Kedaulatan rakyat Indonesia di masa lalu banyak terabaikan dalam
sistim kenegaraan kita. Di masa lampau, MPR terdiri atas anggota DPR
dan kelompok perwakilan lainnya, yakni Utusan Daerah yang dipilih dari
dan oleh DPRD dari masing-masing propinsi dan Utusan Golongan yang
ditunjuk oleh presiden. Kondisi ini menyebabkan mandulnya representasi
rakyat di lembaga perwakilan rakyat. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua
DPD RI Prof. Dr. Ir. Ginanjar Kartasasmita, ketika menerima kunjungan
Mr. Hans Van Baalen, anggota Parlemen Belanda dan rombongan di lantai
8 Gedung Nusantara III kompleks parlemen – Senayan, Jakarta (16/7).

Lebih lanjut, Ginanjar mengatakan bahwa saat ini, setelah amandemen
UUD 1945, keadaannya sudah lebih baik dengan adanya perubahan
kelembagaan parlemen Indonesia yang menganut sistim dua kamar, DPR dan
DPD RI. "Walaupun masih ada beberapa persoalan mendasar yang perlu
diperbaiki dalam hal kewenangan antara DPR dan DPD, namun sudah lebih
baik," kata Ginanjar, yang dalam pertemuan tersebut didampingi oleh
Wakil Ketua DPD RI, Dr. Laode Ida dan Wakil Sekretaris Jenderal DPD
RI, Djamhur Hidayat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan panjang lebar tentang
proses pemilihan anggota DPD-RI yang dipilih langsung oleh rakyat
melalui pemilu.

Pertemuan anggota parlemen Belanda yang berlansung selama satu jam
dimulai pada pukul 10.45 WIB pagi ini dimaksudkan untuk persiapan
kunjungan resmi Parlemen Belanda Oktober 2008 mendatang. "Ini adalah
kunjungan awal yang dimaksudkan untuk persiapan kunjungan Parlemen
Belanda pada bulan Oktober mendatang," kata Hans van Baalen.

Pada kesempatan itu juga, Ginanjar menanyakan tentang keadaan dan
kondisi warga Indonesia di Belanda, khususnya warga Maluku dan Papua,
berkenaan dengan isu gerakan separatisme. Hans van Baalen menjelaskan
bahwa belakangan ini, secara umum kondisi masyarakat Indonesia di
Belanda sudah jauh lebih baik. "Memang masih ada kelompok-kelompok
kecil, terutama di kalangan anak muda, yang masih vokal menyuarakan
keinginan mereka tentang hal dimaksud." katanya.

Di akhir pertemuan, Ketua DPD-RI berharap adanya peningkatkan saling
pengertian dan kerjasama antar kedua negara. Harapan tersebut amat
didukung oleh sejarah panjang hubungan yang sudah terjalin
berabad-abad antara masyarakat Indonesia dengan Belanda. "Banyak hal
di Belanda yang terikat kuat dengan kehidupan masyarakat Indonesia."
kata Hans van Baalen. Seperti diketahui, di negeri Ratu Beatrix itu,
banyak sekali warga Indonesia yang telah menjadi warga negara Belanda
yang masih memegang dan mengembangkan budaya leluhur Indonesia. Semoga
pertemuan ini dapat menjadi salah satu pendorong penguatan kerjasama
antar kedua negara. (WL)


Siaran pers ini dikeluarkan secara resmi oleh 
Bagian Hubungan Antar-Lembaga dan Pemberitaan Sekretariat Jenderal DPD 

Penanggungjawab: 
A Djunaedi



Kirim email ke