Refleksi: Ibarat banteng lesu berteduh di bawah pohon beringin yang banyak arwah jahatnya. Banteng lesu dan kesurupan arwah jahat pohon beringin tak berguna dipakai membajak ladang rakyat.
http://www.suarapembaruan.com/News/2008/08/26/Utama/ut02.htm SUARA PEMBARUAN DAILY Koalisi PDI-P dan Golkar Pembagian Kekuasaan Menjadi Ganjalan [JAKARTA] Peluang koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Golkar terbuka lebar karena ideologi kedua partai itu mirip. Namun, koaliasi itu akan terganjal pada tataran operasional, khususnya menyangkut pembagian kekuasaan. Pendapat itu dikemukakan pengamat politik yang juga Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Tommy Legowo kepada SP di Jakarta, Senin (25/8) malam, terkait pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan PDI-P Taufiq Kiemas bahwa partainya siap berkoalisi dengan Partai Golkar. Koalisi itu akan menemui kesulitan pada tataran operasional, terutama dikaitkan dengan pembagian kekuasaan, karena pasti ada yang menjadi pemimpin dan ada yang menjadi bawahan. Padahal, keduanya sama-sama partai besar. "Ini yang akan menjadi ganjalan kalau kedua partai itu berkoalisi secara permanen, karena pembagian kekuasaan berdasarkan seberapa besar masing-masing kubu menyumbang kekuatan. Meskipun perubahan kekuasaan itu terjadi setiap lima tahun," katanya. Sebelumnya, Taufiq Kiemas menyatakan PDI-P akan berkoalisi dengan Golkar, namun belum dipastikan apakah Megawati akan berduet dengan Jusuf Kalla. "Semua menginginkan sebuah kesamaan, dengan ideologi yang sama dan juga tujuannya. Kami belum membicarakan soal cawapres. PDI-P baru berbicara soal koalisi dan tentang masa depan bangsa," tuturnya. Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan ajakan koalisi merupakan hal menarik dan secara politik penting. Namun, pembahasan lebih intens baru dilakukan setelah Pemilu Legislatif. "Selama ini PDI-P dan Partai Golkar dianggap tak akur, tapi dengan kehadiran Taufiq di Silatnas Golkar, publik bisa melihat bahwa kita ternyata akur," katanya. Senada dengannya, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan koalisi sulit diwujudkan secara konkret sebelum diketahui hasil Pemilu Legislatif. "Masalahnya, kalau Golkar menang dari PDI-P, Golkar pasti akan mengajukan calon presiden. Sedangkan, PDI-P yang sejak awal sudah mendeklarasikan Megawati sebagai capres, dipastikan tak akan mau menjadi orang nomor dua," katanya. [A-21/DGT/128] -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 26/8/08
<<2608koal.gif>>
