09/07/08 16:27
Semua Negara Harus Bekerja Sama Atasi Pangan, kata Presiden
http://www.antara.co.id/arc/2008/7/9/semua-negara-harus-bekerja-sama-atasi-pangan-kata-presiden/

Toyako, Hokkaido (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan 
pentingnya kerja sama internasional untuk memastikan keamanan pangan sehingga 
tidak terjadi krisis yang diindikasikan dengan naiknya harga komoditas tersebut.
"Negara-negara berkembang hendaknya dapat menempatkan kembali pengembangan 
agrikultur sebagai hal utama dalam agenda pembangunan mereka. Di sisi lainnya, 
negara maju dapat juga berperan dengan kebijakan ekonomi yang mendukung sektor 
pertanian," kata Presiden dalam sesi Outreach Working Lunch pada KTT G-8 di 
Toyako, Hokkaido, Rabu.
Kepala Negara mengatakan negara-negara maju juga dapat berinvestasi di bidang 
pertanian dan membagi pengetahuan mereka di bidang teknologi untuk meningkatkan 
produksi pertanian pada negara berkembang.
"Dengan bantuan tersebut dan juga kebijakan ekonomi yang tepat maka dapat 
mendorong peningkatan produksi pangan negara berkembang," katanya.
Presiden Yudhoyono juga mengatakan kini saatnya pemerintah, swasta dan peneliti 
berhubungan erat dalam pengembangan sektor pertanian, sehingga keamanan pangan 
dapat terjamin.
"Jangan juga dilupakan pengembangan kapasitas petani di skala kecil. Indonesia 
berhasil meningkatkan produksi pangan dengan meningkatkan kapasitas petani 
kecil yang mendapatkan bibit hibrida," katanya.
Dengan bibit tersebut, kata Presiden, produksi pertanian saat panen dapat 
meningkat dibandingkan sebelumnya yang untuk satu hektar dapat menghasilkan 12 
ton beras.
"Bila ini dapat terjadi secara internasional maka kita akan dapat melihat 
semakin baiknya suplai pangan secara global," katanya.
Presiden Yudhoyono mendukung putaran Doha dalam pembahasan pembangunan yang 
diarahkan pada terbangunnya perdagangan internasional yang lebih fair dan 
meningkatkan produksi pangan di negara berkembang.
Menurut dia, saat ini dalam ekonomi internasional ada paradoks yang terjadi, di 
satu sisi banyak negara berkembang terpukul dengan kenaikan harga minyak mentah 
seperti di Asia, Afrika dan Amerika Latin, namun di sisi lain sejumlah negara 
penghasil minyak menikmati keuntungan yang sangat besar.
"Saya menghargai sikap Saudi Arabia yang memberikan bantuan pada organisasi 
pangan dunia, kita harus mendorong hal yang lebih. Secara luas saya percaya 
baik kenaikan harga minyak mentah dengan harga pangan akan berjalan paralel 
pada suatu saat nanti," katanya.
Presiden meyakini KTT G-8 dapat menjadi momentum untuk kerja sama mengatasi 
krisis pangan karena para pemimpin yang hadir dalam pertemuan tersebut 
merupakan pemegang kebijakan kunci dalam isu keamanan pangan secara global.(*)

COPYRIGHT © 2008


      

Kirim email ke