes? yang dilakuken oleh ugamawan?

mangka kubilanglah..merekak sakbagae uler ijoh.

kadua, cuba deh, apa bener..ituh manager kolbu..

lima taonan..nyekokin bini tuanyah,

sungpaya rela di madu, sama kiai sontoloyoh

yang muda muda udah jadi kiai...

padahal NAHAN NAPSU AJAH ENGGAK MAMPUH?

katiga..apah bener, ituh uler2 ijoh yang 

berugamak Islam..punyak hak, untuk melarang

Ahmadiah beribadah dengen menyengbut dirinyah

Islam? sementarah Sunni dan Shi iahpun,

SALING BERMUNGSUHAN, TATAPI ENGGAK BISAK

YANG SATU MENUNGTUT DIBUBARKENNYAH YANG LAEN?

jadi mengapah..para uler ijoh ituh,

kudu ngambek..pada saat daku membilangin,

BAHUWA INDON RUNGSAK, KULANTARAN DIRACUNIN

ULER ULER IJOH...YANG EDAN UGAMAK,

dan yang sakkarang jadi banghaya laten buat

kasatuan bangsa Indon!!

hehhehhe..daku demen..membacak tunglisanmu Win!!

Selamet..berhoras bahan lah...




--- In [email protected], "Erwin Arianto" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Kenapa Takut Di
> Kritik<http://erwin-arianto.blogspot.com/2008/06/kenapa-takut-di-
kritik.html>
> 
> Saya medapat suatu email yang menarik, tentang caranya menghadapi 
kritik,
> dari seorang sahabat yang tidak pede dan terkadang terbawa emosi 
atas kritik
> yang diterimanya,Menurut pendapat saya, wajar bila kita mendapat 
kritik dari
> seseorang, bila seseorang mengkritik saya, berarti orang tersebut 
peduli
> kepada kita dan menginginkan kita menjadi lebih baik. Kebiasan 
menulis saya
> pun berawal dari kritik yang saya dapat dari mba elisa korag 
(terimakasih ya
> mba) dulu saya hanyalah seorang penikmat tulisan inpirasi atau 
motivasi, dan
> saya menjadi orang yang hanya memforward email inspirator dari 
milist satu
> ke milist lainya.
> 
> Pada suatu saat saya mendapat kritik yang membangun dari mba Icha, 
pada awal
> mendapat kritik saya sempai merasa tidak nyaman. Tetapi secara 
tidak sengaja
> suatu hari terlintas lagi kritik dari mba icha, ternyata ada 
benarnya¡Ä dan
> dari seorang forwader, saya mencoba menulis walau mungkin tulisan 
saya tidak
> begitu menarik. Dan saya mendapat masukan yang membangun dari 
sebuah kritik.
> 
> Menurut pendapat saya yang kurang berilmu jika kita menerima 
kritik hal yang
> harus dilakukan adalah
> 1. Menerima dulu kritik yang masuk
> Ya kita harus menerima dahulu, tentang apa nanti yang akan kita 
lakukan
> adalah hal selanjutnya yang harus kita lakukan
> 
> 2. Mencoba mempertimbangkan kritik yang masuk
> Setelah menerima dengan suasana hati yang lebih tenang kita 
mempertimbangkan
> apakah kritik itu benar dan sesuai dengan kondisi kita
> 
> 3. Berkomunikasi dengan Pengkritik
> Cobalah kita berkomunikasi dengan pengkritik, tentang kritik yang 
ditujukan
> ke kita, terkadang kita terlalu emosi dahulu bila menerima suatu 
kritik, dan
> kita bisa salah tafsir tentang kritikan tersebut. Dengan 
berkomunikasi kita
> tahu maksud dan tujuan dari perngkritik kepada kit. Perlu diingat 
cobalah
> bicara dengan ramah, tidak dengan keadaan emosi.
> 
> 4. Ambilah tindakan dari kritik
> Setelah maksud kritik itu jelas baru kita ambil tindakan kritik 
tersebut,
> bisa dengan kita terima kritik tersebut dengan merubah kekurangan 
kita atau
> kita tidak bertindak apa-apa karena kritik tersebut setelah kita
> pertimbangkan itu tidak benar.
> Seseorang yang sukses selalu menerima kritik untuk perbaikan, 
Sering saya
> lihat dimana sesorang anti, bila di kritik.walau sebenarnya yang 
dikatakan
> pengkritik itu benar.
> 
> Bila kita sebagai orang yang mengkritik kita juga harus bisa 
melihat keadaan
> untuk memberi kritik agar tidak melukai perasaan orang . Orang 
yang tidak
> mau menerima kritik mungkin merasa dirinya yang paling benar. Dan 
kita akan
> menjadi orang yang sedikit egois jika kita marah bila dikritik 
orang.
> 
> Maka cobalah berfikir jernih ketika kita di kritik orang lain, dan 
cobalah
> berfikir jika kita dikritik, orang yang mengkritik kita adalah 
orang yang
> peduli pada kita dan menginginkan kita menjadi lebih baik. Kalau 
orang yang
> tidak peduli dengan kita mana mau seseorang memberikan kritik. 
Orang yang
> mengkritik kita adalah orang yang selalu memperhatikan kita, 
karena orang
> itu memperhatikan kita maka dia tahu sisi kekurangan kita dan 
menginginkan
> kita lebih baik.
> 
> Jadi kenapa takut dan marah ketika kita dikritik, karena kita 
sedang
> diperhatikan oleh orang tersebut. Seharusnya kita berterimakasih 
kepada
> orang tersebut telah mengkritik kita. Kalau dalam tulisan-tulisan 
saya ada
> yang tidak berkenan maka saya akan sangat senang bila para sahabat 
dapat
> memberi kritik dan saran dengan mengirim email ke
> [EMAIL PROTECTED] dapat membri masukan pada blog saya di
> http://erwin-arianto.blogspot.com.
> 
> "Manusia tidak bukan lah mahkluk sempurna, jadi perlu kritik dan 
saran untuk
> memperbaiki ketidaksempurnaan tersebut."
> 
> "Manusia sukses adalah orang yang dapat menerima kritik dan 
memperbaiki
> kesalahanya, orang yang gagal sering merasa kesal & marah atas 
kritik untuk
> menutupi ketidak sempurnaanya"
> 
> Terilhami dari lingkungan kantor ku, para sahabat-sahabat milist, 
dan para
> pengunjung blog ku. Terimakasih atas saran dan kritiknya.
> 
> 
> Depok 24 Agustus 2007, 20:30
> Erwin Arianto
> Terimakasih telah berkunjung ke Http://erwin-arianto.blogspot.com
> Salam Persahabatan¡Ä
> http://erwin-arianto.blogspot.com/2008/06/kenapa-takut-di-
kritik.html
> -- 
> Best Regard
> Erwin Arianto,SE
> ¥¨¥ë¥¤¥ó ¥¢¥ê¥¢¥ó¥È ¡ÊÆâÉô´Æºº»ö̳¶É¡Ë
> -------------------------------------
> SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY
>


Kirim email ke