....Mbak Mus, anda kritis sekali...he.he.he
----- Original Message ---- From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, August 29, 2008 1:24:28 PM Subject: Re: CiKEAS> LIMA ORANG BUTA....++mas Theo > vonny vitawati <[EMAIL PROTECTED] .> wrote: > Artinya ..... ? > bukankan tiap orang itu punya pendapat masing2 > .. tergantung dari sudut mana dia memandang .. > ya khan ..? > Dari cerita ini kita harusnya belajar: bahwa orang buta itu enggak punya sudut pandang bahwa orang buta itu enggak boleh dipercaya pendapatnya bahwa orang buta itu lebih banyak salahnya dari yang enggak buta bahwa orang buta itu sering jadi olok2 seperti cerita ini bahwa orang buta itu bukan sumber tempat bertanya bahwa orang buta itu sering tertipu oleh kebutaannya bahwa orang buta juga sering ditipu oleh kebutaannya bahwa orang buta itu orang cacat yang tak bisa dijadikan contoh bahwa meskipun dalam contoh cerita disini kelimanya buta tetapi tidak punya ciri2 orang buta, karena orang2 buta tidak mungkin mengeluarkan pendapatnya cuma sebatas memegang apa yang diraihnya. Mereka karena kebutaannya selalu berusaha menutupi kelemahan matanya dangan jari2nya mendapatkan gambaran yang lebih detail dengan meraba keseluruhannya bukan cuma sebatas ekornya atau belalainya saja. Ciri2 dalam cerita ini justru sangat cocok dengan umat beragama yang bisa percaya hanya sebatas yang bisa dicapai oleh angan2nya saja. Secara keseluruhan dari cerita disini membuktikan bahwa ORANG BUTA TIDAK BOLEH DIANGKAT JADI PRESIDEN KARENA dijadikan bahan olok2 oleh mereka yang tidak buta seperti dalam cerita disini. KESIMPULANNYA, Gus Dur adalah orang buta yang tidak boleh diangkat jadi presiden karena dengan kebutaannya itu dia bisa di-olok2, juga bisa berpendapat sebatas apa yang diraih tangannya, bahkan selain buta dia juga ulama beragama yang bisa mempercayai bukan cuma sebatas tangannya saja yang meraih, tetapi juga tanpa meraih hanya dengan angan2 saja diapun sudah bisa percaya. Kesemuanya ini akhirnya menyebabkan dia tersingkir karena dipermainkan oleh tukang pijetnya, padahal maksudnya mau mempermainkan uang negara melalui tukang pijetnya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
