> "agussyafii" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bagaimana caranya menghidupkan nurani? > sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com > secara umum jawabannya adalah menjauhi perbuatan dosa, baik dosa > kepada Tuhan maupun dosa kepada manusia, karena perbuatan dosa > merupakan daki yang mengotori cermin hati.
Membunuh orang2 murtad, membunuh pezinah, membunuh orang kafir, membunuh penyembah berhala, dan membunuh orang Yahudi kesemuanya tetap dinamakan pembunuhan yang dalam Islam dihalalkan, tetapi dalam HAM justru dilarang dan merupakan pelanggaran yang dikutuk. Lalu yang disebut nurani itu apa ??? Apakah kebiadaban membunuh diatas termasuk nurani yang beradab ??? Mungkin kita harus membedakan ada nurani beradab dan ada nurani yang biadab !!! Sejujurnya kita haruslah mengakui, nurani Islam adalah nurani yang biadab, dan kita haruslah mengemban nurani dari HAM. > Jika psikologi schok therapy ini berhasil dipertahankan lama, maka > selanjutnya nuraninya akan hidup, dan itulah yang disebut haji > mabrur. Berakrab-akrab dengan problem kemanusiaan juga bisa > menajamkan nurani. Schock Therapi memang dilakukan dokter2 didunia barat dizaman dulu, namun dizaman sekarang shock terapi ini dilarang dan dikutuk, bahkan HAM dengan jelas melarang penggunaan shock terapi. Shock terapi masih digunakan disemua negara2 bersyariah meskipun sudah ditinggalkan dunia kedokteran modern. DiAmerika sendiri masih sering ada dokter atau pemuka agama yang mempraktekan shock terapi, namun kalo sampai tertangkap, maka tidak ampun, bisa dihukum selama 15 tahun. Ny. Muslim binti Muskitawati.
