Di Universitas Tarumanagara (Untar) baru saja dilangsungkan pemilihan
rektor dan telah berhasil dimenangkan oleh salah satu kandidat yang
mendapat dukungan suara terbanyak dari kalangan civitas akademik.

Kami menghimbau agar proses yang sudah dicapai secara demokratis
tersebut terus ditindak lanjuti secara saksama dengan mengindahkan
nilai-nilai obyektifitas oleh kalangan pengambil kebijakan di
lingkungan Yayasan Universitas Tarumangara.

Pahami bahwa kemenangan kandidat terpilih merupakan kemenagan
Universitas Tarumanagara,bukan kemenangan pribadi si calon atau kelompok.

Segenap civitas akademika dalam hal ini wajib menjunjung tinggi
nilai-nilai moral dengan mengedepankan kejujuran nurani serta keadilan
terhadap segenap civitas akademika.

Kami mengajak seluruh civitas akademika dan elemen yang ada untuk ikut
perperan dalam mengawasi tindak lanjut dari hasil yang sudah dicapai
saat ini dengan komitmen menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan
kedaulatan segenap civitas akademika Universitas Tarumanagara.

Kebenaran adalah segalanya dan kita akan selalu komitmen untuk
memperjuangkan itu.
Objektivitas merupakan pisau tajam yang sanggup mencukur habis
kesewenang-wenangan.

Untuk itu kami mengajak seluruh komponen civitas akademika, beserta
alumni dan elemen yang ada supaya bersama-sama menjaga proses
demokrasi yang sudah berjalan baik ini dengan semangat, semua untuk
satu yakni, kejayaan Universitas Tarumangara Tercinta.

Kita semu akan merasa tercederai jika ada upaya-upaya dari oknum
tertentu yang sengaja merusak dengan mengabaikan aspirasi yang
berkembang dan hasil yang sudah dicapai saat ini. jika hal itu sampai
terjadi, konsekuensinya oknum yang mencoba mengusung isu sara harus
membayar mahal atas tidakan dan konspirasi jahatnya itu.

Saat ini sudah tersebar luas dikalangan mahasiswa dan seluruh civitas
akademika, alumni, serta masyarakat umum bahwa ada pihak internal
dengan inisial S yang saat ini menjabat sebagai wakil dewan penasihat
yayasan berusaha memaksakan kehendaknya, bahwa untuk jabatan rektor di
Universitas traumangara harus di jabat oleh Warga Negara Keturunan.

Bahwa cara-cara yang dilakukan oleh saudara S tersebut sangat tidak
etis dan cenderung menggiring pada suatu keadaan yang sangat rawan
dengan konflik etnis (SARA). 

Tidak selayaknya seorang wakil dewan penasihat yayasan memasukan
pola-pola sara ke dalam lingkungan institusi perguruan tinggi.


Kirim email ke