Meskipun Islam Agama Biadab, Tapi Jadilah Muslim Yang Beradab
Islam adalah agama biadab bisa dimengerti karena diciptakan oleh
orang2 Arab dizaman dulu kala dimasa belum ada hukum negara, belum
dikenal tata kenegaraan, belum dikenal HAM, belum dikenal Demokrasi
sehingga wajar zaman primitive itu segala aspek kehidupan sngatlah
biadabnya kalo dipandang dengan ukuran peradaban sekarang ini.
Namun, meskipun ajaran Islam itu sangat biadabnya, bukan alasan bahwa
umat Islam atau para muslimin harus mempraktekkan kebiadaban2 itu
sendiri. Contohnya saja, agama Hindu dan agama2 Yunani dewa2 kuno-nya
juga sangat biadab, namun sekarang mereka tetap mempertahankan
agamanya tapi bukanlah mempertahankan kebiadaban2nya melainkan
dipertahankan tradisinya untuk mengisi budaya alam modern yang beradab.
> "Iman K." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bahasan kali ini adalah sambungan dari artikel
> sebelumnya yang kami beri judul ˜ada berapakah
> agama yang benar". Kita telah sampai kepada
> pertanyaan ketiga yaitu apakah orang-orang yang
> tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan
> pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama
> yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh
> Tuhan?
>
Diterima atau tidaknya oleh Tuhan bukanlah perkara yang penting,
bahkan tidak perlu dibicarakan karena akan merupakan debat kusir.
Yang satu bilang diterima dan yang lainnya bilang ditolak sedangkan
keduanya tak ada yang bisa membuktikannya.
Jadi yang pasti dan tak perlu debat kusir adalah bukan harusnya
diterima oleh Tuhan MELAINKAN SEHARUSNYA DITERIMA OLEH SELURUH UMAT
MANUSIA.
Syariah Islam yang menghalalkan pembakaran mesjid Islam Ahmadiah
meskipun sama2 Islamnya, menghalalkan pembakaran gereja, mengalalkan
pembakaran kuil dan berhalanya, jelas SYARIAH ISLAM INI TIDAK AKAN
MUNGKIN BISA DITERIMA OLEH SELURUH UMAT MANUSIA. Jadi kalo manusia
saja sudah menolak Syariah Islam apalagi namanya Allah karena manusia
diciptakan oleh allah dan kalo ditolak oleh manusia sama saja artinya
ditolak oleh Allah, oleh karena itulah tolok ukur diterima tidaknya
oleh Allah harus dilihat dulu apakah bisa diterima seluruh umat
Manusia atau tidak.
Ny. Muslim binti Muskitawati.