==============================================
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER [WDNC]
Seri : "Membangun Ekonomi Rakyat,
Demokrasi dan Kebangsaan Indonesia."
===============================================
[Economic, Democration and Nationalism Indonesia Quotient]
BANK KAUM MISKIN
Oleh : Muhammad Yunus
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006
Bersama Alan Jolis
Belajar dari :
Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam
Memerangi Kemiskinan
DALAM RANGKA :
MEMPERINGATI 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL
DAN MENYAMBUT HUT KEMERDEKAAN RI KE - 63
91. Kegagalan Birokrasi Sektor Publik
Karena Grameen tidak bisa dinilai dari posisinya dalam kaitan dengan sektor
publik dan swasta, pengertian politik tradisional sulit digunakan untuk memberi
cap pada Grameen. Grameen menentang sektor publik dan swasta sebagaimana yang
umumnya dipahami. Grameen bahkan mengusulkan penciptaan sektor yang sepenuhnya
baru, yakni yang saya sebut sebagai sektor swasta yang sadar-sosial.
Siapa yang akan atau bisa terlibat di dalamnya? Orang-orang yang sadar-sosial.
Kesadaran sosial bisa menjadi hasrat yang membara dalam diri manusia, bahkan
lebih membara, seperti kita makan. Mengapa tidak membuka ruang bagi orang-orang
seperti itu untuk bermain di pasar, untuk mengatasi masalah-masalah sosial, dan
mengarahkan kehidupan manusia ke taraf perdamaian, kesetaraan, dan kreativitas
yang lebih tinggi?
Sektor publik telah gagal. Atau paling tidak telah terjerembab terlepas dari
upaya-upaya terbaik kita. Birokratisasi yang dilindungi oleh subsidi, proteksi
ekonomi dan politik, serta ketiadaan transparansi sedang membinasakannya.
Birokrasi menjadi arena main bagi korupsi. Yang diawali dengan maksud-maksud
baik, berubah menjadi sebuah jalan menuju bencana.
Dengan kematian sektor publik, satu-satunya yang tersisa bagi dunia adalah
sektor swasta berbasis keuntungan pribadi. ini bukan prospek yang menyenangkan.
Jika tidak ada yang lain, kita harus ingat bahwa ketamakan dan korupsi
cenderung saling memikat satu sama lain untuk bermitra dalam peluang sekecil
apapun. Sebelum dunia menyerah pada ketamakan dan korupsi, kita harus serius
mengkaji kekuatan kesadaran sosial sebagai pesaingnya.
_______
Kesadaran sosial bisa menjadi hasrat yang membara dalam diri manusia,
bahkan lebih membara, seperti kita makan.
Mengapa tidak membuka ruang bagi orang-orang seperti itu
untuk bermain di pasar, untuk mengatasi masalah-masalah sosial, dan
mengarahkan kehidupan manusia ke taraf perdamaian,
kesetaraan, dan kreativitas yang lebih tinggi?
___________
Namun lihatlah dan rasakan, di mana pun Anda berada :
___________
Birokratisasi yang dilindungi oleh subsidi, proteksi ekonomi dan politik,
serta ketiadaan transparansi… sedang membinasakannya.
Birokrasi menjadi arena main bagi korupsi.
Yang diawali dengan maksud-maksud baik,
berubah menjadi sebuah jalan menuju bencana.
_______
Jika tidak ada yang lain, kita harus ingat bahwa ketamakan dan korupsi
cenderung saling memikat satu sama lain untuk bermitra
dalam peluang sekecil apapun.
Sebelum dunia menyerah pada ketamakan dan korupsi,
kita harus serius mengkaji kekuatan kesadaran sosial
sebagai pesaingnya.
_______
[ bersambung ]
* * * * *
“Perubahan bisa dianggap menakutkan, bisa juga dianggap
sebagai kesempatan.
Mana yang bisa Anda peroleh,
tergantung pada sikap Anda terhadap keduanya.”
[Ernest C. Wilson]
* * * * *
Best Regards,
Retno Kintoko
The Flag
Air minum COLDA - Higienis n Fresh !
ERDBEBEN Alarm
SONETA INDONESIA <www.soneta.org>
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3