Huak...huak...huak...bangru sengkangrang daku mengbangca tunglingsan ongrang
yang sengdungu ingni. 

> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> On Behalf Of leonardo rimba
> Sent: 08 Juli 2008 8:27
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: CiKEAS> Waham Kebesaran (Grandeur Delusion)
> 
> Ternyata cukup banyak dari kita yang merasa dibohongi oleh 
> agama2, including me. Tapi, kalau kita tidak pernah melewati 
> segala jalan yang diajarkan oleh agama2 itu, maka kita tidak 
> bisa sampai DISINI dan SAAT INI. Kita mungkin sudah tahu 
> secara intuitif sejak semula bahwa Allah yang diajarkan 
> kepada kita itu cuma konsep doang, dan bahwa Allah yang asli 
> itu hidup di dalam kesadaran kita sendiri, yang bisa kita 
> rasakan SETIAP SAAT tanpa harus pergi melakukan ibadah dan 
> melakukan perbuatan baik untuk mengambil hatinya. Kita 
> semuanya mulai dari "mengambil hati Allah". Lama2 ternyata 
> kita cuma makan hati saja, bukan hati siapa2, melainkan hati 
> kita sendiri saja. Kita akhirnya tahu bahwa orang2 dewasa itu 
> ternyata bohong terhadap kita. Mungkin bohong asli karena 
> mereka sengaja tidak mengatakan apa adanya. Bisa juga 
> "bohong" dalam tanda kutip karena mereka sendiri tidak tahu 
> apa yang mereka katakan.
> 
> Tanpa perlu menyebut contoh manusianya siapa, kita semua tahu 
> bahwa orang2 yang memegang agama itu memiliki suatu gangguan 
> kejiwaan yang, dalam istilah Psikologi Klinis, disebut 
> sebagai Waham atau "Delusion" dalam Bahasa Inggris. Nah, 
> ciri2nya itu sudah begitu jelas, yaitu merasa diri memiliki 
> kebenaran mutlak sehingga merasa BERHAK untuk memaki-maki 
> semua orang lain yang tidak sepaham dengannya. Mereka 
> mengalami waham / delusion, yaitu mengalami secara real / 
> nyata hal2 yang sebenarnya cuma ada di PIKIRAN mereka sendiri 
> dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan realita.
> 
> Secara realita, kita ini hidup di masyarakat majemuk / plural 
> dimana setiap manusia berhak memiliki pendapat dan 
> mengutarakannya. Pendapat itu bisa apa saja, wong orang punya 
> otak kan bisa berpikir sendiri TANPA perlu dijejali segala 
> macam jalan pikiran milik orang lain. Tetapi, orang2 yang 
> memegang agama itu TERJANGKIT suatu waham / delusion dimana 
> dirinya menganggap bahwa Allah / God / Tuhan itu berbicara 
> melalui kitab2 yang disucikan itu, yang mereka pegang sebagai 
> "Buku Hukum Dunia dan Akhirat",... sehingga tanpa malu2 
> mereka akan mengkhotbahi manusia2 lain yang tidak sepaham 
> dengannya. Pedahal siapa yang sesat ??? Siapa yang terkena 
> waham / delusion ??? Siapa yang merasa BERHAK untuk mengajari 
> orang2 lain tentang apa yang diinginkan "Allah" ???
> 
> Nah, makanya mereka yang belajar tentang penyakit2 kejiwaan 
> memiliki istilah khusus bagi orang2 yang MABOK AGAMA. 
> Istilahnya adalah Waham Kebesaran / Grandeur Delusion yang, 
> antara lain, ciri2nya adalah merasa diri sebagai seorang yang 
> besar di mata Allah blah blah blah, merasa diri dimuliakan 
> sedemikian rupa sama Allah blah blah blah... sehingga merasa 
> BERHAK untuk gebukin orang2 yang tidak percaya kepada agama 
> Allah seperti yang dipercayainya.
> 
> On the other hand, kita juga semua tahu bahwa Allah yang 
> NGOTOT membawa agama tertentu itu jelas bukan Allah / God / 
> Tuhan melainkan manusia biasa2 saja yang, kalau waktunya 
> sudah kedaluwarsa, mbok ya disingkirkan saja. Ajaran manusia2 
> biasa itu ada waktunya. Ada waktunya relevan, dan ada 
> waktunya tidak relevan. Ada waktunya diciptakan, dan ada 
> waktunya kedaluwarsa. Biarpun mengatas-namakan si Allah, 
> semua ucapan2 yang dikumpulkan dalam kitab2 yang disucikan 
> itu cuma UCAPAN MANUSIA BIASA SAJA. Kita pakai common sense 
> saja lah, wong ucapan manusia biasa saja kok !
> 
> Tetapi mereka yang MABOK AGAMA tidak bisa menerima common 
> sense seperti itu. Mereka pikir Allah itu tetap saja seperti 
> tukang hitung dosa, seperti akuntan. Otak mereka TIDAK NYAMPE 
> bahwa segala Allah yang bilang begini dan begitu itu adanya 
> di jidat mereka doang. Mereka mengalami syndrome Waham 
> Kebesaran (Grandeur Delusion) sehingga merasa WAJIB dan 
> BERHAK untuk memaki semua orang yang tidak sepaham dengan 
> mereka yang, sebenarnya, sangat menyedihkan juga. Kita patut 
> mengasihani orang2 yang mabuk agama itu. Mereka itu jiwanya 
> SAKIT, sehingga patut untuk dikasihani. Kasihan, what a pity !
> 
> Delusion itu istilah Bahasa Inggris, dan diterjemahkan oleh 
> mereka yang bergerak di bidang psikologi sebagai "waham". 
> Tetapi istilah "waham" tidak ada yang mengerti kecuali mereka 
> yang memang belajar Psikologi Klinis. So, kebanyakan dari 
> kita lebih mengerti istilah "delusion" yang di-Indonesiakan 
> menjadi "delusi". Delusi itu ada hubungannya dengan istilah 
> "illusi" juga. Akar katanya itu sama. Cuma, kalau illusi itu 
> sesuatu yang biasanya datang dan pergi, semacam bayangan 
> belaka, maka yang namanya DELUSI itu menetap di pikiran dan 
> perasaan orang yang terjangkit. Bahasa Inggrisnya itu 
> "deluded", ter-delusi. Mungkin bisa dibilang sebagai 
> "kesambet" atau "kesurupan" juga kalau dalam Bahasa Indonesia.
> 
> Nah, orang yang ter-delusi itu macam2. Ada yang ter-delusi 
> oleh ide2 tentang persecutions. Jadi selalu merasa dirinya 
> itu dikejar-kejar, pedahal tidak ada yang mengejar-ngejarnya. 
> So, orangnya itu bisa juga disebut sebagai paranoid, merasa 
> sesuatu terjadi dengan dirinya, pedahal tidak ada apa2. 
> Delusi umum yang terjadi di Indonesia adalah kefanatikan 
> beragama. Agama2 itu kan buatan manusia belaka, segala kitab2 
> itu buatan manusia belaka. Tetapi orang yang mengalami DELUSI 
> (Waham) itu akan percaya penuh bahwa Tuhan / Allah itu yang 
> mengatakan hal2 yang tertulis di kitab suci mereka, sehingga 
> mereka akan merasa berhak dan wajib mengkhotbahi semua orang2 
> lain agar "kembali ke jalan Allah".
> 
> Kalau Allah di kitab suci mereka tanpa ragu2 memberi CONTOH 
> bagaimana si nabi yang dimuliakan itu membasmi orang2 yang 
> tidak sepaham, maka orang yang mengalami Waham (Delusion) itu 
> juga akan tanpa ragu2 mengikuti cara berpikir dan bertindak 
> seperti itu. Kelakuan FPI itu baru contoh kecil saja, yang 
> meledakkan Candi Borobudur juga sudah pernah, yang meledakkan 
> Patung Buddha di Afghanistan juga ada, yang meledakkan Bom 
> Bali itu juga ada. Nah, orang2 seperti itulah yang mengalami 
> Waham (Delusion). Jiwanya sakit sehingga tidak bisa 
> membedakan antara COMMON SENSE dan segala macam ajaran yang 
> memuliakan kitab2 yang disucikan itu. Kalau kitab2 yang 
> disucikan itu dianggap sebagai benar2 Suara Tuhan / Allah, 
> ... ya jadinya berantakan dong. Jadinya si pengikut Allah itu 
> akan merasa TERPANGGIL untuk menjadi teroris, wong Allah 
> disitu ngajarin si nabi untuk jadi teroris which is actually 
> a fact. Tetapi itu masa lalu, dan tidak bisa dicontoh.  
> 
> Tetapi masih banyak orang yang dengan cara2 tidak se-ekstrim 
> itu, tetap menjadi "teroris" dengan cara mengkhotbahi orang2 
> lain yang tidak sependapat dengannya. Bukan hanya khotbah 
> melainkan MAKI2 juga. Mereka itu merasa berhak memaki semua 
> orang karena mereka pikir Allah itu menyuruh mereka untuk 
> maki2 semua orang yang tidak sepaham. Nah, Allah atau Allah 
> ??? Pedahal, segala Allah2an itu adanya di PIKIRAN mereka 
> sendiri saja, dan tidak ada hubungannya dengan realitas 
> sosial. Orang yang tidak berpikir dengan cara Allah2an itu 
> tetap saja bisa hidup, dan bisa hidup dengan baik2 saja 
> malahan. Tetapi jalan pikiran common sense seperti itu 
> rupanya susah diterima oleh orang2 yang sudah terjangkit 
> Waham (Delusion). Mereka merasa memiliki kebenaran mutlak, 
> sehingga merasa berhak dan wajib mengkhotbahi dan memaki 
> semua orang yang tidak sepaham. Dan mereka menganggap dirinya 
> lebih tinggi / lebih besar / lebih mulia daripada manusia2 
> lainnya yang tidak sepaham.
> 
> Manusia Indonesia yang sedikit2 merasa tersinggung dan 
> terhina karena dibilang bahwa si Allah yang mereka sohor2kan 
> itu adanya di jidat mereka doang, dan bahwa kitab sucinya itu 
> buatan manusia biasa doang itu masih CUKUP BANYAK. Dan itu 
> yang patut dikasihani karena merekalah yang terjangkit delusi 
> (waham). Kalau waham itu sudah sedemikian besar, saya bilang 
> namanya itu waham kebesaran (grandeur delusion). Orang yang 
> terjangkit waham kebesaran (grandeur delusion) so pasti akan 
> BERSEMANGAT untuk memaki-maki dan mengkhotbahi anda dan saya. 
> Tetapi kita tahu bahwa mereka itulah yang jiwanya sakit, sick souls. 
> 
> +++
> 
> [Leonardo Rimba adalah seorang praktisi Psikologi 
> Transpersonal. Bersama Audifax, Leo menulis buku "Psikologi 
> Tarot" (Pinus, Maret 2008). Diskusi dengan Leo bisa dilakukan 
> di Milis SI; just click:
> <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. Anybody 
> is welcomed to join tanpa membedakan latar belakang Suku, 
> Agama, Ras, Jenis Kelamin, Usia, dan Orientasi Seksual.]
> 
> Send instant messages to your online friends 
> http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> ------------------------------------
> 
> _________________________________________________________________
> 
> www.kpk.go.id ||| [EMAIL PROTECTED]
> _________________________________________________________________
> 
> Jl. H.R. Rasuna Said Kav C-1, Jakarta 12920, Telp. 62-21 
> 25578311, Faks. 62-21 52892441
> 
> (^_^) ~ Apa kata DUNIA dengan koruptor berJamaah di Indonesia ~ (^_^)
> 
> 
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 

Kirim email ke