======================================  
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER [WDNC]
[ Seri : "Membangun Ekonomi Rakyat Indonesia" ]  
======================================
[Ec_Q]
 
BANK KAUM MISKIN
Oleh : Muhammad Yunus
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006
Bersama Alan Jolis
 
Belajar dari : 
Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam
Memerangi Kemiskinan
 
71. Mereplikasi Program Grameen
Dalam diskusi kami dengan gelombang pertama orang-orang yang mereplikasi 
Grameen, kami dapati banyak organisasi kesulitan menggalang dukungan finansial 
untuk aktivitas-aktivitas mereka. Mereka butuh dana untuk mengikuti pelatihan 
di Bangladesh, memulai program-programnya, dan kemudian melakukan perluasan 
setelah fase uji coba. Saya dorong mereka mencari sumber-sumber pendanaan di 
negara mereka masing-masing: semakin dekat dengan kantor mereka, semakin baik. 
Dengan cara itu mereka akan mampu menjaga seluruh transaksi keuangannya dalam 
mata uang negaranya dan membuktikan secara langsung dampak kerja mereka kepada 
lembaga-lembaga donor. Mengesampingkan dorongan dan sesekali campur tangan saya 
—saya kadang menghubungi lembaga-lembaga donor untuk merekomendasikan 
pembiayaan di negara-negara tertentu—beberapa program replikasi Grameen yang 
terbaik tetap nol pendanaannya.
Suatu hari saya mengeluhkan situasi ini dalam sebuah kuliah di Chicago: 
miliaran dolar digelontorkan untuk pembangunan Dunia Ketiga, tapi tak sesen pun 
masuk ke lusinan program kredit mikro yang bagus-bagus. Saat sesi tanya jawab 
saya paparkan betapa sulitnya memulai program replikasi ini karena langkanya 
dana donor. Saya mengusulkan pendirian cabang Grameen Trust yang khusus 
menyediakan dukungan bagi program-program replikasi ini. Jika donor puas dengan 
penggunaan uangnya, mereka boleh memberi lagi. Jika tidak puas dengan kinerja 
kami, mereka boleh mencabut dukungannya.
Ketika waktu tanya jawab diperpanjang, saya diserahi catatan dari seorang 
peserta. “Bisakah saya berbicara dengan Anda dua menit saja setelah presentasi 
ini?” tulisnya. Saya serahkan kertas itu ke Connie Evans, direktur eksekutif 
Women’s Self-Employment Project (Proyek Usaha Mandin Perempuan) yang duduk di 
sebelah saya. Usai kuliah itu, Connie segera menyeret saya ke sebuah ruangan 
kecil. Seorang perempuan sudah ada di situ.
“Berapa banyak kira-kira uang yang Anda butuhkan untuk memulai pendanaan 
proyek-proyek replikasi ini?” tanya perempuan itu.
“Dua ratus ribu dolar bisa jadi awal yang baik,” jawab saya.
“Apakah Anda akan menemui kesulitan mencari proyek-proyek replikasi untuk 
didanai?”
“Oh, tidak. Ada banyak proyek yang butuh uang,” jawab saya. “Dan sekali kita 
mulai mendanai, akan banyak lagi proyek yang membutuhkannya.”
“Berapa lama Anda ada di kota ini?”
“Dua hari lagi. Lalu saya pergi ke Washington.”
“Saya akan coba memberi Anda cek senilai dua ratus ribu dolar sebelum Anda 
pergi. Bisakah saya mengundang Anda ke rumah saya sore ini supaya berjumpa 
dengan beberapa rekan saya dan kita bisa menindaklanjuti proses pemberian 
hibah?”
Saya menoleh ke Connie dan bertanya, “Boleh aku pergi?”
Connie tampak berseri-seri keriangan. “Bagaimana mungkin aku melarangmu pergi 
ke rumah Adele Simmons, apalagi saat ia ingin memberi hibah padamu?”
Senja itu kami bertemu dengan Adele, presiden MacArthur Foundation, dan tiga 
rekannya yang menyetujui keputusan Adele memberi kami hibah. Jadwal saya dua 
hari berikutnya sangat ketat dan saya tidak punya waktu untuk membuat proposal 
hibah. Adele menugaskan seorang stafnya ikut naik taksi bersama saya, duduk 
disebelah saya saat makan siang dan makan malam, untuk membuat draf proposal 
selama saya berada di kota itu. Dalam dua hari, sang staf selesai menulis 
sebuah proposal yang memuaskan MacArthur Foundation.
Keputusan Adele Simmons mendukung Grameen Trust merupakan lompatan awal bagi 
program replikasi baru kami yang ambisius. Donor-donor lain jadi tergerak untuk 
mengikutinya, di antaranya: Rockefeller Foundation, Bank Dunia, Dana 
Pengembangan Modal PBB (UN-CDF), serta Pemerintah AS dan Jerman. Grameen Trust, 
yang dijalankan oleh mantan kolega di Chittagong University dan sahabat dekat 
saya, H.I. Latifee, telah menerima sejumlah lebih dan AS$ 19,8 juta sejak 1994. 
Hampir setiap sen digunakan untuk mendukung 65 proyek replikasi Grameen di 27 
negara. Akhir tahun 2002, organisasi-organisasi ini telah memberikan kredit 
lebih dari AS$444 juta pada sekitar 1.140.000 orang miskin.
Grameen menarik orang-orang yang berpotensi mereplikasi program kami dengan 
mengundang mereka ke Program Dialog Internasional, konferensi dua minggu yang 
digelar oleh Grameen Bank dan Grameen Trust empat kali setahun. Sekitar 20 
orang dari seluruh dunia hadir dalam tiap konferensi. Setelah beberapa jam 
orientasi di kantor pusat, kami mengirim tamu-tamu ini dalam kelompok-kelompok 
yang terdiri dari dua orang ke cabang-cabang berjauhan di seantero Bangladesh. 
Mereka berada di sana selama 5 hari mempelajari sebanyak mungkin mengenai 
cabang, pegawai, peminjam dan kondisi sosio-ekonominya. Mereka lalu melakukan 
wawancara mendalam dengan peminjam Grameen selama beberapa hari. Ini 
memungkinkan mereka melihat dampak langsung Grameen pada tingkat yang sangat 
manusiawi. Ini juga membantu melunturkan mitos dan prasangka yang mungkin 
dimiliki peserta mengenai kaum miskin di Bangladesh, kaum miskin di negaranya, 
ataupun kaum miskin secara umum.
Ketika para peserta Dialog kembali dari lapangan, kami mendorong mereka 
membahas keunggulan dan kekurangan pendekatan Grameen. Di akhir masa dua 
minggu, kami tunjukkan mereka cara mengajukan pada permohonan modal awal ke 
Grameen Trust agar program mereka bisa mulai berjalan. Jika mereka mengajukan, 
kami menghubungi replikawan lain di negaranya untuk referensi. Semua ini sangat 
murah biayanya, tetapi memungkinkan kami menyortir mereka yang tidak serius 
memulai program dan yang setia pada semangat Grameen. Kami mendapat banyak 
permintaan untuk pembiayaan baru dan berharap bisa mencapai 10 juta peminjam 
pada 2005 melalui program replikasi yang didanai Grameen Trust. Target itu akan 
membutuhkan kira-kira AS$2,2 miliar. Ini kedengarannya seperti uang dalam 
jumlah besar, tetapi jumlah ini kurang dari dua kali lipat jumlah uang yang 
bisa digalang kawan Amerika saya untuk membantu fakultas hukumnya beberapa 
tahun lalu.
 
_______
 
Saya mengusulkan pendirian cabang Grameen Trust
yang khusus menyediakan dukungan bagi program-program replikasi ini.
Jika donor puas dengan penggunaan uangnya,
mereka boleh memberi lagi.
Jika tidak puas dengan kinerja kami,
mereka boleh mencabut dukungannya.
_______
 
Keputusan Adele Simmons mendukung Grameen Trust
merupakan lompatan awal bagi program replikasi baru kami
_______
 
Grameen menarik orang-orang yang berpotensi mereplikasi program kami 
dengan mengundang mereka ke Program Dialog Internasional, 
konferensi dua minggu yang digelar 
oleh Grameen Bank dan Grameen Trust empat kali setahun.
 
Semua ini sangat murah biayanya,
tetapi memungkinkan kami menyortir mereka
yang tidak serius memulai program
dan yang setia pada semangat Grameen.
_______

[ bersambung ]
 

* * * * *  
“Dia yang memandang rendah kegetiran, 
tak akan pernah melihat kebahagiaan.“
[Kahlil Gibran, 1883-1931, Pujangga kelahiran Lebanon]
 
* * * * *  
 
The Flag
Air minum COLDA - Higienis n Fresh !
ERDBEBEN Alarm



 
SONETA INDONESIA <www.soneta.org>
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3 
 


      

Kirim email ke