http://www.poskota.co.id/redaksi_baca.asp?id=1628&ik=32


Jatuh Di Pelukan Sopir 

Jumat 15 Agustus 2008, Jam: 8:59:00 
Inilah faktanya, dalam urusan ranjang seorang wanita tak peduli status antara 
PNS dan sopir angkot. Biar suami Made, 38, pegawai negri yang punya jabatan, 
dikhianati juga cintanya karena tak joss di ranjang. Sebaliknya, dia malah 
jatuh di pelukan sopir angkot yang mampu memberinya kepuasan, meski dalam 
angkot! 

Nyoman Gadri, 42, sebetulnya cukup beruntung punya bini Made Supadmi. Selain 
cantik, dia juga bisa membawa diri dalam lingkungannya. Istrinya memang pintar 
bergaul, sehingga sebagai istri orang yang punya jabatan di kantor, Made 
termasuk wanita yang bisa di depan dan belakang. Dia mahir memasak, tapi juga 
tak memalukan dalam pergaulan para istri di kantor. Saat teman-teman Nyoman 
rindu masakan sop buntut istrinya, langsung Made membuatkannya. Cuma sayang 
tetangga dekat tak dibagi! 

Di luar perkiraaan kemudian, Made Supadmi yang bisa membawa diri tersebut, 
ternyata bisa juga dibawa-bawa lelaki lain. Istri Nyoman Gadri yang konon 
pandai bergaul itu, ternyata mau juga digauli lelaki selain suaminya. Ini bukan 
black campaign atau pembunuhan karakter, tapi benar adanya. Cuma, Nyoman tak 
pernah menyadarinya. Apa yang dihidangkan istrinya di malam hari, sesungguhnya 
barang restan belaka. Kalaupun nampak baru dan hanget, itu karena Ny. Made 
memang rajin memanasi. 

Orang pasti tak percaya bahwa Ny. Made yang nampaknya bahagia bersama Nyoman 
Gadri, belakangan sebetulnya nangis batin. Pasalnya, sebagai wanita yang masih 
muda dan enerjik, dia tak lagi memperoleh kehangatan malam yang joss menurut 
istilah kini. Asal tahu saja, sejak kesibukan suaminya makin meninggi, dia 
memberikan nafkah batin pada istrinya boleh dikata sekadar formalitas belaka. 
Begitu nafsu tertunaikan, Nyoman langsung tidur mendengkur, padahal 
sesungguhnya sang istri belumlah apa-apa. 

Made tahu persis, bahwa soal hubungan suami istri bukanlah ranah publik yang 
bisa dibahas sembarang tempat. Dia juga malu menyampaikan keluhannya tersebut 
pada suami, takut dianggap wanita haus asmara. Oleh karena itu, meski kepala 
semakin pusing karena libido belum terpuaskan, dia mencoba diam seribu bahasa. 
Jadi seperti ketika diajak makan direstoranlah. Ditanya enak Ma, jawab saja: 
enaaaaak! Ditanya nambah nggak Ma, jawab saja: nggak, cukup, cukup.! 

Istri Nyoman ini mulai gundah, ketika semakin jarang diajak ke "restoran". Nah, 
sebagai wanita muda dan enerjik itu tadi, Made berontak dan mencari kepuasan 
dengan cara sendiri. Ketika di jalan sempat ngobrol-ngobrol dengan sopir angkot 
yang membawanya ke pasar, dia tanpa risih lagi meladeni omongan-omongan yang 
menjurus itu. Di mata Made yang tengah kesepian di tempat rame, ternyata Wayan 
Begog, 33, sopir angkot itu lebih romantis dari suaminya. Bayangkan, setiap 
ketemu di angkot yang sama, Wayan sudah berani memanggilnya yank, yenk seperti 
pada kekasihnya saja. 

Larut sudah Made dalam sanjungan si sopir angkot, sehingga ketika pulang 
belanja di pasar malam hari, dia tak protes ketika Wayan Begog membawa 
angkotnya ke tempat sepi. Di tempat itu dan masih di dalam angkot, Made 
digumuli tanpa mampu menolak. Dan ketika si sopir tersebut menuntut "asset" 
miliknya yang sangat berharga, dia memberikannya saja. Ternyata, wowwwww, 
dibanding ini, Nyoman suaminya bukan apa-apanya. Sepak terjang Wayan Begog 
bagaikan Mbah Maridjan, rosa, rosa, rosa, rosa! 

Keasyikan dapat pelayanan istimewa dari sopir angkot, kini Made Supadmi lupa 
akan status dan martabat. Seperti beberapa hari lalu itu misalnya, warga Desa 
Jungsri Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem (Bali) ini tak menolak sama 
sekali ketika kembali diajak kencan di atas angkot. Cuma karena tadi pamitnya 
ke pasar hanya sebentar, begitu selesai menuntaskan libidonya bersama Wayan 
Begog langsung pulang tanpa bebenah diri. Semuanya dianggap baik-baik saja. 

Made baru ketemu batunya ketika suami mencurigai penampilannya. Diterpa lampu 
neon 40 wat, begitu nyata leher dan pipinya bertabur cupang buah karya Wayan. 
Dia mencoba menampik kecurigaan suami, tapi sial, anaknya yang sudah berusia 17 
tahun juga ikut-ikutan mempertanyakan noda-noda merah itu. Lantaran terpojok, 
Made terpaksa mengaku bahwa tadi habis berselingkuh dengan Wayan Begog sopir 
angkot. Bisa diduga, sang suami marah betul dan melaporkan kasus ini ke Polsek 
Bebandem. 

Untuk lain kali, jangan kelewat hotlah! Hussy, kok dianjurkan.

Kirim email ke