http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2008082609424416
Selasa, 26 Agustus 2008
BURAS
Kesatuan Visi Golkar -- PDI-P!
"SETELAH silaturahmi keluarga besar PDI-P di Medan dan Palembang
menghadirkan Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar, Surya Paloh. Kemarin dalam
pertemuan Dewan Penasihat Partai Golkar se-Indonesia di Jakarta, dihadirkan
Ketua Pembina PDI-P Taufik Kiemas, dan Sekjen Pramono Anung!" ujar Umar.
"Keduanya sama, memberi waktu tamunya bicara di depan kader mereka!"
"Akurnya dua partai besar yang bergantian memenangkan Pemilu 1999 dan
2004 itu melegakan!" sambut Amir. "Ibarat dua gajah kompak, warga habitatnya
lebih tenang, ketimbang dua gajah berantem banyak makhluk kecil menderita
terinjak-injak!"
"Lebih prospektif lagi, kedua partai besar bekerja sama bukan untuk
bersekutu dalam kekuasaan--power shared, melainkan vision shared, bersatu dalam
visi membangun bangsa!" tegas Umar. "Kesatuan visi jelas bersifat strategis,
hingga siapa pun di antara keduanya menang dan meraih kekuasaan pada Pemilu
2009, program membangun bangsa sebagai produk kesatuan visi yang dijalankan
akan didukung pihak lainnya, pembangunan bisa berjalan lebih mulus!"
"Itulah prospek terpenting dari penyatuan visi kedua partai besar!"
timpal Amir. "Betapa dewasa ini terasa, salah satu masalah krusial bangsa kita
adalah kurang mulusnya setiap program yang dijalankan partai berkuasa karena
selalu terganjal kepentingan sejumlah parpol yang memosisikan diri oposan!
Dengan berhasil dieliminasinya krusial itu lewat kesatuan visi, harapan
pembangunan akan berproses lebih baik bisa diharapkan!"
"Namun dalam sistem multipartai dan peran parlemen yang kuat dengan
mekanisme kesepakatan fraksi bisa lebih penting dari jumlah anggota dari partai
besar, partai-partai kecil tidak serta-merta bisa didikte partai besar!" tukas
Umar. "Itu membuat kesatuan visi partai besar tak bisa sepenuhnya dijalankan
karena tereduksi tawar-menawar dengan kepentingan partai-partai lain! Pembuatan
UU Pemilu terakhir sebuah contoh, partai-partai besar tersandera partai-partai
kecil yang akhirnya lolos dari ketentuan electoral threshold asal punya kursi
di DPR!"
"Lebih repot lagi ketika partai di luar kedua partai dominan itu
mengalami konflik, tarik-menarik kepentingan internal partai itu mengimbas ke
parlemen, memungkinkan arah yang telah disepakati satu kelompok dianulir
kelompok lain dari fraksi yang sama!" timpal Amir. "Kemungkinan demikian bisa
berakibat program agenda kesatuan visi dua partai besar terkendala!"
"Apalagi sejak di ambang Pemilu 2009 ini di luar dua partai besar itu
banyak partai yang terlanda konflik internal!" sambut Umar. "Eksesnya bukan
mustahil akan terbawa dalam produk Pemilu 2009! Konon lagi, kisruh di sidang
parlemen juga sudah jadi pengalaman DPR periode sekarang!"
"Segala hal mungkin saja terjadi!" tegas Amir. "Namun, penyatuan visi
kedua partai besar telah memberi harapan lebih baik bagi rakyat, ketimbang
keduanya saling jegal! Tinggal bagaimana harapan rakyat itu bisa dipahami
partai-partai di luar keduanya, hingga tidak lagi cenderung asal tolak demi
popularitas!"
H. Bambang Eka Wijaya
<<bening.gif>>
<<buras.jpg>>
