Nice story ..... trus kenapa kita di ibdo ga bisa ? karena nantinya beras yg 
terkumpul akan dikorup oleh pejabat terkait ..... itulah indonesia kita .. .. 
mental kita emang dah bobrok pisan .. dan ga punya malu .... dah ga tau apa 
artinya " HARGA DIRI : ...... main sikat aja .... gimana ntar .....

rgds
ivonne

--- On Mon, 8/18/08, Wilson Lalengke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Wilson Lalengke <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: CiKEAS> Fw: [HMIUtrecht] Arti Sebutir Beras
To: "wilson lalengke" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, August 18, 2008, 3:53 AM










    
            Semoga menginspirasi dan memotivasi rekan semua.
Wilson Lalengke - Jakarta

--- On Sun, 17/8/08, A Y I <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
From: A Y I <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [HMIUtrecht] Arti Sebutir Beras
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Date: Sunday, 17 August, 2008, 1:45 AM






Arti Sebutir Beras 
 


Tidak bisa kita pungkiri acara pembukaan Olympiade Beijing 2008 yang
berlangsung sukses dan spektakuler merupakan hasil dari suatu kerja
keras.



Dan sebagai tuan rumahpun Cina mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk 
menyelenggarakan pesta olahraga sedunia tersebut.



Cina yang sekarang muncul sebagai negara super power dahulunya pernah
sangat miskin. Dengan jumlah penduduk yang berjumlah 1 milyar kala itu
bukan barang mudah bagi pemerintah Cina untuk mensejahterakan rakyatnya.



Hutang luar negeri dari negara tetangga terdekat pun menjadi gantungan yaitu 
dari negara super power Uni Sovyet.



Alkisah suatu hari terjadi perselisihan paham antara Mao Zedong
pemimpin Cina era itu dengan pemimpin Sovyet. Perselisihan begitu panas
sampai keluar statement dari pemimpin Sovyet, 



“ Sampai rakyat Cina harus berbagi 1 celana dalam untuk 2 orang pun, Cina tetap 
tidak akan mampu membayar hutangnya. !' 
 


Ucapan yang sangat menyinggung perasaan rakyat Cina itupun disampaikan
Mao kepada rakyatnya dengan cara menyiarkannya lewat siaran radio,
perihal penghinaan dari pemimpin Sovyet itu, secara terus menerus dari
pagi hingga malam ke seluruh negeri sambil mengajak segenap rakyat Cina
untuk bangkit dan melawan penghinaan tersebut dengan cara berkorban.



Ajakan pemimpin Cina kepada rakyatnya adalah menyisihkan 1 ( satu )
butir beras, ya, hanya 1 butir beras untuk setiap anggota keluarga,
setiap kali mereka akan memasak. Jika 1 rumah tangga terdiri dari 3
orang maka cukup sisihkan 3 butir beras.



Nah , beras yang disisihkan dari 1 Milyar penduduk Cina tersebut, tidak
dikorupsi tentunya akan menghasilkan 1 milyar butir beras setiap hari. 



Hasilnya dikumpulkan ke pemerintah untuk dijual. Uangnya digunakan
untuk membayar hutang kepada negara pemberi hutang, yang telah menghina
mereka.



Akhirnya Cina berhasil melunasi hutang mereka ke Sovyet dalam waktu yang sangat 
cepat.

Keterhinaan yang mendalam telah membangkitkan rasa nasionalisme Cina
untuk bangkit melawan hinaan tersebut dengan tindakan nyata, bukan
hanya tindakan seremonial, pidato atau upacara di stadion besar.



Kiranya kisah di atas bisa dijadikan contoh bagi bangsa kita yang
tengah terpuruk di antara bangsa-bangsa sekitarnya dan sebentar lagi
akan merayakan Dirgahayu Kemerdekaannya yang ke – 63.



Potensi manusia Indonesia yang demikian besar selama ini tidak menjadi
kekuatan bahkan sebaliknya menjadi beban karena masih banyaknya tikus
yang berada di lumbung beras Republik Indonesia.



Kita sering silau oleh hal-hal besar namun seringkali mengabaikan
kekuatan dari hal kecil yang tidak dilakukan dengan sepenuh hati.



Sebutir padi sehari bisa membalik keadaan terhina menjadi terangkat.

Maukah kita ?_,_.___

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com 
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke