======================================  
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER [ WDNC ]
[ Seri : "Membangun Ekonomi Rakyat Indonesia"  
=======================================
 [Ec_Q]
 
BANK KAUM MISKIN
Oleh : Muhammad Yunus
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006
Bersama Alan Jolis
 
Belajar dari : 
Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam
Memerangi Kemiskinan
 
68. Proyek Integritas Dungganon 
Tak lama setelah ASHI mulai berjalan, saya bertemu Daniel Lacson, gubernur 
provinsj Negros Occidental, daerah pertanian tebu di Filipina selatan. Kami 
bertemu di Washington, D.C. saat menghadiri seminar yang diselenggarakan Bank 
Dunia. Setiap orang membahas dampak buruk yang dialami negara-negara miskin 
akibat “kebijakan penyelarasan struktural” yang dipaksakan Bank Dunia. Ketika 
tiba giliran saya berbicara, saya berpendapat bahwa orang-orang yang kehilangan 
pekerjaan karena kebijakan-kebijakan Bank Dunia adalah “kaum miskin baru” dan 
saya lebih peduli pada “kaum miskin lama,” mereka yang tidak pernah memiliki 
pekerjaan sejak awal. Saya tidak pernah memaafkan pendekatan yang dipakai Bank 
Dunia, tetapi saya berpendapat bahwa mayoritas “kaum miskin baru” akan mampu 
bertahan karena mereka memiliki dukungan untuk bersandar dan saya desak para 
peserta seminar mengalihkan perhatiannya justru pada “kaum miskin lama.” Saya 
kemudian menawarkan
 program kredit mikro Grameen sebagai contoh bagaimana kami bisa membantu kasus 
genting ini.
Terinspirasi ceramah saya, Gubernur Lacson mengirim Dr. Cecile D. del Castillo, 
direktur sebuah organisasi nirlaba bernama Negros Women’s for Tomorrow 
Foundation, untuk mengunjungi Grameen di Bangladesh. Seperti David Gibbons, 
Cecile mempelajari segala sesuatu tentang Grameen, dan bulan Agustus 1989, dia 
meluncurkan program baru bertajuk Proyek Dungganon (“Integritas”) di Negros 
Occidental. Dengan latar belakang karya sosial dan koneksi kuatnya ke lembaga 
donor nasional serta internasional, Cecile dengan cepat membangun sebuah 
program unggulan yang melayani beberapa ribu peminjam yang sangat miskin. Pada 
awal 1990-an, Proyek Dungganon menjadi program terbesar dari yayasan yang 
dikelola Cecile.
 
_______
  
Saya berpendapat bahwa orang-orang
yang kehilangan pekerjaan karena kebijakan-kebijakan Bank Dunia
adalah “kaum miskin baru”
dan saya lebih peduli pada “kaum miskin lama,”
mereka yang tidak pernah memiliki pekerjaan sejak awal.
_______
 
Seperti David Gibbons,
Cecile mempelajari segala sesuatu tentang Grameen,
dan bulan Agustus 1989, dia meluncurkan program baru
bertajuk Proyek Dungganon (“Integritas”)
di Negros Occidental. 
_______
 
[ bersambung ]
 
* * * * *
“Ada penderitaan dan kegagalan dalam kehidupan ini.
Tiada orang yang dapat menghindari itu semua.
Namun, lebih baik gagal dalam perjuangan meraih cita-cita
daripada gagal tanpa pernah tahu rasanya berjuang.”
[Paulo Coelho, novelis Brazil]
 
* * * * *
 


 
SONETA INDONESIA <www.soneta.org>
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3 
 


      

Kirim email ke