======================================  
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER [ WDNC ]
[ Seri : "Membangun Ekonomi Rakyat Indonesia"  
=======================================
 [Ec_Q]
 
BANK KAUM MISKIN
Oleh : Muhammad Yunus
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006
Bersama Alan Jolis
 
Belajar dari : 
Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam
Memerangi Kemiskinan
 
82. Kredit Mikro Juga Berhasil di Eropa
Kredit mikro juga berhasil di Eropa, baik di negara-negara kaya Eropa Barat 
yang mengalami tingginya tingkat pengangguran maupun di negara-negara miskin 
Eropa Timur yang kini keluar dari kekuasaan komunis. Tetapi kendati banyak 
badan-badan amal Eropa, belum lagi kaum intelektualnya, bankir, dan jurnalis, 
tertarik pada gagasan kami, cuma sedikit yang mau memulai program kredit mikro 
mereka sendiri. Saya pernah berbicara di komite parlemen Jerman di Bonn dan 
Dewan Gereja Jerman. Saya pernah muncul di depan pemirsa teve Perancis dan 
menerima gelar kehormatan di Inggris, tetapi orang-orang tetap saja enggan 
bertindak nyata.
Mungkin Grameen terlalu banyak mengacaukan gagasan-gagasan Eropa yang sudah 
mapan. Di negara maju, saingan terbesar saya adalah kekuatan sistem 
kesejahteraan sosial. Berulang kali, para replikawan kami terjerumus ke masalah 
yang sama. Kaum penerima tunjangan bulanan dari pemerintah merasa takut memulai 
usaha sendiri sebagaimana halnya perempuan berpurdah di desa-desa Bengali. 
Banyak dari mereka menghitung-hitung jumlah uang kesejahteraan dan jaminan 
asuransi yang hilang karena menjadi usahawan mandiri dan berkesimpulan bahwa 
resikonya tidak sepadan.
Beberapa peminjam berusaha mendapat kredit secara diam-diam, berharap tidak 
kepergok pemerintahnya. Tetapi pengawas pemerintah bisa dengan cepat melacak 
setiap usaha para penerima tunjangan dan segera mengalihkan status 
tunjangannya. Di negara negara industri, “usaha informal” sama dengan kegiatan 
ilegal jalanan. Supaya legal, usaha mandiri kaum miskin mesti terdaftar, 
mengajukan permohonan pada birokrat, dan memiliki catatan akuntansi. Sungguh 
tidak realistis mengharapkan seseorang yang tidak berpengalaman dan relatif 
tidak berpendidikan memenuhi semua persyaratan negara birokratis. Akibatnya, 
banyak peminjam pertama program-program sejenis Grameen di Eropa ini secara 
teknis menjadi pelanggar hukum. Mereka dianjurkan membayar di bawah meja dan 
mencatatkan pinjamannya di luar pembukuan.
Seringkali, bahkan saat hukum membolehkan orang miskin memiliki usaha, para 
pelaksana program amal tidak akan membolehkannya. Seorang pria muda yang baru 
saja keluar penjara ingin membuka kedai kentang goreng. Badan amal Paris yang 
mewadahinya tidak mengizinkan kebebasan ini. Malah mereka buka kedai makanan 
sendiri dan merekrut orang itu sebagai pegawai upahan.
Tetapi situasi di Eropa lambat laun berubah. Semakin banyak intelektual dan 
ilmuwan sosial tidak lagi memandang negara sebagai penyelamat. Mereka 
mengalihkan pandangannya pada inisiatif swasta. Salah seorang visioner 
mengagumkan adalah Rosalind Copisarow, orang Polandia lulusan Oxford University 
dan Wharton School of Business yang menjadi pemegang kekuasaan eksekutif 
tertinggi di J.P. Morgan Investment Bank. Rosalind tidak pernah mengucurkan 
pinjaman kurang dan AS$100 juta sampai saat ia membaca artikel Financial Times 
mengenai Grameen Bank dalam penerbangan dari London ke Warsawa. Dia langsung 
menyadari bahwa kredit mikrolah yang dibutuhkan Polandia. Dia bahas gagasannya 
dengan Menteri Keuangan yang langsung menantangnya berhenti dari pekerjaannya 
dan mencurahkan diri untuk membentuk program Grameen di sana. Bulan Desember 
1993 dia memutuskan menerima tantangan itu. Dia keluar dan J.P. Morgan.
Rosalind dan tim kecilnya mengkaji 200 metodologi pemberian pinjaman yang 
berbeda. Mereka menguji 9 model percontohan. Mereka ingin menerapkan Grameen 
pada tradisi negara mereka. Kini mereka memiliki 20 kantor cabang yang memberi 
pinjaman senilai AS$ 10 juta pada 4.000 nasabah, dengan tingkat pembayaran 
kembali 98,5 persen. Organisasi Rosalind, Fundusz Mikro, berniat hendak menjadi 
organisasi swadaya dengan izin perbankan penuh.
“Kalau saya renungkan karir saya sebelumnya, sepertinya memiliki dua dimensi,” 
ujar Rosalind. “Tak ada ruhnya. Apa yang saya lakukan kini memberi arti nyata 
bagi pekerjaan saya, dan begitu juga bagi hidup saya.” Dia hanyalah seorang 
dari banyak usahawan sosial yang mencurahkan hidupnya membantu menyediakan 
peluang kredit mikro pada kaum miskin. 
_______
Sungguh tidak realistis mengharapkan seseorang yang tidak
berpengalaman dan relatif tidak berpendidikan
memenuhi semua persyaratan negara birokratis.
 
Akibatnya, banyak peminjam pertama
program-program sejenis Grameen di Eropa ini
secara teknis menjadi pelanggar hukum.
 
Mereka dianjurkan membayar di bawah meja
dan mencatatkan pinjamannya di luar pembukuan.
_______
 
“Kalau saya renungkan karir saya sebelumnya,
sepertinya memiliki dua dimensi,” ujar Rosalind.
“Tak ada ruhnya.
Apa yang saya lakukan kini memberi arti nyata bagi pekerjaan saya,
dan begitu juga bagi hidup saya.”
 
Dia hanyalah seorang dari banyak usahawan sosial
yang mencurahkan hidupnya membantu menyediakan
peluang kredit mikro pada kaum miskin.
_______
 
[bersambung]
* * * * *
“Dibutuhkan keberanian untuk berubah
karena perubahan tidak selalu berhasil.
 
Di sinilah kebanyakan orang menyerah.”
[ Bob Urichuck, Motivator, Public Speaker dan Penulis terkenal ]
* * * * *
 
 
The Flag
Air minum COLDA - Higienis n Fresh !
ERDBEBEN Alarm



 
SONETA INDONESIA <www.soneta.org>
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3 
 


      

Kirim email ke